
Zea langsung bergegas kembali ke penjara bawah tanah. Mereka sudah menandatangani perjanjian kontrak tersebut.
"Apakah, sudah selesai?" tanya Zea yang belum saja memasuki ruangan tersebut.
"Iya sudah," sahut Tea.
"Taleatha Zea, itu namanya sekarang. Nama panggilannya Lea. Lalu Nea, rubahlah penampilannya ini, masih anak kecil tetapi riasannya sudah seperti orang dewasa," perintah Zea.
Nea langsung menyuruh Lea mandi dan Nea bersiap-siap mendandani Lea. Sedangkan Hea langsung mengerjakan bagiannya yaitu membuat kartu pengenal Lea yang baru.
"Zea, mengapa tidak memakai nama daddymu, Sayang?" tanya Elena.
"Anak itu aku yang dapat, bukan si tua itu. Aku tidak ingin dia memakai nama keluarga ini, dia masih muda tanggung jawabnya akan lebih besar jika dia memakai nama keluarga ini. Saat waktunya tiba namanya akan di gantikan lagi. Hea...." Belum selesai Zea mengucapkan perkataannya Hea sudah selesai membuat kartu nama yang di inginkan Zea.
"Seperti ini," sahut Zea sembari menunjukkan laptopnya.
"Kami sudah selesai. Anak ini sangat imut," sahut Nea dengan gembira sembari mengelus pipi Lea.
"Wahh... dia masih anak imut yaa. Jadi ingat pas Zea kecil deh," ucap Elena sembari memeluk Zea.
"Mommy lepaskan aku, Mom." Zea mendorong mommynya, dia merasa malu karena di peluk seperti itu.
"Ouh... Zea sangat jahat dengan mommy. Bagaimana kalau Lea saja yang mommy peluk, kemari Lea, sini... sini...." Elena memanggil Lea dengan senyuman yang dangat gembira.
"Sepertinya aku belum pernah melihat mommy angkat seperti itu," bisik Tea.
__ADS_1
"Aku juga ingin di peluk mommy angkat, hiks...," rengekan Nea.
"Lea, kemarilah. Aku akan membawamu ke kamarmu," panggil dingin Hea sembari berjalan menuju luar bersama Zea.
Lea bergetar jika Hea berbicara dengan dirinya. Karena hanya Hea saja yang bersikap dingin kepadanya.
"Apa kau takut dengan, Hea?" tanya Elena.
"Sepertinya dia tidak menerimaku," sahut Lea.
"Kau tak perlu memikirkan itu, Hea memang seperti itu. Lebih tepatnya dia tidak bersosialisasi dengan orang lain," jawab Tea. Mereka menuju keluar bersama-sama.
"Hea itu anak yang baik, dia terlalu terobsesi dengan dunia sendiri. Kau hanya perlu fokus kepada Zea, karena dia lebih sulit dipahami, hehehe...," sahut Elena dengan canda guraunya.
"Ahh... masalah itu kau akan mengetahuinya sebentar lagi," jawab Elena dengan senyuman anggunnya tersebut.
Sesampainya di luar Lea sangat terkejut dan membulatkan matanya karena melihat di dalam kastil tersebut sangat lah mewah. Kastil tersebut lebih mewah dari rumah utama keluarganya, bahkan dinding cat kastil tersebut berwarna emas.
"Apakah semua ini emas asli?" tanya Lea melihat sekeliling tanpa henti.
"Iya ini semua emas asli. Mengapa kau sangat terkejut? Bukannya keluarga Yakuza sangat kaya raya. Aku dengar rumah utama mereka di penuhi dengan emas juga," sahut Nea.
"Tidak, tidak seperti ini. Rumah utama Yakuza hanya lampu, sofa dan peralatan dapur saja," jelas Lea.
"Ouh... aku mengira rumah utama mereka seperti kastil ini," sahut Tea dengan datar.
__ADS_1
Mereka pun sampai di lantai dua, di sana sudah ada Hea menunggu di depan pintu.
"Ini kamarmu. Jika membutuhkan sesuatu kamar kami ada di sebelahmu. Jangan pernah mengetuk pintu Zea saat malam hari, mengerti?" jelas Hea dengan dingin dan datar.
"Hea, kau terlalu keras kepadanya," sahut Nea.
"Jika kita terlalu lembek dengannya, bagaimana dengan nantinya? Kalian harus memikirkan ke depannya, bukan untuk saat ini." Hea, sedikit kesal. Setelah mengatakan ucapan tadi Hea langsung kembali ke kamarnya dengan membanting pintu.
Tea, Nea, dan Lea terkejut mendengar hempasan pintu tersebut.
"Tidak isah terlalu di pikirkan, sekarang Lea istirahat saja, oke," ucap Elena dengan senyuman.
Senyuman Elena tersebut membuat orang yang melihatnya menjadi tenang. Mereka semua langsung kembali ke kamar masing-masing. Elena pun segera turun, tetapi saat turun kepala pelayan memberikan surat kepada Elena.
"Mommy angkat, ada surat untuk keluarga Baccara," ucap kepala pelayan, lalu kembali ke posisinya setelah memberikan surat tersebut.
"Surat? Jarang sekali ada surat masuk ke ke rumah ini," gumam Elena dan juga sedikit terkejut.
ππππ
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA HYUNG ππ
MAAF KALO ADA TYPONYAππ
ππππ
__ADS_1