The Great Land

The Great Land
Ep.6 Tragedi


__ADS_3

Dua tahun pun berlalu dengan cepat, uang yang di kumpulkan oleh Riz pun sudah mencapai sekitar 36 juta rupiah. Riz menyimpan uangnya di suatu tempat yang hanya ia tau.


"Pak Cardi, kan Lucas, pak Robert, pak Clovis dan pak Ben, terima kasih untuk selama ini, sepertinya saya tidak akan kembali bekerja di sini lagi....." ucap Riz. "Oh.... jadi kau sudah mendapatkan uang yang cukup untuk sebuah hal yang kau inginkan, Kalau begitu kau bisa pergi tapi kalau ada waktu jangan lupa kunjungi kami kalau kau ada waktu ya....." ucap pak Cardi.


"Ya.... aku akan mengunjungi kalian kalau ada waktu, jadi aku pamit undur diri" ucap Riz. "Ya....hati hati di jalan" ucap pak Cardi dan yang lainnya. Riz pun berjalan menuju ke rumahnya. Saat sudah hampir dekat dengan rumahnya, Riz melihat ada beberapa orang yang baru saja keluar dari rumahnya.


"Mereka siapa.....? aku tidak pernah melihat mereka sama sekali" ucap Riz. Dan setelah orang orang itu pergi, Riz pun pergi menuju ke rumahnya. Saat masuk ke dalam rumahnya, Riz melihat di dalam rumah nya sangat berantakan seperti baru saja di acak acak. Saat berjalan melihat sampai mana barang barang yang di acak.


Riz melihat ibunya yang terbaring di lantai dengan sebuah pisau yang menancap di perutnya. "Au.....hah..... hah.... hah.... Riz... apakah i-itu kamu.....?" ucap ibunya Riz yang terbaring di lantai. Melihat itu, Riz pun langsung mendekati ibunya yang sedang terbaring di lantai.


"I-ibu kenapa.....?! apakah yang melakukan ini adalah orang orang itu tadi.....?" ucap Riz. "J-Jadi Riz sudah tau kalau ada orang yang barusan keluar, uhuk....." ucap ibunya Riz yang kemudian batuk darah. "Ibu..... bagaimana kalau sekarang kita ke rumah sakit.....?" ucap Riz. "Uang dari mana Riz......? semua uang yang kita miliki sudah di ambil semua" ucap ibunya Riz.

__ADS_1


"A-Aku akan carikan ibu....." ucap riz. "Hmm.... tak perlu Riz.... sekarang dengarkan kata kata ibu, kamu harus menjadi anak yang kuat, baik dan peduli dengan sesama" ucap ibunya Riz. "Kenapa ibu berkata seperti itu.....?" ucap Riz. "Hidup ibu sepertinya sudah tak lama lagi......" ucap ibunya Riz yang kemudian tatapan matanya kosong, detak jantung nya semakin lama semakin lambat hingga berhenti tak berdetak dan kulitnya pun memucat.


"I-ibu.....? ibu...... bangun Bu...... keinginan ku untuk tinggal bersama ibu dan membahagiakan ibu masih belum terpenuhi.... jadi tolong bangunlah Bu....." ucap Riz sambil mata yang berkaca kaca. "Bu.... ibu..... Hua.....!!! hiks.....hiks....ibu....." ucap Riz yang sambil menangis.


Setelah beberapa saat Riz pun sudah tenang kembali, Riz pun segera menguburkan jasad ibunya di belakang rumahnya. Setelah menguburkan jasad ibunya, Riz pun berjalan untuk memenangkan dirinya. Saat ia berjalan, Riz bertemu dengan beberapa preman yang sedang duduk di pinggiran gang yang Riz lewati.


"Hey bocah,..... apakah kau tau kalau melewati jalan ini, kau harus membayar pajak" ucap salah satu preman. "Pajak....? buat apa aku harus..?" ucap Riz. "Sial.... kita tangkap dan jual saja di black market agar bisa me dapatkan uang yang lebih banyak" salah satu preman. "Ya..... ayo kita tangkap bocah itu...." ucap bos preman di situ.


Riz Terkena pukul yang cukup banyak dan Riz pun berhasil mengalahkan semua preman yang ada di sana. "Hah.... hah.... hah.... capek sekali dan wajahku rasanya sakit sekali" ucap Riz. Dan setelah itu Riz pun mencari barang dari para preman itu. Setelah mendapatkan berbagai macam barang bisa di jual kembali atau di gunakan, Riz pun kembali berjalan sambil geloyoran.


"Uh.... semakin lama badanku rasanya sakit semua dan pandangan mataku sudah buram. "Tap.... tap.... tap.... bruuakk.....!!" berjalan beberapa langkah, Riz langsung terjatuh ke atas jalan. "Eh......? kenapa ada bocah di tempat ini.....?" ucap seseorang yang kemudian membasa Riz ke kediamannya.

__ADS_1


Riz pun di rawat, di dahinya di kompes air es agar mengurangi pembengkakan di wajahnya. Beberapa jam kemudian Riz pun terbangun, ia melihat ke arah kanan dan kiri, dan di depannya terdapat seorang yang sedang memasak sebuah masakan. Saat orang itu selesai masak dan membawa masakannya di Riz yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Si-siapa kau.....? kenapa kau melakukan ini padaku padaku,.......! dan kenapa kau membawaku ke tempat ini.....?" ucap Riz. "Hmm.... bisa kau bilang kalau aku rasa kasihan saat kau tergelatak di jalan, jadi aku membawamu ke sini dan mengobati beberapa luka yang kau alami.


"Oh ya..... maaf aku belum memperkenalkan diri, namaku Alen sala kenal, dan siapa namamu.....?" ucap Alen. "Nama ku adalah Riz Cloudy, panggil saja Riz" ucap Riz. "Hmm.... Riz kah, akan kau punya orang tua.....?" ucap Alen. "Gak.... aku gak punya orang tua sekarang" ucap Riz. "Maaf kalau pertanyaan barusan cukup sensitif" ucap Alen.


"Tenang saja, aku tidak apa apa kok" ucap Riz. "Meski begitu aku merasa kurang enak, dan juga makan bubur ini agar kau lebih baikan" ucap Alen. "Ya.... terima kasih" ucap Riz yang kemudian makan bubur yang di berikan oleh Alen secara perlahan karena bubur itu cukup panas. "Oh ya..... kalau kau tidak memiliki orang tua, Bagaimana kalau mulai sekarang kau tinggal bersamaku.....?" ucap Alen.


"Tidak, aku tidak ingin merepotkan Alen" ucap Riz. "Ya.... aku tidak kerepotan karena aku yang mengajakmu, jadi bagaimana.....?" ucap Alen. "Baiklah kalau Alen berbicara begitu, aku akan tinggal sebentar untuk beberapa saat" ucap Riz. "Ya.... terima kasih Riz" ucap Alen. Kemudian Riz dan Alen pun mulai tinggal bersama untuk beberapa saat.


"Alen... aku ingin tanya apakah boleh.....?" ucap Riz. "Ya.... kau mau tanya apa.....? tanyakan saja...." ucap Alen. "Alen, kau dapat duid dari mana.....? apakah kau memiliki uang simpanan atau dari sebuah pekerjaan mu.....?" ucap Riz. "Hmm.... bisa di bilang aku mendapatkan uang dari aku kerja sebagai penyortir senjata di pasar gelap" ucap Alen.

__ADS_1


"Kau penyortir senjata di pasar gelap.....? waw..... apakah pasar gelap itu pasarnya terlihat gelap atau bagaimana.....?" ucap Riz. "Tidak, pasar gelap itu seperti pasar biasa akan tetapi ada hal yang di jual yang bahkan tidak di jual di pasar biasa" ucap Alen. "Oh.... begitu...." ucap Riz.


__ADS_2