The Great Land

The Great Land
Ep.35 Pertarungan


__ADS_3

Luke pun menempa, saat ia menempa ia di perhatikan oleh vulka. "Apa apaan kau ini....!! bagiamana kau bisa langsung menjadi seperti profesional, aku saja butuh bertahun tahun untuk bisa mencapai seperti sekarang" ucap Vulka. "Hahaha..... sepertinya memang bakat, kekuatan bakat itu bisa menyeramkan" ucap Luke.


"Hahahaha..... bisa saja kau ini, baiklah kau jaga bengkel ini sebentar, aku akan keluar mencari sesuatu" ucap Vulka yang kemudian pergi keluar meninggalkan bengkelnya. "Hmm.... sepertinya masa lalu Vulka berkaitan dengan Climber" ucap Luke. "Ya..... memang berkaitan, kalau tidak salah, salah satu Climber ada yang seorang ahli menempa, dan seorang dwarf" ucap Niks.


"Tiiing.......!!!" Luke memukul besi panas yang ia tempa dengan sangat keras. "Ah.... Climber sialan itu, mereka selalu saja ada di mana mana" ucap Luke. "Luke, apakah kau berurusan dengan Climber.....?" ucap Otr. "Yeah, ada apa memangnya.....? kau tau sesuatu tentang Climber.....?" ucap Luke. "Meski tak terlalu berguna sih, tapi aku tau salah satu anggota Climber tingkat atas adalah makhluk dari Great Land" ucap Otr.


"Great Land.....?!! apa itu Great Land.....? aku tanya pada yang lain, jawaban mereka cuma jawaban yang tak bisa untuk di imajinasikan" ucap Luke. "Great Land bisa di bilang surga dan tempat para dewa atau para pencipta Tower of Record" ucap Otr. "Tower of Record itu apa.....? apakah orang membangun tower.....?" ucap Luke. "Hmm..... tidak salah tapi juga tidak benar, aku tak tau tepatnya gimana, tapi di setiap dunia ada tower, kalau kau tanya Dewi dia akan tau" ucap Otr.


"Niks, aku ada pertanyaan" ucap Luke. "Apa yang ingin kau tanyakan Luke.....?" ucap Niks. "Tower of Record itu apa.....?" ucap Luke. "Ya tower yang akan kau panjat untuk sampai ke Great Land" ucap Niks. "Jadi ada berapa macam tower.....?" ucap Luke. "Cuma ada dua, satu sub tower yang tingkat kesulitannya sangat tinggi, dan lagi tower itu hanya bisa di akses dengan cara tertentu" ucap Niks.

__ADS_1


"Kalau yang satunya itu tower biasa, terlihat mencolok dan ada di pusat benua ini, entah tower apa di sana itu" ucap Niks. "Baiklah, terima kasih infonya" ucap Luke. Luke pun menyelesaikan membuat sebuah pedang, pedang uang ia buat adalah sebuah katana. Setelah Luke selesai membuat pedang itu, ia kemudian menyimpan pedang itu di dimensi bayangan.


"Baiklah, Niks kau tau kemana vulka pergi.....?" ucap Luke. "Kenapa.....? apakah kau merindukannya.....?" ucap Niks. "Tidak aku merasa ada hal buruk yang akan terjadi" ucap Luke. "Dia ada di sebuah bukit kecil yang ada sedikit jauh dari kota" ucap Niks. "Baiklah, tolong awasi sebentar dia" ucap Luke. Luke kemudian memanggil bayangan yang ia kasih pegang kayu itu, bayangan itu sudah sepenuhnya mengembalikan ingatannya.


"Baiklah, apakah kau akan menjadi bawahan ku....." ucap Luke. "Dengan senang hati, master" ucap bayangan itu yang kemudian tertunduk di depan Luke. "Baiklah, aku akan memberimu misi pertama, kau akan menjaga seseorang beberapa saat" ucap Luke. "Saya akan menerima misi dengan senang hati" ucap bayangan itu.


Beberapa saat kemudian, setelah bayangan yang Luke beri misi dan menjaga Vulka dari dimensi bayangan, itu merasakan ada beberapa orang yang mengikuti Vulka. "Master, ada beberapa orang yang mencurigakan" ucap bayangan itu. "Baiklah, awasi sebentar, kalau ada yang berniat menyerang, kau lawan dulu" ucap Luke yang sambil menempa.


"Baiklah aku akan ke sana" ucap Luke yang kemudian ia keluar dari bengkel. "Sihir, Hermes Step" Luke menggunakan sihir yang membuatnya bisa melakukan gerakan secara bebas di udara. "Wush.....!!" Luke dengan cepat langsung melesat untuk menyusul ke tempat Vulka. Sedangkan Vulka yang berhenti itu, berkata kenapa mereka kembali lagi.

__ADS_1


"Kau tadi bertanya kan.....? kami ingin dirimu, The Master Of Mist Blacksmit" ucap pemimpin pengejar Vulka. "Sialan.....!! aku tidak akan seperti dulu lagi....." ucap Vulka yang kemudian menggenggam sebuah liontin. "Jangan biarkan dia, kau tundukkan dia" ucap pemimpin itu. Dan salah satu berlari ke arah Vulka. "Swash....." bayangan yang Luke summon keluar dan memukul mundur orang yang akan menyerang Vulka.


"Huft....." Vulka menghela nafas. "Skill, Descending Break" Vulka menggunakan sebuah skill dan terdengar suara rantai yang patah dan kemudian muncul sebuah pedang di depan Vulka. "swash....." Vulka menebas udara dengan sangat cepat. "Maaf telat" ucap Luke yang jatuh dari langit dan sambil menghunuskan pedangnya.


"Triing....." saat Luke akan mengenai pemimpin penyerangan itu, pedang di hadang oleh salah satu bawahnya. "Siapa lagi kau ini, bajingan......!!!" ucap pemimpin itu yang kemudian mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang. "Wush....." pemimpin 8tu langsung melesat ke arah Vulka. "Triing......" pedang milik Vulka dan pemimpin itu saling beradu.


"Mari selesaikan ini dengan cepat" ucap Luke. "Seharusnya itu yang aku ucapkan bocah......" ucap lawan Luke itu. "Triing..... triing.... triing....." Luke beradu pedang dengan sangat intens. "Lumayan kau bocah......" ucap lawan Luke itu. "Itu yang harusnya aku katakan" uvap Luke. Luke mengaktifkan mata iblis miliknya, di saat pagi sampai sore hari mata luke tak terlihat berubah, akan tetapi ketika di malam hari atau di tempat gelap akan terlihat.


"Akan ku akhiri sekarang....." ucap Luke dengan nada datar. "Jangan banyak omong kau bocah.....!!" ucap lawan Luke itu. "Sriing....." Luke melakukan tebasan dengan sangat cepat dan pedangnya di selimuti dengan Demonic Power. "Cruuuattt.....!!" darah mulai muncrat dari luka yang di sebabkan Luke. "Agh.... tidak mungkin, aku bahkan dikalahkan oleh seorang bocah......" ucap orang itu yang kemudian terjatuh ke tanah dan mati seketika.

__ADS_1


"Semoga kau bisa tenang dan bereinkarnasi kembali" ucap luke yang kemudian memalingkan wajahnya dari mayat itu. Bayangan yang menjadi bawahan Luke juga berhasil mengalahkan musuhnya dan kemudian berdiri di belakang Luke. "Kau kembalilah ke dunia bayangan" ucap Luke. "Tapi...." ucap bayangan itu.


"Tidak tapi tapian, ini perintah..... mulai sekarang kita tidak akan ikut campur karena ini pertarungan Vulka" ucap luke. "Baiklah, sesuai permintaan anda, saya akan kembali" Ucap bayangan itu yang kemudian kembali ke dunia bayangan. "Sihir, Hermes Step" luke menggunakan sihir dan kemudian pergi ke atas sebuah pohon. "Hup.... Huft......" luke menyerap mana di udara dan membuat sirkulasi mana di tubuhnya.


__ADS_2