
Disisi lain Lino baru saja sampai di mansionnya, para penjaga sudah berbaris rapi untuk menyambut Lino.
"Selamat datang, Bos," ucap serempak seluruh orang yang ada di situ.
"Semua data yang, Anda, inginkan sudah di siapkan," ucap Sekertaris Lino yang bertugas di italia bernama Bella.
"Baiklah," sahut dingin Lino.
Lino segera memasuki ke ruang kerjanya, di ikuti Reizo dan Bella. Setelah Lino duduk semua pintu di tutup dan Bella langsung memulai rapat kecil tersebut.
"Bos, hacker yang kita cari selama ini sudah di temukan," ucap Bella. Lino langsung tersenyum.
"Tetapi... kita tak bisa mendapatkannya."
Ucap Bella tersebut membuat alis Lino mengkerut.
"Dia bergabung dengan gadis bertopeng yang terkenal itu, jadi sangat susah untuk menemukan foto mereka, Bos," sambung Bella.
"Gadis bertopeng?" Lino sedikit kebingungan.
"Dia pembunuh dan pencuri internasional. Dia adalah anak Milan Baccara," sahut Reizo sembari memperlihatkan data pribadi Milan.
__ADS_1
"Bukannya dia mengatakan tidak memiliki anak? Lalu mengapa tiba-tiba dia memiliki anak?" tanya Lino.
"Karena itu bukan urusanmu!!" sahut seseorang dari arah pintu dengan nada serak. Orang itu adalah kakeknya Lino.
"Tuan Besar, mengapa Anda tidak beristirahat?" ucap Reizo sembari menuntun Kakek Lino.
"Apa yang Nonno lakukan di sini? Ini sudah malam mengapa tidak istirahat? Kembalilah, ke kamar. Jangan menambahkan bebanku lagi, Nonno!!" Lino memegang kepalanya karena sedikit pusing. (Nonno bahasa italia untuk panggilan kakek/nenek)
"Dasar cucu kurang ajar!!" ucap kakek sembari memukul betis Lino menggunakan tongkatnya. Karena mengenai tulang betis Lino sangat sakit, tetapi dia menahannya dengan menundukkan kepalanya.
"Seharunya aku memberikannya pelindung kaki tadi," gumam Reizo dalam hati, karena merasa kasihan melihat Lino.
"Jangan sekali-kali mendekati keluarga Baccara!! Apa kau mendengarnya?" ketus kakeknya lalu kembali keluar.
"Menurut informasi, keluarga Baccara berperan besar di italia dan beberapa negara. Mereka dulunya hanya penjahat yang sangat di takuti. Tetapi semenjak CIA dan FBI menelusuri semua tindakan keluarga Baccara, mereka tiba-tiba saja...." jelas Reizo terhenti karena tidak yakin dengan informasi yang dia dapatkan tersebut.
"Tiba-tiba saja mereka berkerja sama dan menjadi kekuatan keamanan tingkat tertinggi di seluruh dunia," sambung Bella.
"Tetapi ada isu-isu yang beredar, mengatakan bahwa mereka memilikβi keβkuβatan," sambung Bella sedikit tidak masuk akal bagi Lino.
"Ahh... aku itu dia. Aku juga mendapatkan beberapa info tersebut. Ada juga yang mengatakan mereka keturunan drakula. Seorang anak kecil pernah melihat mereka, lalu saat anak kecil tersebut sudah menjadi tua, wajah mereka tetap sama tidak menua sama sekali," jelas Reizo lagi.
__ADS_1
Dengan informasi dari Bella dan Reizo tersebut, suasana menjadi dingin mencengkeram. Mereka saling bertatap-tatapan.
"Hahaha... ini cerita sangat lucu haha... drakula? Tidak menua? Haha... Apa kalian percaya itu?" tanya Lino dengan tertawa tak henti-henti.
Suasana yang suram tersebut menjadi buyar karena tawaan Lino yang tiada henti-hentinya.
"Haha... tentu saja kami tidak percaya haha...," sahut Reizo dengan tertawa terpaksa, lalu menyenggol Bella agar ikut tertawa juga.
"Ahahah... itu hanya informasi. Tentu saja kami tidak percaya kecuali melihatnya langsung," sambung Bella.
Tiba-tiba Lino berhenti tertawa, lalu menatap Bella.
"Melihatnya langsung? Kau sangat pintar Bella. Haha... Reizo buatkan surat dan beritahu keluarga Baccara pekan ini, keluarga Alvano akan berkunjung ke sana," perintah Lino.
"Tapi...."
"Stempel cap segel surat di pegang oleh, Tuan Besar," sosor Bella yang langsung membuat ucapan Reizo terhenti.
"APA!!" hardik Lino tak percaya hal tersebut.
ππππ
__ADS_1
**JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAKNYA HYUNG ππ
ππππ**