The Great Land

The Great Land
Ep.12 Hubungan


__ADS_3

"Kalau aku tidak mau.....?" ucap Vesa. "Akan kau bawa paksa ke dokter....." ucap Riz. "Ya.... kalau begitu aku akan tunggu di bawa paksa oleh Riz saja...." ucap Vesa.


"Eh.....? kenapa malah gitu.....?" ucap Riz. "Ya.... karena Riz.... itu" ucap Vesa. "Permisi.... ini teh, silahkan minum" ucap ibu Vesa yang sambil membawa tiga cangkir teh. "Anu.... apakah aku boleh bertanya padamu......?" ucap ibu Vesa. "Ya.... tidak apa apa, silahkan tanya saja,....." ucap Riz.


"Siapa kamu.....? dan apa hubungan mu dengan vesa.....?" ucap ibunya Vesa. "Namaku Riz Cloudy, aku memiliki hubungan dengan vesa sebagai calon suaminya" ucap Riz. "Apakah benar.....?! kamu tidak main main kan.......?!" ucap ibu Vesa. "Tidak.... aku sama sekali tidak bercanda, bahkan aku sudah menyiapkan pakaian pengantin" ucap Riz.


"Sejak kapan.....? aku kok tidak tau....?" ucap Vesa. "Hahaha.... itu rahasia, karena aku akan merencanakan hal dengan matang" ucap Riz. "Jadi kamu memang berencana untuk menikah Vesa......?" ucap ibunya. "Ya.... saya akan menikahi Vesa, dan saya juga menerima semua kekurangan Vesa" ucap Riz. "Nak Riz.... terima kasih banyak ya, karena telah menerima Vesa" ucap ibu Vesa.


"Ibu mertua tidak perlu seperti itu, ini sudah menjadi takdir ku dengan Vesa" ucap Riz yang sambil menggenggam tangan Vesa. Riz pun menjaga vesa hingga malam hari. "Nak Riz..... kamu pulang saja dan istirahat, biarkan ibu saja yang menjaga vesa" ucap ibu Vesa. "Tapi....." ucap Vesa yang tak ingin Riz pergi.


"Vesa..... Riz juga butuh istirahat, kamu juga istirahat agar bisa pulih kembali" ucap ibunya. "Ya..... baiklah, kalau begitu hati hati di jalan Riz" ucap Vesa. "Ya.... aku akan pergi" tapi Riz yang kemudian mengelus kepala Vesa. Setelah itu Riz berpamitan pada ibu Vesa, Riz pun pergi keluar dari rumah Vesa dan menuju ke rumahnya.

__ADS_1


Riz yang sampai di rumahnya pun segera mandi dan hati baju. Setelah itu Riz berbaring di tempat tidur. "Hah..... tak ku sangka Vesa memiliki sifat yang seperti itu, tapi ya..... besok aku harus melakukan kerjaan, akan ku selesaikan dengan cepat saja....." ucap Riz yang kemudian menutup matanya dan tidur. Besok paginya, Riz bangun seperti biasa, dan ia pun menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Setelah itu, Riz pun membuat kopi dan sarapan dengan satu roti. Setelah menghabiskan sarapan, Riz pun keluar dari rumahnya tapi tak lupa ia mengunci pintu rumahnya. Setelah itu ia menuju ke rumah Vesa. "Tok.... tok... tok....." Riz mengetuk pintu rumah Vesa. "Permisi....." ucap Riz yang setelah mengetuk pintu.


"Ya..... siapa ya.....?" ucap ibu Vesa yang membuka pintu. "Halo, selamat pagi....." ucap Riz. "Oh.....Riz kah, aku kira siapa yang berkunjung pagi pagi, ada apa Riz.....? silahkan masuk ke dalam" ucap ibu Vesa sambil mempersilahkan Riz masuk. "Hmm.... kau hanya ingin melihat dan menyapa besa sebentar dan kemudian aku akan pergi" ucap Riz.


"Oh..... kalau begitu apakah kamu mau di buatkan kopi atau semacamnya......?" ucap ibu Vesa. "Tidak perlu repot repot, aku ke sini cuma sebentar dan ada kerjaan yang harus di lakukan sebentar lagi" ucap Riz. "Oh.... baiklah kalau begitu, Vesa ada di kamarnya dan aku akan kembali ke belakang ya....." ucap ibu Vesa. "Ya....." ucap Riz yang kemudian berkata menuju ke kamar Vesa.


"Oh.... begitu, terserah saja" ucap Vesa dengan nada cuek. "Jangan cuek cuek seperti itu....." ucap Riz yang sambil menarik pipi Vesa. "Aduh.... aduh.... aduh.... riz, jangan tarik pipi ku" ucap Vesa. "Hahahaha.... menarik pipimu memberikan kesenangan tersendiri Vesa" ucap Riz. "Kesenangan tersendiri seperti apa......?" Vesa.


"Ya.... aku ingin menarik pipi mu terus menerus" ucap Riz. "Jangan.... aku tak memperbolehkan nya....." ucap Vesa. "Ayolah.... jangan seperti itu...." ucap Riz yang ingin menarik pipi Vesa. "Tidak.... rasanya sakit kamu menariknya sangat keras" ucap Vesa. "Sekeras itukah.....? aku kira tidak sekeras itu" ucap Riz. "Tidak, kamu menarikannya dengan keras, bahkan sampai sekarang masih terasa sakit" ucap vesa.

__ADS_1


"Jangan bohong, nanti ku tarik sampai aku puas" ucap Riz. "Tidak akan, aku tidak memperbolehkan nya" ucap Vesa. "Hmm.... sudah jam segini saja, Vesa ini sudah waktunya, aku akan pergi....." ucap Riz. "Sudah mau pergi kah,.....?" ucap Vesa. "Ya.... aku harus pergi" ucap Riz. "Apakah ada tak bisa lebih lama lagi.....?" ucap Vesa. "Tak bisa, akan aku selesai dengan cepat dan ke sini lagi" ucap Riz.


"Janji ya.... kalau bohong, dosa" ucap Vesa. "Ya.... aku tak akan bohong, dan aku pergi dulu ya...." ucap Riz yang sambil mengelus kepala Vesa. "Hati hati di jalan Riz....." ucap Vesa. "Ya.... aku akan berhati hati" ucap Riz. Dan Riz pun keluar dari kamar Vesa dan menemui ibu Vesa untung berpamitan. Setelah berpamitan, Riz pun pergi untuk melakukan pekerjaan.


Riz melakukan pekerjaan dengan cepat, dari jam sembilan sampai jam empat sore. Ia melakukan pekerjaan dengan sangat cepat, dan setelah melakukan pekerjaan Riz pun pergi untuk ke rumah Vesa. "Hmm.... kalau aku ke sana dengan tangan kosong terus, rasanya kurang enak" ucap Riz. Dan Riz pun membeli beberapa buah yang ada pinggir jalan.


Setelah membeli buah, Riz pun langsung menuju ke rumah Vesa. "Tok ... tok... tok....." Riz mengetuk pintu rumah Vesa. Dan tak lama ibunya membukakan pintu, setelah itu Riz pun di persilahkan masuk. "Ibu mertua ini buah, tapi tak banyak....." ucap Riz. "Oh.... terima kasih banget ya...… kalau kamu ingin menemui Vesa, kamu bisa kembarnya" ucap ibu Vesa. Dan Riz pun menuju ke kamar Vesa.


"Halo permisi.... apakah ada orang......?" ucap Riz yang akan masuk dalam kamar Vesa. "Riz..... akhirnya kamu ke sini, aku sangat kangen dan bosen di sini" ucap Vesa. "Ya, tapi aku sudah ada di sini jadi janganlah khawatir" ucap Riz yang sambil menari pipi Vesa dengan pelan. "Riz....! sudah aku bilang jangan menarik pipi kalau tak ku ijinkan" ucap Vesa.. "Hahaha..... ya ya.... aku salah" ucap Riz.


dan tak lama, ibunya pun datang sambil membawa buah yang di bawa Riz yang sudah di kupas dan tiga cangkir minuman. "Apakah aku menganggu.....?" ucap ibu Vesa yang baru masuk. "Tidak sama sekali" ucap Riz dan Vesa.

__ADS_1


__ADS_2