The Great Land

The Great Land
Ep.17 Berlatih


__ADS_3

Luke membuka hadiah dari D'etre. "Hmm.... apa ini.....?" ucap Luke yang sambil melihat ke arah hadiah yang di berikan D'etre.



"Cincin.....? cincin apa ini.....?" ucap Luke yang melihat Hadiah dari D'etre adalah sebuah cincin. "Ya... baiklah, sekarang ku buka saja hadiah dari kak Shantae" ucap Luke, dan Luke pun membuka hadiah yang di berikan oleh Shantae.



"P-pedang.....?! jangan jangan, kak Shantae ingin aku menemui dirinya di belakang pagi hari, pasti ingin melatih bertarung pedang, tapi ya..... itu lumayan aku bisa berlatih seni pedang, aku belum pernah memegang pedang" ucap Luke. Dan Luke pun mengangkat pedang itu. "Hmm.... lumayan berat dan juga, ini sangat tajam..... dari mana dia mendapatkan ini,......?" batin Luke.


Dan Luke pun meletakkan pedang itu di samping tempat tidur, Luke menyandarkan pedang itu di tembok. "Baiklah, sekarang hadiah dari kak Norberta" ucap Luke yang sambil membuka hadiah dari Norberta.



"Wah.... apa ini.....? buku.....? kalau di lihat bukan seperti buku biasa, kalau gitu coba aku buka" ucap Hito. Dan di halaman pertama buku itu tertulis 'Advance Magic Caster'. "Hmm..... sepertinya ini buku tentang sihir, nanti saja aku baca sampai paham" ucap Luke. "Dan hadiah terakhir dari kak Garnet......" ucap Luke yang sambil memegang hadiah dari Garnet.

__ADS_1


Luke pun kemudian membuka hadiah dari Garnet itu. "Eh.....? tak ku sangka kak Garnet bakal memberikan hal seperti ini" ucap Luke.



"Aku kira kak Garnet akan memberikan ku sebuah pisau atau apa, ternyata sebuah kalung..... tapi ya apakah ini sisi lain dari kak Garnet.....?" ucap Luke. Dan Luke pun menggunakan kalung tersebut, dan Setelah itu Luke pun bergegas untuk tidur.


Keesokan paginya, Luke bangun dan langsung pergi ke halaman belakang sambil membawa pedang dan buku sihir, tak lupa ia juga menggunakan cincin yang di berikan oleh D'etre dan kalung dari Garnet. "Yo..... selamat pagi Luke....." ucap Shantae yang sudah berada di halaman belakang sambil memegang sebuah pedang miliknya.



"Kak Shantae jangan jangan kau sudah merencanakan ini sudah dari lama.....?" ucap Luke. "Hmm.... kau bisa mengatakannya seperti itu" ucap Shantae. "Ugh..... ternyata seperti itu....." ucap Luke. "Baiklah Luke.... kau ayunkan pedang itu seribu kali...." ucap Shantae. "Hah.....?! seribu kali......!! apakah kau serius kak......?!" ucap Luke.


"Hmm.... bisa melakukan hal ini seribu kali tanpa pingsan di hati pertama, sangat hebat....." batin Shantae sambil tersenyum tipis. "Ada apa.....? kau tersenyum seperti itu.... jangan jangan tadi hanya bercanda,.......?" ucap Luke. "Tidak, untuk sekarang sudah cukup..... kita pergi untuk sarapan dan setelah itu kau akan berlatih sihir dengan Norberta" ucap Shantae.


"Oh ya, kak Shantae dari mana kau mendapatkan pedang ini.....?" ucap Luke. "Hmm.... aku menemukan di dalam tower, karena bentuknya lebih pendek dan kecil, pastinya cocok untuk mu" ucap Shantae. "Oh.... dari tower, kalau kakak kakak yang lainnya juga.....?" ucap Luke.

__ADS_1


"Ya.... cuma D'etre yang tak tau dia mendapatkan dari mana. "Hmm.... begitukah...." ucap Luke. "Sudah sudah, kita pergi ke ruang makan dan serapan....." ucap Shantae. "Ya.... ayo pergi...." ucap Luke, dan mereka berdua pun pergi masuk ke dalam dan pergi ke ruang makan. Setelah sampai di ruang makan, D'etre sedang menyiapkan makanan sedang garnet ada di sana duduk dengan tenang.


"Kak Garnet.... terima kasih atas kalung pemberian mu....." ucap luke. "Hmm.... ya, syukurlah kalau kau suka....." ucap Garnet. "Eh ... untuk ku tak ada ucapan.....?" ucap Shantae. "Ya.... terima kasih juga....." ucap Luke kepada Shantae. "Hahaha.... kalau begitu jadi lega" ucap Shantae. "Hadeh, kau ini ingin mendapatkan pujian dari anak kecil, bagaimana cara akal mu itu berpikir....." ucap D'etre.


"Diam saja kau, aku tak ingin mendengar hal itu dari mu....." ucap Shantae. "Hoho.... kau mau mendapatkan satu pukulan atau berapa pukulan.....?" ucap D'etre. "Eh.... jangan baper seperti itu, aku tuh cuma bercanda loh....." ucap Shantae. Dan tak lama Norberta pun datang ke ruang makan, ia baru saja bangun tidur.


"Halo semuanya.... bagaimana pagi ini.....?" ucap Norberta. "Pagi ini cerah kak Norberta....." ucap Luke. "Apakah kau mau membuat hujan.....?" ucap Norberta. "Norberta....... awas saja kakau kau melakukan hal hal yang seperti itu....." ucap D'etre sambil mengeluarkan aura pembunuh. "Eh.... aku loh, cuma bercanda saja...." ucap Norberta.


Dan mereka pun sarapan bersama, setelah sarapan Luke dan Norberta pergi ke halaman belakang untuk berlatih sihir. "Luke.... apakah kau tau apa itu sihir.....?" ucap Norberta. "Sihir adalah sebuah hal yang tercipta dari imajinasi dengan perantara mana" ucap luke. "Wow..... kau tau itu dari mana.....? apakah D'etre pernah mengatakan hal itu.....?" ucap Norberta.



"Ga.... aku tau itu dari buku, tapi aku belum pernah menggunakan sihir....." ucap Luke. "Baiklah Luke.... kau duduk bersila di mana saja dan pikirkan ada sebuah hak yang amat penting yaitu kau harus bisa merasakan mana" yvao Norberta. "Baiklah kak, akan aku coba" ucap luke yang kemudian berpura pura latihan untuk bisa merasakan mana.


Beberapa saat pun berlalu, dan Luke pun memanggil Norberta. "Kak Norberta aku bisa merasakan mana...." ucap Luke. "Wah.... hebat sekali, tak ku sangka akan secepat ini" ucap Norberta. "Dan sekarang imajinasi tentang sebuah api yang terbakar" ucap Norberta. "Burn....." di tangan Luke muncul api yang berkobar. "Wah..... bahkan sekarang sudah bisa menggunakan sihir, sekarang akan aku ajari menggunakan sihir serangan, sihir buff, dan sihir pertahanan.

__ADS_1


"Ayo kak, aku sudah tak sabar bisa menggunakan sihir.....!!" ucap Luke. "Sihir paling mudah adalah sihir api, jadi gunakan sihir seperti yang akan aku contohkan" ucap Norberta. "Ya.... aku akan menyimak dengan seksama kak, Norberta" ucap Luke. Dan Norberta pun membayangkan sebuah bola api yang bisa ia lemparkan.


"Burn....." sebuah bola api keluar dari tangan tangan nya. "Fire Ball......" Norberta mengucapkan mantra dan sambil melempar bola api itu. "Wah.....hebat, apakah aku juga bisa kak Norberta.....?" ucap Luke. "Ya.... kau coba saja, kau pasti bisa" ucap Norberta. Dan Luke pun menirukan sihir yang barusan Norberta tunjukkan. "Fire Ball....." ucap Luke yang menggunakan mantra akan tetapi bola api yang Luke buat langsung menghilang.


__ADS_2