THE DEVIL PSYCHO

THE DEVIL PSYCHO
Maaf 3


__ADS_3

Setelah mendengar teriakan Lea yang membuat seluruh binatang berlarian di sekitarnya. Akhirnya Zea sampai, tubuhnya tiba-tiba kaku saat melihat Tea terbaring di pelukan Lea penuh dengan darah.


"Mati kau!!" Preman tersebut mengarahkan sebuah kampak besar ke arah Lea dan Tea.


"Kak Zea, tolong Kak Tea, kumohon... hikss...."


"Menjauhlah, dari mereka."


Ucap Zea mengayunkan tangannya seakan-akan melempar sesuatu, tetapi malah preman yang hendak membunuh saudarinya tersebut yang terlempar. Preman tersebut terlempar ke pohon besar hingga pohon tersebut tumbang.


"Si–si–sapa kau?" tanya preman satunya dengan terbata-bata.


"Ahh... kau pasti Zea iya, kan? Darah saudarimu sangat lezat, bagaimana kau bisa menahannya sangat di dekat mereka?" ucap wanita tersebut masih menjilati tangannya.


"Aku gagal menjagamu." Zea perlahan melangkah ke arah Tea. Rambut dan matanya mulai berbuah secara perlahan.


"Haha... aku sangat malu, melihatkan tubuhku seperti ini kepadamu... akhh!!"


"Kak Tea, jangan berbicara, kumohan tahanlah sebentar saja." Lea menutupi kedua lobang yang ada di tubuh Tea dengan bajunya.


"Pakailah ini Lea." Zea memberikan mantelnya karena melihat Lea tak mengenakan baju.


"Kak Zea, mata dan rambutmu ber...."


"Lea, Zea. Maafkan aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk kalian."


"Maaf...."


"BERHENTILAH BERBICARA, TEA!!" hardik Lea.


"Kau mulai kurang ajar, Lea. Aku lebih tua darimu, haha...."


Tea masih tersenyum dengan keadaannya yang seperti itu.


"Jangan beritahukan hal ini kepada Nea, apa kalian mengert...."


"Tea!!" ucap Nea tiba-tiba membuat Tea sangat terkejut.

__ADS_1


"AAKKHHH.... TEA!! Hikss... Tea!!!" Nea terduduk menangis.


"Adikku yang bodoh!!"


"Wahh... pertemuan keluarga yang sangat tragis, haha... bagaimana jika aku habiskan semua saudarimu, hehe...," ucap wanita tersebut.


Dor!! Dor!! Dor!! Nea menembaki preman yang ada di sebelah wanita tersebut hingga kepalanya hancur.


"Siapa yang melakukan ini kepada kakakku? SIAPA!!"


"Aku yang melakukannya, apa kau marah? Ingin membalas dendam? Mendekatlah, hehe...."


"Mati kau makhluk, sialan!!"


Nea menembaki wanita tersebut hingga pelurunya habis, tetapi satu peluru saja tidak bisa mengenainya. Bahkan ada yang di tangkapnya.


"Peluru ini seperti lalat saj... akhh...." Jari wanita tersebut terbakar karena memegang peluru tersebut.


"Perak? Wahh... Zea kau sangat pintar mengajari mereka, haha...." Wanita tersebut melirik Zea dan sedikit terkejut melihat Zea mengisap Tea.


"Hentikan, Zea!!" tegas Tea.


"Maafkan aku, Tea. Aku tidak bisa kehilanganmu, maafkan aku...."


Zea mengeluarkan air mata, membuat Tea tersenyum bahagia. Mereka sangat jarang melihat Zea mengeluarkan air matanya, seakan-akan air matanya itu terbuat dari berlian.


"TEA!!"


"KAK TEA!!"


Teriak Nea dan Lea bersamaan saat melihat Tea menutup matanya dengan perlahan.


"Sekarang giliranmu. Kalian berdua sangat mirip, kalian kembar, ya? Haha... pasti darahnya sama, hehe...." Wanita tersebut mendekati Nea.


Tiba-tiba dia berhenti di hadapan Nea yang tak henti-henti mengeluarkan air matanya.


"Apa ini? Mengapa aku tidak bisa bergerak? Hawa ini sangat mencengkeram!!" gumam wanita tersebut, merasa tubuhnya membeku dan tercabik-cabik.

__ADS_1


"Berlutut!! Mengapa kau di hadapan kakakku sangat angkuh? Kau ingin memakannya juga, bunuh dulu aku," ucap Zea sembari mengelap bibirnya yang penuh dengan darah Tea dan membuat wanita tersebut langsung berlutut.


"Mengapa kau membunuh kakakku? Siapa yang menyuruhmu? Zea tolong pisau perakku," ucap Nea dengan tatapan tajam namun air matanya tetap mengalir. Zea melemparkan pisau perak kepada Nea.


"Kumohon, aku akan mati jika kau menusukku dengan itu, tolong jangan," ucap wanita itu dengan wajah yang sangat takut.


"JIKA KAU TAKUT, MENGAPA KAU LAKUKAN ITU KEPADA KAKAKKU!! MENGAPA!!"


"Dan kau tidak berbelas kasihan kepada kakakku, mengapa?"


"Aku tidak berniat membunuh kakakkmu. Aku mau membunuh anak itu, tapi dia yang menghalangiku." wanita itu membela dirinya.


"Sama saja, itu adalah adikku. Kau salah berurusan dengan kami!! AKHH... TEA... KEMBALIKAN TEA...."


Nea menusuk-tusuk wanita tersebut di jantungnya. hingga wanita tersebut menjadi abu, tetapi Nea masih saja menusuk-tusuk debu tersebut yang berceceran di tanah.


Zea mengambil pisau yang ada di tangan Nea dan memeluk Nea.


"Maafkan aku... kumohon maafkan aku...." Zea meneteskan air matanya.


"Zea, selamatkan kakakku, kumohon Zea. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Zea, Zea, ZEA...."


Hea yang baru saja sampai hanya bisa menutup matanya sebentar untuk menangkan dirinya dan mengeluarkan suntikan penenang untuk Nea. Hea mendengar semuanya dari alat komunikasi, tetapi dia sangat tidak percaya saat di lihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Maafkan aku, Hea. Aku... Aku...."


"Tenanglah." Hea memeluk Zea dan Nea bersamaan. Hea menahan semua kesedihannya agar saudari-saudarinya tidak terlalu tersakiti.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA


MAAF KALO ADA TYPO ATAU KATA YANG KURANG DI MENGERTI


JANGAN LUPA KLIK ❀️ NYA JUGA YAAπŸ˜ŠπŸ‘Œ


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


__ADS_2