
"Surat dari siapa itu?" tanya Milan saat melihat istri tercintanya membuka sebuah surat di ruang tamu.
"Keluarga Alvano," sahut Elena.
"Hahaha... ternyata tua bangka itu masih mengingatku, hahaha." Milan menjadi bersemangat saat mendengar keluarga Alvano mengirimkannya sebuah surat.
"Cepat, bacakan surat itu," sambung Milan sudah tak sabaran.
Beberapa saat kemudian setelah Elena membaca surat tersebut mereka berdua sangat gembira. Surat tersebut menyampaikan pesan bahwa akhir pekan ini keluarga Alvano akan mengunjungi mereka.
"Hahaha... mereka akan datang, hahaha. Kita harus menyambut mereka dengan meriah, hahaha...."
"Sudah lama kita tidak mendapatkan kabar segembira ini, hehe...."
"Aku akan mengenalkan Zea kita kepada mereka, haha...."
"Pikiranmu jangan terlalu jauh, sudah aku katakan aku tidak ingin menikah!!" geram Zea yang mendengar semua pembicaraan orang tuanya.
"Kyaa!! Kau mengejutkanku!!" jawab Milan terkejut mendengar ucapan Zea.
"Kau sudah tidak memiliki jantung, berhentilah bersikap seperti manusia!!" sahut dingin Zea dengan wajah datar melewati Milan ke arah dapur.
"Zea...."
Ucap Elena terhenti karena tiba-tiba mencium harum feromon yang sangat manis dan membuat dirinya seperti terhanyut di sungai yang mengalir sangat tenang.
"Mommy!! Daddy!! Badanku... argh... badanku!!" Tubuh Zea tiba-tiba menggetar hingga gelas yang dia pegang jatuh dan terpecah.
"Tolong... arghh... aku tidak tβtahan lβlagi...," ucap Zea terbata-bata karena merasa tubuhnya sangat aneh. Seluruh badannya seperri ada yang mengelus dan di dalam perutnya sangat terasa geli.
__ADS_1
"HEA!! TEA!!" teriak Elena yang baru saja tersadar karena mendengar rengekan anaknya.
Milan sudah tidak bisa bergerak lagi karena mencium harum feromon milik Zea. Milan sudah terhipnotis dan tertidur pulas.
Hea dan Tea langsung sergap keluar dari kamar dan memberikan suntikkan khusus untuk menghentikan feromon Zea keluar.
"Argh...."
Setelah di suntik Zea langsung pingsan dan Milan kembali sadar.
"Apa-apaan dengan feromon anak ini?" ucap Milan kebingungan karena baru mencium aroma feromon yang sangat menenangkan.
"Apakah ini baru pertama kalinya?" sambung Milan.
"Ini kedua kalinya. Tiga bulan yang lalu dia mengalami hal ini, tetapi kami sudah di berikan suntikkan ini saat umur Zea 15 tahun," jelas Hea.
"Aku akan membawanya ke kamar," sahut Tea menggendong Zea.
"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Lea melihat kejadian tersebut. Lea sangat terkejut melihat Zea menggetar karena kesakitan.
"Tenang saja, Zea sangat kuat. Kau tak perlu mengkhawatirkannya, ayo kembali ke kamar kita," sahut Nea menenangkan Lea dengan mengelus pundak Lea.
Hea membawakan Milan dan Elena air putih untuk menenangkan diri. (Jangan terkejut yaa, mereka udah terbiasa memakan atau meminum segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia. Mereka meminum darah di waktu yang tertentu saja yaa.)
"Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Hea.
"Kami sudah baik-baik saja, kami hanya tidak tahu harus melakukan apa kepada Zea. Dia terlalu sempura dan aku sangat takut jika dia... hiks...." Elena tidak bisa melanjutkan perkataannya karena masih syok.
"Apakah kalian harus tinggal di sini agar lebih aman? Ya, kalian harus segera pindah," sahut Milan sangat resah.
__ADS_1
"Daddy, Mommy. Tenangkan diri kalian. Apa kalian masih tidak mengerti apa yang di alami Zea?" ucap Hea dengan senyuman.
"Yang di alami Zea? Apa maksudmu? Mengapa kamu tersenyum, Hea?" tanya Milan kebingungan.
"Umur Zea sudah 20. Bukankah kalian sendiri yang memberitahukan aku, di umur itu tubuh Zea akan mencari pasangannya sendiri," jelas Hea.
Milan dan Elena langsung mengingat ucapan Hea akan hal tersebut. Tubuh seorang perempuan saat berumur 20 tahun akan mengeluarkan feromon, untuk mencari pasangannya atau memikat pasangannya yang di sebut masa heat.
Tetapi di kasus Zea seharusnya masa heat tidak bisa dicium oleh keluarga yang ada hubungan darah. Karena hal tersebut yang membuat Milan dan Elena kebingungan.
"Ouh... surat apa ini?" tanya Hea melihat sebuah surat di atas meja.
"Ahh... keluarga Alvano akan datang akhir pekan bersama dengan cucu laki-lakinya," sahut Elena.
"Cucu laki-laki? Mengapa harus membawa cucunya?" tanya Hea lagi.
"Mereka kenalan lama daddy, jadi mungkin dia ingin mengenalkan cucunya kepada kita. Mungkin saja kami akan menjodohkan mereka, hahaha...." Milan bergurau.
"Menjodohkan? Cucunya dan Zea kita, hahaha... itu sangat bagus, hahaha. Itu bagus sangat bagus, hahaha... mengapa tidak aku baru memikirkan itu. Baiklah, sekarang semua urusan telah selesai, hahaha...."
Ucap Milan yang tak henti tertawa membuat Elena dan Hea kebingungan dengan ucapan yang dikatakan Milan.
ππππ
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA HYUNG, BERUPA LIKE, KOMEN ATAU VOTE, OKE!! π
KALO ADA TYPO MOHON MAAF, HYUNG πππ
ππππ
__ADS_1