The Great Land

The Great Land
Ep.37 Perburuan


__ADS_3

Luke terbang di atas kita dan turun di depan bengkel. "Huft....." Luke menghela nafas yang kemudian membuat pintu bengkel dan kemudian masuk ke dalam. Luke mengeluarkan beberapa bahan untuk menempa, ia menempa sebuah armor. Ia membuat armor itu dari campuran besi hitam dan Oricalcum. Setelah ia membuat armor itu ia pun berpikir untuk membersihkan tempat itu. "Sekarang tempat ini tidak akan di gunakan kembali" ucap Luke yang kemudian membersihkan tempat itu.


Ia membersihkan tempat itu hingga bersih. "Huft....." Luke menghela nafas dan kemudian membuat pintu. "Selamat tinggal, dan sepertinya tempat ini tidak akan ada yang menempati untuk sementara" ucap Luke yang kemudian keluar dan menutup pintu itu. "Baiklah, sekarang kita ke mana enaknya" ucap Luke yang kemudian berjalan jalan di kota itu.


Luke menarik perhatian orang orang dengan Armor yang cukup besar itu. "Tak apa menarik perhatian, ini akan menjadi salah satu samaran ku" ucap Luke. Setelah itu ia berhenti di depan sebuah guild. "Hmm.... aku belum ke guild sama sekali" ucap Luke yang kemudian masuk ke dalam guild. Ia masuk dan kemudian menuju ke Majalah dinding yang berisi dengan quest.


Saat Luke masuk, para petualang lainnya melihat ke arah Luke dengan tatapan terkejut dan bahkan ada yang menyangka kalau Luke adalah petualang tingkat atas yang padahal dirinya adalah petualang baru. Luke berdiri untuk memilih quest mana yang akan ia ambil. "Hmm.... sepertinya mengambil quest ini mudah" ucap Luke yang kemudian mengambil quest mencari tanaman herbal.


"Sreet....." Luke manarik quest itu dan kemudian membawanya ke tempat resepsionis. "Aku ingin quest ini, tolong...." ucap Luke yang suaranya terdengar sangat berat karena terhalang oleh helem yang ia pakai. "Baiklah, ini silahkan" ucap resepsionis itu yang menyerahkan kembali setelah memberikan cap pada quest. "Baiklah, terimakasih" ucap Luke yang kemudian mengambil quest itu dan keluar dari guild.


Luke keluar dan menuju ke luar dari gerbang. "Berhenti.... mau kemana kau.....?" ucap penjaga yang menghentikan Luke. "Aku mau menjalankan quest, ada apa......?" ucap Luke. "Bukan apa apa, cuma hati hati aja, karena kalau terjadi sesuatu padamu" ucap penjaga itu. "Baiklah, terima kasih" ucap Luke yang kemudian keluar dari gerbang dan ia menuju ke sebuah hutan.

__ADS_1


Ia berjalan dengan santai, di jalan ia melihat sebuah slime. "Hmm.... slime kah, kalau tidak salah mereka ini memiliki zat asam yang bisa melelahkan benda padat" ucap Luke dan kemudian slime itu pun menembakkan cairan ke arah Luke. "Tap....." luke melompat ke belakang untuk mengindari serangan itu. "Wah, lumayan, baiklah akan ku coba" ucap Luke yang kemudian melepas sarung tangannya.


Setelah itu, ia menunjuk ke arah slime itu. "Hmm.....shoot" ucap Luke yang kemudian menembakkan cairan asam ke arah slime itu dari ujung telunjuknya. Slime yang terkena itupun langsung meleleh dan mati. "Hmm.... kalau bisa aku tembakkan dengan kecepatan yang pas bisa mencapai jarak yang lumayan jauh" ucap Luke.


Luke pun kembali memakai sarung tangannya dan melanjutkan perjalanan untuk ke hutan. Tak lama ia pun sampai di hutan. "Wah.... lumayan gelap hutan ini" ucap Luke yang telah sampai di dalam hutan. Dan di saat ia berjalan jalan ia melihat ada seseorang yang tergeletak di tanah. "Hmm.... mati kah.....?" ucap Luke yang kemudian mendekati ke orang yang tergelak itu.


"Hmm..... nadinya masih ada meski lemah, dan juga dia terluka lumayan parah" ucap Luke yang menyentuh pergelangan tangan orang itu. "Sihir, Heal" Luke menggunakan sihir dan menyembuhkan luka orang itu. "Luka sudah teratasi, sekarang waktunya mencari Tanaman" ucap Luke yang kemudian melanjutkan perjalanannya mencari tanaman.


"Shoot....." Luke menembakkan cairan asam kuat dengan cukup cepat ke arah goblin itu. Cairan yang mengenai goblin itu membuat kepala goblin itu hanya menyisakan tengkorak dan goblin itu mati tergelatak tanpa ada suara. "Yosh, tinggal cari desanya" ucap Luke yang kemudian melompat dari dahan ke dahan lain. Dan beberapa keli Luke berpindah tempat, ia menemukan desa goblin.


"Hahaha..... untungnya aku menggunakan sihir angin agar bisa mengurangi berat dari zirah ku ini dan berpindah tanpa membuat pohon goyang" ucap Luke. "Sekarang bagaimana aku melakukan serangan....." ucap Luke yang sambil melihat ke sekitar. "Baiklah, waktunya pembantaian" ucap Luke. Dan Luke menembakkan cairan asam ke goblin secara membabi buta hingga semua goblin bersembunyi akibat tak tau darimana mereka di serang.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang waktunya Show time" ucap Luke yang kemudian melesat ke tengah tengah desa goblin. "Duaaakkk.....!!" Luke menghentakkan kakinya dengan keras. "Aaarreggg.......!!!" Luke menjerit dengan sangat keras dan itu menarik para goblin untuk keluar. "Baiklah, majulah......!" ucap Luke yang kemudian menggunakan sihir es untuk membuat pedang es.


"Swash.... swash...... cruuuattt.......!!" Luke membunuh goblin itu secara membabi buta dan akhirnya goblin Champions keluar. "Ah.... desa ini sudah besar ternyata, hingga ada Champions kalau Champions sudah ada berarti king juga ada, menarik.....!!!" ucap Luke yang kemudian melesat kearah goblin Champions itu. Akan tetapi di sisi lain ada seekor goblin yang bersembunyi.


"~" goblin yang bersembunyi merapal sebuah mantra ke arah Luke. "Wush.... srett,...." Luke langsung melompat ke belakang karena merasakan sesuatu ke arahnya. Dan Luke menggunakan mata iblis untuk melihat ke sekitar, dan ia menemukan ada mayat goblin yang baru saja mati. "Jadi shaman kah..... baiklah kalau begitu akan aku hadapi apapun yang kau berikan padaku" ucap Luke.


"Wush....." Luke pun melesat ke arah goblin Champions itu. "Sriing..... Cruuuattt.......!!" Luke melakukan tebasan ke arah lengan kiri goblin itu dan Luke juga merasakan luka yang sama meski tak ada bekas tebasan. "Oh.... jadi shaman itu menggunakan goblin Champions sebagai boneka santet dan aku adalah targetnya" ucap Luke.


Luke pun melakukan tebasan dengan membabi buta, meski setiap serangan yang mengenai goblin Champions itu juga memberinya rasa sakit, akan tetapi Luke menahan rasa sakit itu hingga ia memenggal kepala goblin Champions itu. "Sriing..... Cruuuattt......" kepala goblin Champions itu terpisah dari lehernya. "Kugh..... arrrrrggg..... sialan, rasanya panas dan sulit bernafas..... Goblin Shaman sialan......!!" ucap Luke yang kemudian bernafas secara pelan pelan hingga ia tak merasakan rasa sakit lagi.


Dan Luke pun masuk ke ruangan raja, Saat ia masuk raja goblin duduk di tahta.

__ADS_1


__ADS_2