THE DEVIL PSYCHO

THE DEVIL PSYCHO
Mengendalikan Tea 2


__ADS_3

Beberapa tahun yang lalu, saat Tea dan Nea masih hidup di jalanan.


"Hei, Nea!!" panggil Tea.


"Hmm...," sahut Nea yang asik bermain pasir.


"Bagaimana jika tiba-tiba aku meninggalkanmu atau terjadi sesuatu kepadaku?" tanya Tea sembari menatap birunya langit.


"Hmm... tentu saja aku akan menolongmu, kitakan saudara, hehe...," sahut Nea tanpa memikir apa arti dari kata saudarinya tersebut.


"Bagaimana jika aku tidak ada di dunia ini?"


"Hmm... di dunia ini?" Nea sedikit bingung.


"Maksudmu kau berada di luar angkasa?" tanya Nea.


"Eโ€“eโ€“hmm... iya seperti itu...."


"Tentu saja aku akan menyusulmu, hehe...."


"Haruskah kita berdua tinggal di luar angkasa?" gumam Nea.


Mendengar perkataan Nea tersebut, Tea merasa hatinya bergetar, seluruh tubuhnya menggigil merinding.


"Kau sangat bodoh, Nea!!"


"Aww? Mengapa kau mengatakan, perkataan kasar padaku. Kau sangat jahat, Tea!!"


"Haha... air matamu ingin jatuh, dasar lemah, haha...."


"TEA!!!"


Lalu beberapa tahun yang lalu 3 bulan sebelum mereka di ambil oleh Milan dan Elena, mereka berdua di serang oleh seseorang pria dewasa semacam preman. Mereka hendak di jadikan budak ****, tetapi karena mereka sudah terbiasa hidup di jalanan berlari dan bersembunyi sudah menjadi makanan sehari-hari mereka.


"Nea, dengarkan aku. Larilah ke sana aku akan menyusulmu." Menunjuk ke arah gang kecil penuh dengan sampah.


"Tidak!!" sahut Nea, membuat Tea tersentak.


"Nea!!"


"Kau tidak akan menyusulku, kan? Lalu, bagaimana aku bisa hidup jika tidak ada kamu, Tea? Lebih baik kita mati berdua di tangan om-om gendut itu, dari pada hidup sendiri dalam penyesalan."

__ADS_1


Ucap Nea membuat Tea tak bisa berkata-kata dan tubuhnya merasa kaku dan menggetar. Nea menggenggam tangan Tea lalu menariknya ke gang kecil tersebut.


"SIAL!! Ke mana anak kecil itu lari?"


"Ini sangat gelap dan mereka masih kecil, dangat sulit mencarinya saat malam hari, Bos."


"CARI TERUS!!"


"BAIK, BOS."


Om-om gendut dan para anak buahnya tersebut pun mencari mereka ke arah yang berlawanan.


"Tea, ayo kita ke situ, sepertinya tempat itu bekas gelandang seperti kita. Ayo malam ini tidur di situ," ucap Nea melihat beberapa kayu dan kardus berdiri membentuk pondok-pondokan.


"Nea, maafkan aku, hiks...."


"Aku saudari yang tak berguna bagimu, hiks...."


"Ngnn... hiks... hiks...."


"Kau adalah saudari yang terbaik di dunia ini, buktinya kau mau mengorbankan hidupmu demi aku. Tetapi, aku hanya tak bisa hidup tanpamu, hehehe...."


"Nea... HIKS...." Tea memeluk Nea dengan erat hingga Nea sedikit kesulitan dalam bernapas.


"Akhh...." desis Nea merasa perih yang memotong pergelangan tangannya.


"Kau boleh meminum darahku, Tea," ucap Nea dalam hati sembari menatap mata Tea yang melaju ke arahnya.


Saat Tea sudah berada di depan mata Nea, Nea menutup matanya dan mengikhlaskan apa pun yang terjadi pada dirinya.


"Dasar bodoh!!" ucap Tea melewati Nea.


Nea terkejut bahkan semua orang yang menyaksikannya pun ikut terkejut. Zea tersenyum tipis melihat hal tersebut.


"Aku tidak percaya semuanya berjalan dengan lancar," gumam Zea, menatap ke arah hutan yang berada di luar rumahnya.


"Sial!! Dengan jarak sejauh ini pun dia masih bisa merasakanku!!"


"Hyakk!! Apa-apaan kalian ini? Bukankah kalian terlalu kasar padaku?" ketus Tea setelah selesai melahap darah rusa tersebut.


"Wahh... rusanya sampa kering, bukankah kau penghisap yang rakus, Nak?" ucap Milan.

__ADS_1


"Aku tertidur sangat lama, Daddy. Bukankah ini hanya satu rusa, harusnya kalian menyiapkanku lima rusa."


"Tea?" panggil Nea dengan mata berlinang.


"Lihatlah dirimu, kau sampai menjadi bahan percobaan." Tea merobek bajunya lalu menutupi luka Nea.


"Apa kau tidak apa-apa? Apa ada bagian yang terluka lainnya?" sambung Tea.


BUG... PLAK... PLAKK.... Nea memukuli tubuh Tea.


"Kau, hiks...."


"Maafkan aku, Nea. Sekarang aku tidak akan membuatmu sepeti ini, maafkan aku." Tea menghapus air mata Nea dan memeluknya dengan erat.


"Aku akan mengambil kesempatan ini," gumam Zea.


Milan dan Hea terkejut saat mendengar ucapan Zea tersebut dari perkataan Zea itu, terdapat sesuatu yang telah ia rencanakan.


"TEA!!" panggil Zea dan memperlihatkan tangannya yang penuh darah. Membuat mata Tea menjadi dan menghampirinya.


.


.


.


.


.


**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA ๐Ÿค—๐Ÿ™


MAAF KALAU ADA KATA YANG KURANG DI MENGERTI ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š**


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2