
Di abad 21 satu ini, apakah ada yang percaya tetang keberadaan Drakula? Walaupun ada, pasti akan di tangkap dan di jadikan bahan objek untuk di teliti.
500 tahun yang lalu manusia dan drakula dan bangsa sejenisnya menyatakan perang. Berpuluh-puluh ribu orang mati saat itu. Karena, Pemimpin dari kedua belah pihak tak tahan lagi dengan kekurangan pasukan mereka, akhirnya perdamaian dinyatakan saat itu.
Drakula berjanji dengan Manusia, tidak akan membunuh Manusia dan sebaliknya. Beberapa tahun kemudian, kelahiran penerus dari kedua Pemimpin tersebut telah datang di saat bersamaan.
Istri Pemimpin Drakula, melahirkan seorang putri yang secantik ibunya tersebut, putrinya itu memiliki bola mata berwarna biru laut, saat menatapnya ketenangan menyelimuti tubuh kita . Lalu, Istri Pemimpin Manusia, melahirkan seorang putra yang gagah dan memiliki bola mata berwarna coklat.
Kabar bahwa, Istri Pemimpin Drakula, melahirkan menjadi perbincangan. Karena, seorang Wanita Drakula tidak bisa melahirkan karena, rahimnya sudah tak berfungsi lagi. Tetapi, siapa sangka takdir tersebut di persembahkan kepada, Ratu Drakula.
Bertambahnya perdamaian antara Drakula dan Manusia, semakin meluas, hingga mereka sudah menyatu hanya warna kulit saja yang menentukan mereka, Manusia atau Drakula.
Seiringnya berjalannya waktu, tak terasa penerus dari kedua kerajaan sudah dewasa, mereka bertemu saat umur 15 tahun dan langsung saling menyukai. Setiap hari mereka bertemu di perbatasan secara diam-diam.
Cinta mereka berdua tidak bisa di pisahkan lagi, sampai mereka rela bunuh diri jika tidak bersama. Karena, mereka adalah penerus tunggal, terpaksa kedua orangtuanya merestui hubungan tersebut dan menetapkan tanggal pernikahan mereka.
Sudah beratus-ratus tahun tetapi, penerus Drakula, tersebut masih saja belum hamil. Dia, sudah lelah menunggu mukjitzat seperti Sang Ibundanya. Dia juga sudah merubah suaminya tersebut menjadi seperti dirinya. Sang Suami, tidak ingin meninggalkannya, segala cara membujuk istrinya tersebut agar merubah dirinya itu.
Tetapi, 20 tahun yang lalu, mukjitzat tersebut datang menghampiri rahim wanita itu. Siapa sangka beratus-ratus tahun menunggu, akhirnya rahimnya tiba-tiba terisi sebuah nyawa.
Lagi-lagi, Drakula, tersebut melahirkan bayi perempuan namun, berbeda dengan dirinya maupun suaminya.
Sejak lahir, bayi tersebut tidak menangis sama sekali. Terlebih lagi, rambut bayi tersebut berwarna putih dan bola matanya bisa berubah warna setiap sebulan sekali.
Mereka sangat takut akan hal itu, anaknya itu di jauhkan dari keramaian agar tidak menjadi pusat perhatian, karena berbeda dari anak lainnya.
setiap 5 tahun sekali, mereka selalu berpindah tempat tinggal hingga, anaknya bisa mengontrol dirinya sendiri.
Sekarang umur anaknya berusia 10 tahun dan mereka menetap di negara K, atas keinginan anaknya tersebut. Tetapi, mereka berdua harus berpindah tempat demi keselamatan hidup mereka. Tetapi, mereka juga tidak bisa meninggalkan anaknya sendirian jadi, mereka mengasuh 3 orang gadis pagi yang lebih tua 5 tahun dari anaknya.
Mereka, di ajarkan sesuai dengan keinginan ketiga anak tersebut, ingin menjadi apa. Tiga anak tersebut bernama, Protea Niera, dipanggil Tea, dia senang berkelahi maka dari itu dia di ajarkan bertarung dan kekebalan tubuh.
__ADS_1
Kemudian, Niera Nalnea, saudari kembar, Tea, mereka hanya seling 15 menit saja. Dia, dipanggil Nea. Nea, di ajarkan menggunakan sniper dan itu sangat berkerja dan menjadi kombinasi yang luar biasa untuk saudari kembar tersebut.
Lalu terakhir, Anuhea Sheeta, di panggil, Hea, dia ahli komputer sejak dini, membuat dirinya menjadi hacker yang di cari di seluruh dunia. Hea, mampu meretas keamanan tingkat tinggi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Tea dan Nea, diambil dari jalanan, tidak tahu siapa orang tua mereka. Karena, hal tersebut mereka sangat bersyukur telah di ambil dan di jadikan seperti anak sendiri.
Sedangkan, Hea, 20 tahun yang lalu, Hea dan ibunya mengalami kecelakaan dan saat itu sepasang Drakula itu, kebetulan melintasi jalanan tersebut. Mereka membantu membawa Hea dan ibunya, ke rumah sakit.
"Terima kasih telah menolong, kami. Aku akan membalas budi kalian," ucap Hea, saat itu yang masih berusia 5 tahun.
"Nak, balaslah budimu saat engkau dewasa nanti," sahut wanita tersebut.
Lalu saat usia 10 tahun Ibu Hea, meninggal dan Hea, langsung mencari keberadaan sepasang suami-istri yang telah menolongnya tersebut. Dan sekarang, Hea, telah menepati janjinya tersebut.
Tak terasa 20 tahun telah berlalu, sekarang anak dari sepasang Drakula tersebut sudah dewasa. Hanya satu kekurangan yang ada di tubuh anak itu yaitu, tinggi badannya.
Tingginya hanya 160 dan tingginya hanya se-ketiak ketiga saudari angkatnya tersebut. Namun, wajah dan kemampuannya tidak ada yang mengalahkan walaupun kedua orang tuanya.
Zea, terlihat seperti manusia normal, namun kekuatan seperti Drakula dan dia kebal terhadap pedan perang (Benda yang bisa membunuh, Drakula). Dia memiliki darah seperti manusia namun, badannya sedingin mayat.
Hal tersebut yang membuat kedua orangtuanya takut anaknya berada di keramaian tanpa perlindungan. Maka, dari itu orangtuanya mengangkat, mengasuh dan mengasah keterampilan ketiga anak angkatnya tersebut.
***
Di malam yang cerah dengan bulan yang bulat sepenuhnya, di atas gedung-gedung tinggi terdapat seseorang yang berdiri di ujung gedung. Dia menggunakan jubah bertudung merah dan topeng hitam setengah wajah, untuk menutupi identitasnya.
"Cek... Cek... Aa... Aa...." ucap seorang gadis.
"Bisakah, kau langsung memulainya!!" ketus seorang gadis lainnya.
"Baiklah. Target akan bergerak sejam lagi, kau harus siap siaga di tempatmu. Misi ini sangat berbahaya, karena beberapa mafia dan militer ikut serta," sahut gadis itu lagi. Gadis tersebut adalah Hea.
__ADS_1
"Baiklah, aku lama sudah tidak merenggangkan otot-ototku," jawab Tea.
"Ahhkk!! Kesayanganku pun sudah mulai berkarat, karena lama tak digunakan," sambung Nea.
"Fokuslah dan jika, sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana segera mundur," ucap gadis yang berjubah tadi. Dia adalah Zea.
Mereka adalah pembunuh dan pencuri internasional, tidak pernah tertangkap atau meninggalkan jejak. Perkerjaan ini, di turunkan oleh Ayah Zea, semenjak menjadi Drakula Ayah Zea, menjadi pembunuh bayaran.
"Target mulai keluar," ucap Hea, yang memantau dari kejauhan menggunakan komputernya tersebut.
Zea, menjatuhkan tubuhnya dan melayang di udara, bagi orang biasa jatuh dari gedung 100 lantai pasti akan meninggal dengan tubuh hancur. Itu tidak berkerja pada Zea, hal tersebut hanyalah kesenangan untuknya.
Dengan kecepatannya tersebut, orang tidak akan bisa melihat dirinya. Dia berlari dan melompat hanya seperti angin lewat, tidak ada yang bisa melihat kecepatannya kecuali, ketiga saudari angkatnya. Karena, sejak kecil mata mereka sudah dilatih akan hal tersebut.
Saat sampai di samping rumah target yaitu, Menteri Keamanan negara K, mereka kalah cepat dari seseorang.
"Zea!! Mundur!! Orang lain sudah mengambil data tersebut," peringatan dari Hea, dia sangat menyepelekan untuk hari ini.
"Tidak ada pilihan lain, kita sangat membutuhkan data tersebut," ucap Zea.
"Zea!!" panggil ketiga saudarinya bersamaan.
Zea, membuka topeng dan jubahnya tersebut dan melangkahkan kakinya keluar dan berpura-pura melewati orang yang telah mengambil data tersebut.
"Stop!! Kau siapa?" tanya seorang pria dan beberapa Bodyguardnya sudah menodongkan pistol.
"Ahh... Seorang lelaki," gumam Zea, dalam hati.
Zea, melepaskan tudung hoodienya tersebut dengan perlahan, sembari memakan permen karet.
"Apa lagi yang kau lakukan, ZEA!!" geram Hea.
__ADS_1