THE DEVIL PSYCHO

THE DEVIL PSYCHO
Perjanjian kontrak


__ADS_3

Zea kembali mengenakan topengnya, lalu kembali ketempat duduknya. Nea dan Tea juga mulai serius dan memulai kontrak yang mereka bicarakan sedari tadi.


"Sebelum kita melakukan perjanjian ini, kami akan memulai memeriksamu terlebih dahulu," ucap Tea.


Setelah Tea selesai berbicara, Elena datang dengan Hea. Taleatha terbuai melihat keanggunan Elena, matanya terus saja menatap tak henti-hentinya.


"Berhentilah menatap Mommyku!!" ketus Zea.


"Mommy? Maksudmu itu ibumu?" tanya Taleatha tak percaya.


"Mengapa dia sangat muda? Apa kau anak angkatnya? Atau kau lahir di luar nikah?" sambung Taleatha.


"Yakk!! kau mau mati menghinaku seperti itu!!" seru Zea emosinya mulai membara.


"Zea, kau tidak berkata seperti itu, Sayang," tegas Elena dengan lemah lembut, bahkan hanya mendengarnya berbicara saja membuat seseorang bisa terhipnotis.


"Zea, keluarlah sebentar. Kami akan mengurusnya. Temuilah daddy angkat," suruh Hea.


Zea melepaskan topeng lalu, pergi dengan wajah lesu. Hea mulai memeriksa tubuh Taleatha mungkin saja ada alat penyadap di tubuhnya.


Sedangkan Elena menunggu gilirannya dengan meminum teh secara anggun. Elena memiliki kekuatan melihat masa depan dan juga menghapus ingatan. Tetapi kekuatan Elena tidak bisa menurun kepada Zea.

__ADS_1


Yang lebih membuat membuat mereka kebingungan, walaupun kedua kekuatan tersebut tak bisa dimiliki Zea, kekuatan itu juga tidak bisa digunakan kepada Zea.


"Sekarang giliran, Mommy angkat," ucap Hea telah selesai memeriksa tubuh Taleatha.


"Terima kasih. Aku akan memulainya," jawan Elena.


Elena meletakan jari telunjuknya di kening Taleatha. Taleatha hanya terdiam kebingungan sembari menatap ketiga saudari Zea. Elena bisa melihat masa depan seseorang hingga mau menjemput orang tersebut.


Akan tetapi setelah adanya perjanjian kontrak, Zea membuat ibunya melihat masa depan seseorang hanya sampai 10 tahun ke depan saja. Zea juga tidak percaya dengan pengelihatan ibunya tersebut. Zea percaya takdir seseorang akan berubah setiap harinya.


"Oke, selesai. Wahh... kau anak yang sangat baik, Zea pasti menyukaimu," ucap Elena sembari mengelus rambut Taleatha.


"Baiklah, kita mulai saja perjanjian kontrak ini, sebelum itu Tea akan menjelaskan lebih detail kepadamu," sahut Hea mengacuhkan ucapan Nea.


"Wahh dia kurang ajar sekali!!" ketus Nea.


"Baiklah, aku akan langsung saja. Pertama, jika kau menerima perjanjian ini berarti dirimu sudah milik keluarga ini. Kedua, nama margamu akan digantikan dengan marga keluarga ini. Ketiga, jika kau menyetujui perjanjian ini semua orang yang pernah kenal atau berkerja sama denganmu sudah tidak memiliki hubungan lagi denganmu. Keempat, kau harus menjaga rahasia sekecil apa pun tentang keluarga ini. Lalu yang terakhir, jika salah satu kau mengingkari keempat perjanjian di atas hmm... kau tahu bukan apa yang akan terjadi selanjutnya?" jelas Tea dengan sedikit mengancam serta menyodorkan kertas perjanjian kepada Taleatha.


"Bacalah dan pahami terlebih dahulu, jika sudah aku akan memanggil Zea," sambung Tea dengan napas tak teratur karena terburu-buru saat membaca tadi.


Di sisi lain Zea menuju ruang tamu untuk bertemu dengan ayahnya. Sesampainya di sana Zea mengambil buah-buahan yang ada di atas meja, kemudian duduk di samping ayahnya.

__ADS_1


"Langsung saja ke intinya," ketus Zea sembari menikmati buah-buahannya tersebut.


"Hea bilang kalian bertemu dengan klan vicious? Apa mereka mengancammu?" tanya Milan.


"Ibu saja keturunan raja drakula bisa kalah melawanku, lalu apakah mereka sanggup melawanku? Kau tak perlu khawatirkan aku, itu bukan gayamu," jelas Zea.


"Aku sudah mulai tua dan perselisihan kita ini tidak ada ujungnya, aku sudah sangat lelah," sahut ayahnya dengan nada lemas.


"Daddy, aku sudah besar kau tidak perlu khawatir. Aku juga memiliki ketiga saudariku yang menyayangiku. Semua itu sudah cukup dan aku mohon kepada kalian tetaplah di kastil ini. Sebelum pergi aku akan menambah keamanan kastil ini. Apa kau mengerti!!" tegas Zea lalu pergi meninggalkan ayahnya.


"Haa... dia sudah dewasa dan aku semakin tua. Kapan aku akan mendapatkan cucu dari anak-anakku!!" keluh Milan.


"Aku masih muda dan aku benci pernikahan!!" sahut Zea dari kejauhan karena mendengar perkataan Milan membahas soal pernikahan, Zea sedikit emosi. Milan langsung terdiam, lalu segera pergi ke kamarnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA HYUNGπŸ‘Œ


MAAF KALO ADA KATA-KATA TYPOπŸ˜ŠπŸ‘Œ


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


__ADS_2