The Great Land

The Great Land
Ep.11 Jalan Jalan


__ADS_3

"Eh......? eh.....apa......? kamu bilang mencintai ku......?" ucap Vesa yang tak percaya apa yang ia dengar. "Ya.... aku sangat mencintaimu, Vesa....." ucap Riz.


"Eh........!! apakah aku tidak mimpi......?" ucap Vesa. "Tidak.... kau tidak sedang bermimpi Vesa, dan apakah kau mau menjadi pendamping hidup ku......?" ucap Riz. "Hmm.... ya.... tentu saja aku mau..... tapi....." ucap Vesa yang ragu ragu. "Tapi apa......? apa yang membuat mu ragu ragu .....?" ucap Riz.


"Aku buta dan tak bisa melakukan apapun...... apakah kamu masih mau menerima ku......?" ucap Vesa. "Aku tidak mempermasalahkan hal itu, kau bisa memasak untuk mu dan melakukan beberapa hal lainnya" ucap Riz. "Apakah tidak apa apa.....?" ucap Vesa.


"Ya.... aku tidak apa apa....." ucap Riz yang sambil memegang tangan kiri Vesa. "Hmm.... baiklah..... aku juga mencintaimu Riz....." ucap Vesa yang juga meletakkan telapak tangan kanannya di atas tangan Riz. "Oh ya.... aku hampir lupa" ucap Riz yang kemudian mengambil sebuah kotak kecil dari sakunya.


"Vesa..... maukah kamu menerima cincin ini.....?" ucap Riz. "Eh......? langsung dengan cincin.....?" ucap Vesa. "Apakah kamu tidak mau.....?" ucap Riz. "Aku.... aku mau...." ucap Vesa dengan malu malu. Kemudian Riz mengangkat tangan kiri Vesa dengan tangan kirinya. Setelah itu Riz mengambil cincin dan kemudian memasukkan cincin itu ke jari kiri manis milik Vesa.


"Oh ya..... Vesa aku masih ingin pergi ke tempat lain, bagaimana kalau kita kunjungi.....?" ucap Riz. "Aku juga.....?" ucap Vesa. "Ya.... kamu juga ikut, ayo pergi setelah membayar" ucap Riz. Kemudian Riz pun berjalan ke arah kasir, Vesa pun mengikuti Riz dari belakang. Setelah Riz membayar tagihan, mereka pun keluar dan menuju ke sebuah toko baju.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam toko baju. "Selamat datang.... apakah ada yang bisa saya bantu......?" ucap pegawai tempat itu. "Ya..... apakah bisa carikan pakaian yang cocok dengan nya.....?" ucap Riz sambil menunjuk Vesa. "Riz.... apakah ini tempat baju.....?" ucap Vesa. "Ya.... emangnya ada apa.....? aku ingin membelikan beberapa baju yang cocok dengan mu....." ucap Riz.


"Tidak perlu Riz.... aku tidak ingin menyusahkan dirimu....." ucap Vesa. "Tidak perlu seperti itu, tenang saja dan ikuti saja alurnya" ucap Riz. "Nona.... ayo kita pergi untuk mencoba pakaian untuk anda....." ucap pegawai yang tadi. Dan Vesa pun di tuntun oleh pegawai itu untuk mencoba pakaian.


Riz pun hanya berdiri sambil menunggu dan melihat bagaimana pakaian yang akan di coba Vesa. Beberapa saat kemudian pun berlalu, Vesa sudah mencoba berbagai pakaian dari pakaian yang panjang hingga pendek. "Hmm.... semuanya bagus, Aku beli semuanya, tolong tagihan nya....." ucap riz.


"Baiklah, tunggu sebentar....." ucap pegawai itu yang menyiapkan tagihan. "Vesa kamu tunggu sebentar di sini ya...." ucap Riz. "Ya.... akan aku tunggu di sini" ucap Vesa. Dan Riz pun menghampiri pegawai itu. "Baiklah, ini tagihan nya tuan...." ucap pegawai itu. "Hmm.... lumayan murah, kalau begitu kirim pakaian itu di alamat ini, dan tolong buat pakaian pengantin dengan ukuran ini" ucap Riz yang memberikan alamat rumah Vesa dan ukuran tubuhnya dan ukuran tubuh Vesa.


Setelah itu Riz membayar tagihan, setelah membayar tagihan, Riz pun menemui Vesa dan menggandeng tangan Vesa. Riz dan Vesa pun keluar dari toko pakaian itu, mereka keluar dan berjalan di jalan. "Vesa..... sekarang kita akan ke mana lagi....?" ucap riz.


Mereka berdua pun berjalan menuju ke rumah Vesa. Di saat berjalan, Vesa terjatuh karena kakinya terkilir. "Bruuk....." Vesa terjatuh dan terduduk di jalan. "Vesa.... kamu kenapa......?" ucap Riz. "Kaki ku sakit Riz....." ucap Vesa. "Kalau begitu kita duduk di sana dan aku akan melihatnya" ucap Riz. Riz pun mengendong Vesa dan Menyuruh Vesa duduk di bangku.

__ADS_1


Setelah Vesa duduk, Riz melihat pergelangan kaki Vesa. "Vesa.... kaki mu terkilir, apakah sakit.....?" ucap Riz yang sudah memberikan pertolongan pertama. "Aku baik baik saja....." ucap Vesa dan Vesa pun berdiri. "Ah...." Vesa yang berdiri pun merasakan sakit di kaki dan akan terjatuh. Saat Vesa akan terjatuh Riz pun mengangkat Vesa.


"Bagaimana kalau aku gendong sampai rumah mu....." ucap Riz. "Tapi aku berat....." ucap Vesa. "Tidak ada berat sama sekali, kamu ringan, aku kuat menggendong mu sampai rumah mu atau lebih jauh" ucap Riz. "Baiklah kalau begitu......" ucap Vesa. "Kalau begitu kamu mau di gedong seperti tuan putri atau di punggung ku.....?" ucap Riz.


"Gendong di punggung saja....." ucap Vesa. "Baiklah....." ucap Riz yang kemudian jongkok dan mengendong Vesa di punggung nya. Riz pun berjalan ke rumah Vesa sambil menggendong Vesa di punggungnya. "Riz..... aku mencintaimu....." ucap vesa yang memeluk dengan erat dari belakang. "Eh.... kenapa tiba tiba....." ucap Riz.


Tak lama mereka pun sampai di rumah tempat tinggal Vesa. "Permisi......" ucap Riz dan tak lama ada seorang wanita yang keluar dari dalam rumah. "Siapa ya......?" ucap ibu Vesa. "Halo mama......" ucap Vesa yang berada di punggung Riz sambil melambaikan tangannya ke arah ibunya. "Vesa..... kamu kenapa......? maaf ya, anak saya merepotkan kamu" ucap ibunya.


"Tak apa apa, tadi kaki Vesa terkilir, karena itu aku memberikan pertolongan pertama dan kaki Vesa masih belum bisa berjalan" ucap Riz. "Oh.... begitu, kalau begitu apakah saya bisa minta tolong kalau kamu ada urusan tidak perlu" ucap ibu Vesa. "Tidak, aku tidak ada urusan sama sekali, kalau bisa aku akan membantu" ucap riz. "Baiklah, tolong bawa Vesa ke kamarnya" ucap ibu Vesa.


"Ya.... tolong antarkan saya ke kamar Vesa" ucap Riz. Dan Riz pun berjalan ke kamar beda sambil mengikuti ibunya Vesa. Tak lama Riz pun masuk ke dalam kamar Vesa. "Tolong tunggu sebentar ya...." ucap ibunya Vesa yang kemudian pergi. Riz pun membaringkan Vesa di tempat tidurnya.

__ADS_1


"Baiklah Vesa, aku akan pergi....." ucap Riz. Saat Riz mau berjalan keluar, Vesa memegang tangan Riz. "Kenapa.....?" ucap Riz. "Jangan pulang dulu..... aku tidak mau sendirian, tetaplah bersamaku sedikit lebih lama" ucap Vesa. "Ya.... baiklah" Riz pun duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Vesa.


Riz duduk sambil tangannya di gandeng dengan Vesa. "Vesa.... nanti kakimu di kompres dan kalau masih belum sembuh dua atau tiga hari, pergi ke dokter" ucap Riz.


__ADS_2