THE DEVIL PSYCHO

THE DEVIL PSYCHO
Maaf 2


__ADS_3

Keesokan paginya, semuanya berkumpul di ruang tamu untuk membahas rencana nanti malam.


"Baiklah, ada yang ingin mengeluarkan kata-kata mutiara?" tanya Zea sebelum mengakhiri rapat kecil tersebut.


Lea mengangkat tangannya, lalu berkata, "Apa kita memiliki nama panggilan?"


"Bukankah kita sudah memiliki nama? Lalu mengapa kau masih bertanya?" tanya Zea balik.


Hea menepis kepala Zea dan berkata, "Tentu saja ada. Nama kami Ez."


"Ez? Simpel banget!!"


"Bukankah simpel dan Ez itu bersaudara?" tanya Tea.


"Ahh... hahaha... aku baru mengerti, maksudnya adalah easy? Betulkan? Lalu mengapa bisa Ez?" Lea masih kebingungan.


"Ohh... itu karena aku bodoh dalam bahas inggris," sahut polos Zea.


"Ee... tapi bukankah, mommy dan daddy tinggal di luar negeri?"


"Diamlah Lea, dia itu bodoh!! Dia hanya bisa menunjukkan kebodohannya saja," sahut Hea menepis kepala Zea lagi.


"Dia bodoh karena kau sering memukuli kepalanya. Otaknya jadi berceceran di dalam sana, bodoh!!" seru Nea.


"Yakk!! Aku lebih tua darimu!!" ketus Hea.


"Lalu mengapa!!"


"Mereka mulai lagi," sahut Tea lelah mendengar perkelahian tersebut.


"Aku rasa malam ini cukup diriku dan Lea saja yang pergi," ucap Tea tiba-tiba.


"Eeehhh...." jawab semuanya bersamaan.

__ADS_1


"Kan, mereka juga hanya mafia kecil. Anggap saja sebagai latihan Lea. Hea juga akan memantau kami, kan?"


"Tidak bisa!!" tangkas Zea.


"Aku mendengar mereka berkerja sama dengan klan drakula. Aku tidak bisa membiarkan kalian pergi berdua saja."


"Zea!! Aku, kan...."


"TEA!!" gertak Zea hingga membuat Tea berhenti berbicara.


Suasana menjadi tegang dan mereka semua diam terpaku.


"Kalian tahukan, hanya kalian keluargaku. Kumohon jangan membuat diri kalian berada dalam bahaya." Zea menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajah sedihnya.


"Maaf...." Tea menundukkan kepalanya.


"Bagaimana, Kak Zea dan Kak Nea mengawas kami dari kejauhan? 100 meter atau 200 meter, bukankah itu cukup dekat untuk Kak Zea, hehe...."


Malam pun tiba, semuanya sudah siap untuk berangkat. Setelah sampai di tempat tujuan mereka mengambil posisi yang telah di diskusikan tadi pagi.


"Mereka hanya bertiga? Sepertinya aku pernah merasakan hawa ini, tapi di mana?" gumam Zea dalam hati, merasa ada drakula di lokasi tersebut.


"Zea, apa kau baik-baik saja?" tanya Nea melihat Zea termenung.


"Ahh... aku baik-baik saja."


"Hea, teruslah berkomunikasi dengan Tea. Kita belum memasang alat komunikasi kita kepada Lea."


"Baiklah, sudah aku lakukan sedari tadi," sahut Hea.


Di sisi lain Tea dan Nea memulai pergerakannya.


"Aku kira kita akan menyusup di rumah mewah atau hotel, mengapa di hutan begini?" tanya Lea, ketakutan karena sangat gelap.

__ADS_1


"Apa kau bodoh, markas besar mereka hanya di jaga oleh sedikit orang, tetapi sangat kuat.Yang ada di kota itu hanya tipuan saja, lalu pasang telingamu itu baik-baik, dari tadi aku mendengar suara yang aneh." Tea melihat sekeliling dan merasa gelisah karena dia merasa ada orang yang sedang memantaunya.


Setelah menelusuri beberapa menit tepat tersebut yang di kelilingi pepohonan, suara gemuruh angin dan binatang-binatang. Akhirnya mereka menemukan sebuah gubuk yang di jaga seorang preman, yang badannya 2 kali lipat besarnya dari pada Tea dan Lea.


"Hehe... terpancing. Huhu... hari ini kita dapat makanan besar, hehe...." Seorang wanita tersenyum di balik badan preman tadi.


Di sisi lain, Zea semakin gelisah dia merasa ada sesuatu yang kurang di malam hari ini.


"Zea, aku tidak bisa berkomunikasi dengan Tea!!" ucap Hea yang sangat khawatir.


"Sudah aku duga. Nea ambil posisimu, aku akan segera menyusul Tea dan Lea. Drakula yang ada di dekat kita semuanya tipuan." Zea langsung bergegas menuju ke arah Tea.


"Hahah... whaha... kau sangat lemah, kau akan jadi yang pertama."


Wanita yang ada di balik badan preman tersebut ke luar dan langsung melaju ke arah Lea. Tea sangat terkejut melihat hal tersebut, dengan spontan tubuhnya menutupi Lea.


"Srakkk!! Akhhh... haha...."


Sebuah tangan tembus dari tubuh Tea, darah seger terus keluar dari mulut Tea dan tubuhnya.


"Haha... darah manusia memang sangat lezat, hehe...." Wanita tersebut menjilati tangannya yang penuh dengan darah Tea.


"Haha... berkerja dengan drakula memang menguntungkan. Sekarang giliranmu!!" Preman tersebut mendekati Lea yang memeluk Tea.


"KAK TEAA!!! ARKKK.... HIKS...." Lea tak bisa menahan dirinya lagi, air terus mengalir dari kedua matanya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA


MAAF KALO ADA KATA TYPO ATAU KURANG DI MENGERTI


JANGAN LUPA KLIK ❀️ NYA JUGA YAAAπŸ˜ŠπŸ‘Œ

__ADS_1


__ADS_2