THE DEVIL PSYCHO

THE DEVIL PSYCHO
Tamu tak di undang


__ADS_3

"HEA!! SEGERA KEMBALI KE POSISIMU!!" hardik Zea yang masih memeluk Lino.


Lino hanya terdiam kaku karena terkejut tiba-tiba saja Zea menerjang dan memeluknya.


"Ada apa Zea...."


"Daddy lepaskan jembatan yang kau buat. Sraakk!!" Zea memotong omongan daddynya, lalu merobek dress-nya hingga ke atas pahanya.


Robekan dress-nya tersebut langsung di lilitkannya ke leher Lino.


"Lemparkan syalmu!! Lalu cari satu syal lagi, segera!!" perintah Zea. Pelayang tersebut langsung melemparkan syalnya dan bergegas mencari syal lainnya.


"Zea, ada apa ini?" tanya Elena panik.


"Mommy dengarkan aku, jangan melihat masa depan sekarang, oke!!" sahut Zea sembari memakaikan syal kepada Reizo.


"Mengapa aromamu sangat manis, Zea?" tanya Reizo yang mulai terhanyut dalam feromon Zea.


"Plakk!!" Sebuah tamparan keras mengenai pipi Reizo, sehingga membuat dirinya sadar. Tamparan tersebut bukan tidak lain dari tangan Lino.


"Ouhh... responmu sangat cepat. Kau juga bisa berguna," ucap Zea yang tak berhenti bergerak.


Hea pun tiba dengan laptopnya dan tidak lupa membawakan topeng dan baju Zea. Zea melepas dress-nya di hadap Lino dan Reizo. Lino langsung memalingkan wajahnya dan menutup mata Reizo dengan sergap.


"Yaakk!! Apa-apaan wanita ini!!" ucap Reizo.


"Jaraknya sudah hampir 500 meter," ucap Hea.


"Baguslah, masih ada kesempatan." Zea langsung mengeluarkan aura kekuatannya dan menutupi beberapa tempat yang tidak harus orang datangi seperti penjara dan kamar mereka.


"Zea, sebenarnya apa yang...," ucap Elena tiba-tiba terhenti dan secara tidak langsung dia melihat masa depan. Aura Elena keluar seperti darah segar yang sedang bermuncratan.


"Aisshh!! Sial!! Yakk, kakek tua. Kau bisa mengurus dirimu sendiri bukan? Kau memliki darah drakula, tapi tidak dengan cucumu." Zea berjalan ke seluruh ruangan sembari memakai baju dan topengnya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Mom. Plak!!" Zea menampar Mommy agar tersadar dari penglihatannya.


"Zea, tidak, Nak. Tidak...."


"Mommy!! Aku akan merubah masa depan!! Tenanglah dan tetap di samping daddy."


Persiapan Zea telah usai begitu pula dengan Tea dan Nea. Ternyata ada tamu yang tak di undang datang ke rumah Zea dengan aura yang haus akan darah. Mereka datang dengan kekacauan yang tak henti-hentinya membunuh penjaga di depan kasti.


"Hallo... apa ada orang, hehe!!" ucap seorang gadis.


"Ahh... ketemu. Ups... mereka sedang makan, kita sangat tidak sopan. Maaf sudah mengganggu kalian." Ternyata gadis itu adalah Anna dari klan Vicious.


"Wah... mereka kedatangan tamu, hehe," sambung Miren.


Saat mereka ingin memasuki dapur, langkah mereka tiba-tiba terhenti karena feromon Zea yang telah menyebar luas.


"Yakk!! Jal*ng, auromamu sangat mengganggu kami!!" ketus Miren.


"Singkirkan ini, dasar jal*ng!!" Anna langsung bergerak cepat menghampiri Zea dengan besi perak di tangannya.


"Berhentilah, membuat kekacauan di rumahku, bodoh!!" Zea menangkap pisau dan mematahkan tangan Anna dengan tangan kosong.


"Aakkhh... tanganku!! Daras wanita jal*ng!!" ketus Anna langsung menjauh.


"Lagipula ini rumahku. Apa hak kalian melarangku mengeluarkan feromon suciku ini, PLAAK!!" Zea mendekati Miren dengan cepat dan menamparnya hingga mengeluarkan darah segar dari mulut Miren.


"Zea!! Kau wanita sialan!!" hardik Miren.


"Zea, kau terlalu keras dengan adik-adikku!!" ucap dingin Kapila, entah muncul dari mana membuat Zea sedikit terkejut tidak mengetahui keberadaan Kapila.


"Bukankah itu wajar saja, bagi orang-orang yang tidak memiliki sopan santun!!" sahut dingin Zea.


Saat Zea kembali mundur mendekati keluarganya angin dari larinya tersebut terlalu kencang membuat aroma Lino tercium oleh Kapila.

__ADS_1


"Kau memiliki makanan yang lezat, Zea. Mengapa kau hanya memakannya sendiri saja?" ucap Kapila mengeluarkan taring dan matanya berubah menjadi merah karena mencium aroma Lino.


"Jika kau mendekat, klan Vicious tidak akan memiliki keturunan. Apa kau mengerti, Kapila? Masukkan kembali taring menjijikanmu itu!!" ketus Zea.


"Bukankah, kalian berempat? Di mana satu orangnya lagi?" tanya Zea.


"Aku di sini," ucap seorang pria yang sudah berada di samping Hea sembari menodongkan pisau ke leher Hea hingga berdarah


"Zea!!" panggil Hea dengan menahan rasa sakit.


"Kau salah mengambil sanderaan, bodoh!!" sahut Zea dengan tersenyum lalu mengubah lirikannya ke arah Kapila.


"Haha... Zea tetaplah, Zea. Dia hanya memperdulikan dirinya sendiri, haha. Rumor itu memang betulan, haha...." Kapila perlahan mendekati Zea.


"Bukankah, kau terlalu keras kepala, Zea. Kau tidak bisa membohongi kami dengan sikap sok tidak acuhmu itu, haha... dasar wanita jal*ng!!" sambung Kapila.


"Mereka semua tidak penting bagiku!!"


Zea menghampiri Hea dan pria tersebut dengan cepat membuat pria yang berada di samping Hea tidak bisa merasakan keberadaan Zea. Saat merasakan aura Zea, Hea sudah berada di tangan Zea.


"Mereka semua hanya boleh mati di tanganku saja," ucap Zea sembari mencekik Hea.


"ZEA!! HENTIKAN!!" hardik Elena dan Milan bersamaan.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA HYUNG. BERUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE πŸ˜ŠπŸ‘Œ


KALAU ADA TYPO ADA PERKATAAN YANG KURANG DIMENGERTI MOHON MAAF πŸ˜ŠπŸ™


JANGAN LUPA KLIK ❀️ NYA JUGA YA πŸ˜ŠπŸ‘Œ


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


__ADS_2