The Great Land

The Great Land
Ep.34 Masa lalu Vulka


__ADS_3

"Pu ah...... hah.... hah.... hah.....aku sudah mencapai batas ku" ucap Luke yang sambil berbaring di atas rumput. "Hah..... hari cerah dengan awan putih, sangat indah.... kehidupan ini sekarang sudah berubah, aku akan jalani hidup ini sendiri dan memburu mereka......" ucap Luke yang kemudian berdiri.


"Hup..... huft....." Luke menarik nafas dan kemudian membuangnya. "Wush.... wush.... wush....." Luke melakukan serangan dari pukulan dan tendangan. "Sriing.... wush.... wush... wush....." Luke kemudian menarik pisau yang ia buat tadi dan ia gunakan untuk melakukan serangan. "Tap......" Luke berhenti dengan posisi tubuh seperti menusuk musuh. "Prok.... prok.... prok....prok....." suara tepuk tangan yang berasal dari pintu belakang blacksmith.


"Ah.... apakah kau melihat barusan.....?" ucap Luke. "Ya.... sangat mengesankan, karena kau kuat dalam melakukan pertarungan, kenapa kau memilih menjadi blacksmith......?" ucap Vulka. "Bukan apa apa, hanya saja aku ingin membuat sebuah senjata untuk seseorang" ucap Luke. "Ah.... apakah itu orang kau cintai......?" ucap Vulka. "Ya..... aku mencintainya, menyayangi dia karena dia telah merawat ku dari kecil, akan tetapi sekarang ia sudah tidak karena dibunuh" ucap Luke.


"Ah.... maaf, itu pasti menyedihkan bukan....." ucap Vulka. "Ya.... tak apa, aku juga tak terlalu mempersoalkan itu" ucap Luke. "Ya..... aku juga bisa mengerti perasaan mu, karena aku juga kehilangan orang yang berharga" ucap Vulka. "Ah.... pembicaraan ini jadi Suram, apakah kau sudah selesai menempa.....?" ucap Luke. "Belum, aku masih menyelesaikan setengahnya, ada apa memangnya.....?" ucap Vulka. "Tidak ada apa apa, aku hanya tanya saja" ucap Luke.


"Ya.... aku akan kembali ke dalam, kau bisa lakukan hal yang kau mau" ucap Vulka yang kemudian masuk ke dalam rumah. "Hmm.... sekarang aku akan mencoba sesuatu" ucap Luke yang kemudian melepas sebuah cincin yang ia dapat dari tambang. "Hmm.... Otr kau tua bagaimana agar aku bisa melihat dan membuat sebuah relik.....?" ucap Luke. "Kau aktifkan mata iblis mu, dengan kekuatan mata dari keturunan kerajaan pasti lebih bagus" ucap Otr.

__ADS_1


"Ya.... baiklah" ucap Luke yang kemudian menyimpan belati yang ia pegang itu dan kemudian ia duduk di atas rumput. Luke Kenya menutup mata dan merilekskan tubuhnya. Setelah beberapa saat kemudian, Luke membuka katanya secara perlahan, Matanya sudah berubah, mata hitam dan iris mata berwarna ungu kehitaman. "Ah.... penglihatan ku menjadi lebih luas dah bisa melihat struktur sebuah benda" ucap Luke.


"Ya, kau bisa melihat seperti biasa dengan mata itu, dan juga bisa untuk melihat rune relic" ucap Otr. "Wah.... sangat bagus kalau begitu" ucap Luke yang kemudian memfokuskan matanya ke cincin itu. Setelah itu Luke melihat ada sebuah gambaran di atas cincin itu. Setelah itu Luke menyentuh dan membuat sebuah titik di atas gambaran rune yang ada di cincin itu. "Hmm.... aku paham sekarang" ucap Luke, dan kemudian Luke merubah sedikit rune itu.


Di saat ia merubah rune, tiba tiba hidungnya mimisan dan mengeluarkan darah. "Akh..... sial, sepertinya mana ku sudah hampir menyentuh batas" ucap Luke yang terkejut karena mana yang di serap untuk membuat gambaran sangat banyak. Luke pun menyelesaikan dengan cepat dan kemudian mengehentikan menggambar karena selesai. "Hah... hah.... hah.... sial, aku kehabisan mana" ucap Luke yang sambil berbaring di atas rumput dengan tubuh yang lemas.


"Aku sudah bisa melakukan penempaan untuk sekarang dan aku akan mempelajari tentang yang lainnya, aku harus bisa melakukan segala pekerjaan atau multi work" ucap Luke. Dan kemudian Vulka membuka pintu belakang untuk melihat Luke. "Ada pak.....?" ucap Luke yang sambil menoleh ke arah Vulka. "Tidak ada apa apa, cuma ingin melihat mu dan mengajak mu makan siang" ucap Vulka. Hari itu tak terasa sudah siang hari, dan Luke pun masuk ke dalam untuk makan siang bersama.


"Apa kau yang masak pak.....?" ucap Luke. "Ya..... kau pikir pak tua ini hanya bisa menempa....? aku bisa mati kelaparan kalo gitu" ucap Vulka. "Hmm.... apakah kau tak memiliki keluarga.....?" ucap Luke. "Ah.... maaf, aku menanyakan hal yang sensitif" sahut Luke. "Ya, tidak apa, aku sudah kehilangan keluarga ku akibat diriku sendiri" ucap Vulka. "Apakah terjadi penyerangan.....?" ucap Luke.

__ADS_1


"Ya.... dulu aku tidak tinggal di sini, aku tinggal di desa yang jauh dari sini, aku adalah seorang blacksmith terkenal, karena terkenal banyak iri dan tidak suka padaku, dan pada suatu hari aku pergi ke tambang untuk mencari mineral, dan saat kau kembali aku melihat mayat dari istri dan anakku yang tergelatak di lantai dengan luka tebasan dan tusukan dari tubuh mereka" ucap Vulka.


"Dan kau melakukan pembalasan dendam pada mereka......?" ucap Luke. "Tidak, awalnya aku depresi bahkan sampai tidak keluar dari rumah beberapa Minggu, setelah itu aku mengambil palu tempa dan kemudian menempa dengan hati yang penuh dendam, penyesalan, kemarahan, kesedihan, depresi dan yang lainnya" ucap Vulka. "Dan di sinilah kesalahan ku terjadi, karena itu aku menempa sebuah pedang terkutuk, aku memberi nama pedang itu Kladenets" sahut Vulka.


"Apa hubungannya kesalahan mu dengan sebuah pedang, jiwa seorang blacksmith itu terdapat pada alat penempa yang di gunakan, ketika kau menempa sesuatu dengan emosi yang menguasai itu akan membuat sesuatu yang mau tempa itu memiliki emosi yang kau miliki, sama seperti senjata ku waktu itu, itu menjadi senjata yang akan merasuki pemegangnya dan akan melakukan tebasan dan menebas orang hingga kau menjadi pembantai" ucap Vulka.


"Jangan jangan......!" ucap Luke yang terkejut. "Ya.... seperti yang kau pikirkan, aku membantai seluruh orang di desa ketika memegang senjata itu, dan setelah itu aku menebus dosaku dengan menjadi apostle seorang dewa, dan hidup seperti ini" ucap Vulka. "Dan pedang itu bagaimana.....?" ucap Luke. "pedang itu aku segel di suatu tempat, karena setiap aku berniat menghancurkannya aku berakhir gagal, dan ya seperti itulah" ucap Vulka.


"Ah.... aku baru tau kalau menempa bisa seperti itu, baiklah aku akan meminjam tempat mu untuk menempa" ucap Luke. "Ya.... pakai saja, aku tak terlalu mempermasalahkan tentang hal itu" ucap Vulka.

__ADS_1


__ADS_2