The Great Land

The Great Land
Ep.16 Hadiah


__ADS_3

"Eh..... kebetulan Luke, aku baru saja mau memanggil mu" ucap D'etre. "Hehehe.... tak perlu repot repot untuk memanggil ku kak D'etre" ucap Luke.


"Ya.... sekarang kita makan siang" ucap D'etre. dan mereka pun kemudian makan bersama, setelah makan D'etre keluar dan untuk Luke ia berada di halaman belakang. "Aku sudah penasaran tentang sihir, aku tak bisa menahannya lebih lama lagi" ucap Luke. Dan Luke pun pergi ke halaman belakang.


"Hup..... Huft......" Luke menghela nafas dalam dan kemudian Luke mengalirkan mana ke seluruh tubuh. Tak hanya itu, Luke juga menyerap mana yang ada di udara. "Hmm.... aku juga bisa menyerap mana yang ada di udara ternyata" ucap Luke. Dan Luke pun mengingat ingat tentang formulasi sihir yang ia pelajari.


"Sihir itu tercipta dari imajinasi" ucap Luke. Dan Luke pun membayangkan sebuah api dan kemudian muncul sebuah api di telapak tangannya. "Wah.... hebat beneran muncul.....!" ucap Luke yang sangat terkejut melihat hal itu dan tak lama api itu pun padam. "Hmm.... baiklah aku akan coba yang lain...." ucap Luke yang kemudian membayang sebuah aliran air.


Tak lama muncul air di telapak tangan dan mengalir jatuh ke tanah. "Wah...... ini juga muncul....." ucap Luke dan kemudian Luke mencoba berbagai elemen lainnya. Tak lama kemudian Luke pun duduk bersila dan berpikir. "Hmm..... kalau aku bisa menggunakan semua elemen, berarti elemen utama ku apa.....?" ucap Luke.


"Oh ya.... masih ada dua elemen yang masih belum aku coba, elemen kegelapan dan cahaya, pasti salah satu dari itu adalah elemen milikku" ucap Luke. Dan Luke pun mencoba memunculkan kedua elemen itu dan luke berhasil menggunakan kedua elemen sihir itu. "Eh.....? terus elemen utama ku itu apa,....? kalau bukan kegelapan dan cahaya apa.....? dan juga induk dari cahaya dan kegelapan apa.....?" ucap Luke yang sangat bingung.

__ADS_1


"B-baiklah untuk sekarang sembunyikan bahwa aku bisa menggunakan semua elemen dan aku akan gunakan beberapa elemen saja agar tak di curigai" ucap Luke. Dan Luke pun kembali ke dalam panti asuhan, Luke langsung pergi ke ruang tempat ia membaca buku. Luke pun membaca berbagai buku sampai sore hari.


"Tak ada..... tak ada keterangan untuk elemen utama dari semua elemen....." ucap Luke. "Hmm.... apakah aku harus berpikir apa yang menjadi elemen utama ku.....?" ucap Luke. "Tidak, itu tak berguna, atau aku tanya pada Kakak kakak.....?" ucap Luke. "Luke.....!! turun ayo makan malam,....." ucap D'etre yang memanggil Luke untuk makan malam. Dan Luke pun pergi ke ruang makan untuk makan malam.


"Halo Luke...... apakah kau tak rindu pada kakak mu ini.....?" ucap Shantae. "Tidak, aku baik baik saja tanpa kak Shantae karena ada kak D'etre" ucap Luke. "Oh.... begitu, ga baiklah kalau gitu....." ucap Shantae dengan kecewa. "Hahahaha..... kau langsung seperti itu hanya kerena Luke ......" ucap Norberta. "Diam kau.....! suasana hati ku sedang tak terlalu baik" ucap Shantae.


"Wahahahaha..... Shantae sedang tak baik baik saja" ucap Norberta sambil tertawa. "Kalian diam saja kalau di rumah makan, dan makan jangan banyak bercanda" ucap D'etre. Dan mereka pun diam hanya karena sepatah kata dari D'etre. Dan mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam D'etre memberikan sebuah kado pada Luke.


"Terima kasih banyak kak D'etre....." ucap Luke dan sambil memeluk D'etre. "Kau sudah Besar, padahal aku rasa kau baru kemarin ada di sini, Luke....." ucap D'etre. "Ya.... aku juga merasa seperti itu, seperti kemarin kau masih kecil dan sering menangis....." ucap Shantae. "Ya.... Luke sering menangis karena Shantae" ucap Norberta. "Hmm..... benar sekali" ucap Garnet yang sambil menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, ini Luke hadiah dari ku....." ucap Shantae. "Ini juga Luke....." ucap Norberta yang juga memberikan hadiah pada Luke. "Terima kasih kak Shantae dan kak Norberta" ucap Luke yang kemudian memeluk mereka berdua. "Ini untuk mu" ucap Garnet yang singkat.

__ADS_1


"Terima kasih kak Garnet....." ucap Luke yang menerima hadiah dari Garnet dan kemudian memeluk Garnet. Setelah Garnet di peluk Luke, Garnet menaikkan syal nya sampai menutupi hidung ke bawah. "Wah..... Garnet juga memiliki sisi yang imut....." ucap Shantae dan Garnet hanya menggelengkan kepalanya. "Hahahaha...... ternyata Garnet bisa malu seperti itu" ucap Norberta yang menikmati hal itu.


"Baiklah Luke, aku akan memberi mu satu hadiah lagi, dan kau ingin apa.....?" ucap D'etre. "Apakah benar kak D'etre.....?" ucap Luke yang terkejut mendengar apa yang di katakan D'etre. "Ya.... benar, aku tak berbohong" ucap D'etre. "Baiklah kalau begitu, aku ingin tau siapakah kalian dan kakak bekerja sebagai apa.....?" Luke.


"Baiklah.... aku yang akan menjawabnya......" ucap Shantae yang menyahut. "Tidak, perkenalkan diri kalian masing masing, mulai dariku, aku Raison D'etre aku seorang Priest dan julukan ku Divine Priest" ucap D'etre. "Dan aku Abagizal Norberta, aku seorang penyihir julukan ku Magic Princess" ucap Norberta.


"Dan aku Agate Garnet, aku seorang assassin julukan ku, The Assassin" ucap Garnet. "Dan terakhir aku, aku Fleur Shantae, aku seorang sword master, julukan ku Sword Goddess" ucap Shantae. "Wah.... tak ku sangka kalian adalah seorang yang memiliki julukan tersendiri" ucap Luke. "Hmm.... dan juga pekerjaan kami adalah sebagai menjelajah tower" ucap D'etre.


"Penjelajah tower.....? hal apa saja yang kalian lakukan sebagai penjelajah tower.....?" ucap Luke. "Kami hanya memasuki tower dan membunuh monster yang ada di tower, dan sisa dari Monster bisa di jual kembali" ucap D'etre. "Oh..... jadi begitu, aku kira kalian bekerja menjadi apa....." ucap Luke. "Oh ya, Luke besok pagi jangan lupa datang halaman belakang" ucap Shantae.


"Ada apa kak....?" ucap Luke. "Yang penting datang saja ke halaman belakang pagi pagi setelah kau bangun, dan jangan lupa bawa hadiah dariku" ucap Shantae. "Ya.... baiklah kak Shantae" ucap Luke. "Luke, sekarang kau pergi ke kamar mu, kau istirahat sana....." ucap D'etre. "Ya.... baiklah, selamat malam kakak kakak" ucap Luke yang kemudian pergi ke kamarnya. "Ya.... selama malam Luke" ucap para kakak kakak itu. Setelah Luke sampai di kamarnya, ia membuka hadiah yang di berikan oleh kakak Kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2