THE DEVIL PSYCHO

THE DEVIL PSYCHO
STEMPEL


__ADS_3

Tok... tok... tok.... Lino mengetuk pintu kamar kakeknya.


"Aku tidak menerima tamu. Silahkan pergi," sahut kakeknya.


"Aku bukan tamumu!!" seru Lino.


Kakeknya membuka pintu, lalu bertanya, "Kamu siapa?"


Lino memasang wajah datar, lalu masuk tanpa di persilahkan.


"Apa yang kau inginkan? Kau bukan orang yang tidak memiliki tujuan saat mendatangi seseorang, bukan?" tanya kakeknya lagi.


"Kau orang?" sahut dingin Lino.


"Jika aku binatang, maka kau juga binatang!!" Kakeknya mulai kesal.


"Cepat katakan, apa yang kau inginkan?"


"Aku ingin stempel keluarga Alvano."


Kakeknya sedikit terkejut. Lino tak pernah menggunakan barang-barang yang di miliki keluarganya sendiri.


"Untuk apa kau menginginkan? Apa lagi yang ingin kau lakukan?" Kakeknya membuka sebuah ruangan di balik sebuah foto yang besar.


"Aku ingin mengunjungi keluarga Baccara," jawab Lino sembari mengikuti langkah kaki kakeknya.


"Sudah aku katakan jangan pernah mengusik keluarga itu. Tetapi jika kau memaksa, aku harus ikut denganmu." Kakeknya mengambil kotak kecil dalam brangkas. Sepertinya itu stempel yang di maksud Lino.


"Terserah kau saja ingin melakukan apa," jawab dingin Lino.

__ADS_1


Di sisi lain di rumah keluarga Baccara. Zea memakai topeng dan jubahnya menuju penjara bawah tanah bersama-sama dengan saudari kembarnya.


"Put... Nona Zea, apakah ingin melihat gadis yang Anda, bawa?" tanya Penjaga pintu penjara yang hampir saja keceplosan memanggil Zea dengan sebutan Putri.


"Iya. Buka pintunya sekarang."


"Tapi Nona Zea...."


"Tidak apa-apa, ada kami. Buka saja, oke," ucap Nea.


"Baik Nona Nea."


Penjaga pintu langsung membuka pintu dan Zea segera menuju ruangan yang dia maksud.


"Kau datang," ucap gadis tersebut.


Ternyata gadis tersebut adalah gadis yang dia selamatkan dari tikaman Lino. Gadis yang menjadi tahanan Lino. 10 hari yang lalu saat tahanan tersebut di pindahkan dari rumah utama Lino, Zea menghentikan mobil dan mengambil gadis tersebut. Lalu Zea menggunakan kekuatannya membuat gadis tersebut tertidur hingga sampai di tempat tujuannya yaitu penjara bawah tanah di kastilnya.


Ruangan tersebut sangat luas kasur yang besar dan juga segala peralatan sangat lengkap. Penjara tersebut bukanlah penjara melainkan kamar milik seorang putri kerajaan, itulah yang di pikirkan semua orang saat melihat ruangan tersebut.


"Apakah semua ruangan di sini seperti ini?" tanya gadis itu lagi.


"Tidak. Hanya ruanganmu saja yang seperti ini," sahut Zea. Gadis itu terkejut hingga matanya membulat.


"Haha... ini sungguh sangat lucu," sahut gadis itu dengan tertawaan.


"Kau tidak percaya. Lihatlah sendiri," jawab Tea sembari membawa gadis itu berkeliling sekitar ruangannya.


Gadis itu sudah tak sanggup berdiri saat melihat-lihat ruangan yang ada di samping. Tubuhnya melemas melihat kekejaman yang ada di penjara tersebut. Mereka menyiksa orang ada di ruangan tersebut, lalu menyembuhkannya. Hal itu terus terulang hingga tahanan meninggal, karena sudah tak sanggup menahan semua siksaan tersebut.

__ADS_1


"M–mengapa, ruanganku b–ber–berbeda?" ucap gadis itu terbata-bata.


"Ohh... sebelumnya ruangan mereka, seperti ruanganmu," jawab Nea mengejutkan Tea dan gadis itu.


"Mereka seperti itu kerena melanggar janji dan penghianatan. Mereka semua tidak tahu terima kasih sama sekali dan itulah hukuman bagi merek," lanjut Tea.


"Bagaimana... hikss... hikss...." Gadis tersebut tak bisa berkata-kata lagi. Dia merasa seperti lepas dari buaya malah masuk ke sarang singa.


"Apakah aku yang membuat dia nangis?" tanya Tea bingung melihat gadis itu tiba-tiba nangis.


"Hayo... kau akan membuatnya nangis. Hayo...," goda Nea.


"Mengapa menangis?" tanya Zea dari kejauhan.


Saudari kembarnya sangat terkejut hingga tak bisa menjawab pertanyaan Zea.


"AKU TIDAK INGIN MATI!! HIKSS!!" hardik gadis tersebut di bawah kaki Zea.


"Mati? Kau seperti anak kecil. Berdirilah dan segera kembali ke ruanganmu," sahut Zea dengan dingin, lalu kembali ke ruangan gadis tersebut.


"Dia bilang seperti anak kecil?" tanya Tea dengan wajah datar.


"Apakah dia mengatai dirinya sendiri?" sahut Nea dengan wajah datar juga.


🍂🍂🍂🍂


**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA HYUNG🙂👍


MAAF KALO ADA TYPO ATAU KATA YANG KURANG DI MENGERTI😊

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂**


__ADS_2