
"DADDY!!" teriak Zea, membuat tubuh Milan merespon dengan sendirinya menuju Zea secara cepat.
Teriakan Zea juga membuat semuanya berlari menghampirinya, sesampainya di ruang tamu semua terkejut melihat Tea mengamuk dan menyerang Zea.
Nea sangat syok hingga terduduk, Alvano dan Elena menjaga Nea dan Lea di belakang mereka. Sedangkan Reizo berlindung di belakang Lino.
"TEA, HENTIKAN ITU. SADARLAH!!" teriak Nea sembari menangis.
"Zea, dia mengisap darahmu. Kau...."
"Tenanglah, aku tidak akan mati. Biarkan dia mengisapku untuk mengurangi rasa hausnya. Saat ini dia bukanlah Tea yang kita kenal. Daddy tolong ambillah Hea," ucap Zea, sembari membawa Tea sedikit menjauh dari lainnya.
Hea sangat terkejut hingga untuk berdiri saja tubuhnya tak bisa. Beberapa saat kemudian mata Tea yang merah perlahan kembali semula.
"Tea, kau bisa mendengarku?" tanya Zea dengan mengelus kepala Tea.
"Zea, tubuhku terasa aneh. Aku tidak ingin mengisap darahmu tapi tubuhku tidak bisa aku gerakan. Semua pergerakan menjadi melambat, bahkan pendengaranku menjadi sangat tajam," ucap Tea dengan meneteskan air matanya tanpa henti.
"Tidak apa-apa. Kau baik-baik saja, hisaplah hingga dahagamu segar. Apa kau mengingat semuanya?" tanya Zea.
"Aku tidak terlalu mengingatnya, aku merasa sedang bermimpi sangat panjang."
"Tidak apa-apa. Tenanglah dan kendalikan dirimu, ini semua tubuhmu tidak ada yang bisa mengendalikannya selain dirimu." Zea membuat Tea merasa nyaman hingga tubuhnya kembali normal.
"Maafkan aku, hikss... maafkan aku...." Tea menangis sembari minta maaf tanpa henti.
"T–Tea, apa kau mengenalku?" tanya Nea mendekati Tea secara perlahan.
Tea membalikkan tubuhnya dan tangisannya tambah histeris saat menatap saudari kembarnya tersebut.
__ADS_1
"Nea, hiks... Nea menjauhlah dariku, aku bisa menyakitimu, hikss...."
"Kau tak perlu khawatir, walaupun kau berubah manjadi apa pun kau tetaplah saudariku." Nea perlahan mendekati Tea.
"Maafkan aku, hikss...."
Nea pun memeluk Tea, hingga membuat Tea merasa tenang dan nyaman dan tertidur di pelukan Nea.
"Daddy tolong bawa Tea, ke samping kamarku. Lea bukakan kamar itu biarkan untuk beberapa saat dia tinggal di situ, hingga dia bisa mengendalikan dirinya. Hea tolong ambilkan stok darah di ruang penyimpanan."
Zea terduduk merasa tubuhnya sangat panas dan sempoyongan. Kepalanya sangat sakit hingga tidak bisa memikirkan apa pun lagi. Lino bergegas menghampiri Zea sembari membawakan sebuah handuk, lalu menutupi luka Zea.
"Lino menjauhlah dariku untuk saat ini," ucap Zea yang sempoyongan.
"Tenanglah dan tidurlah, kau berkerja dengan bagus hari ini, Zea. Cup...." Lino mengecup kening Zea, seketika Zea pingsan di tubuh Lino.
"Hea, tolong bawakan stok darahnya ke kamar Zea. Malam ini aku yang akan menjaganya."
"Lino, bukankah kau juga harus...."
"Ny. Elena, sebaiknya kau juga segera istirahat. Esok hari akan menjadi hari yang berat untuk kalian, bukan!!" tegas Lino dengan tatapan tajam.
Elena langsung melepaskan tangannya dengan senyuman ramah nan-anggunnya tersebut.
(。♡‿♡。)
Keesokan harinya, Zea terbangun dengan mata yang masih sayu tersebut menatap Lino yang tertidur duduk di kursi di samping kasurnya.
Perlahan Zea turun dan memberikan Lino selimut dan bergegas mandi. Saat selesai mandi Zea melihat Lino sudah pindah ke kasur.
__ADS_1
"Bangunlah dan segera mandi!!" ketus Zea.
"Hmm... berikan aku ciuman pagi terlebih dahulu," ucap Lino membuat pipi Zea memerah.
"K–kau bukan anakku atau pun anak kecil lagi!!"
"Akhh... kau ini, ckk...."
"Yakk!! Kau berdecak?"
"Aku akan mandi."
"Kau mengabaikanku!!"
"Kau menyuruhku mandi, lalu apa lagi yang membuatmu marah?"
"Kemarilah," pinta Zea dengan nada marah.
"Cepatt kemari!!"
Lino pun mendatangi Zea dengan menghela napas dan berjalan lesu.
Cup....
Zea mengecup bibir Lino, membuat Lino terkejut namun juga sangat senang dan bersemangat.
"Aku mencintaimu," ucap Lino dengan senyuman bahagia sembari berjalan menuju kamar mandi.
"Haa... laki-laki itu!! Apakah ini rasanya memiliki pasangan," gumam Zea memegang bibirnya dan juga dadanya yang berdetak kencang.
__ADS_1
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTNYA, HYUNG 😊🙏🙏