
"Hey.... bocah..... bangun bocah pemalas......!!" ucap seseorang yang membangunkan Luke. "Ah......!!" ucap Luke yang langsung bangun. "Hah....? sudah berapa lama aku tertidur.....?" ucap Luke. "Ya Ndak tau kok tanya saja....." ucap seseorang yang membangunkan Luke. "Siapa kau.....? dan di mana Niks.....?" ucap Luke.
"Apakah kau lupa dengan ku bocah.....? padahal kau mengalahkan ku beberapa saat lalu, dan kalau Dewi yang kau maksud itu dia sedang merenungi nasib keknya" ucap suara itu. "Hmm..... aku tak ingat, siapa namamu......?" ucap Luke. "Ingat baik baik, nama ku adalah Otr, ingat baik baik bocah...." ucap Otr. "Ya..... akan aku ingat......" ucap Luke. "Oh ya.... btw aku sebenarnya satu entitas dengan dia, tapi kami menjadi dua karena suatu hal" ucap Otr. "Dengan Niks......?" ucap Luke.
"Mana ada aku adalah satu entitas dengan Dewi itu, membuat ku jijik..... aku dengan dia tapi sepertinya belum waktunya kau bertemu dengan nya" ucap Otr. "Ya.... karep mu, aku mau mencari biji besi" ucap luke yang kemudian berjalan. "Hmm.... sendal ku sudah hancur, biarlah...... Tanpa sendal, Nyeker pun jadi" ucap Luke. "Huh.....? seperti ada yang salah dengan pari bahasa mu" ucap Otr. "Udah bener, dan jangan banyak bacot kau......" ucap luke yang sambil berjalan.
"Tuk....." kaki Luke tak sengaja menginjak sesuatu. "Jaaannnnccoookkkk.......!!! sakit banget bangsat..... apa yang barusan ku injak......?!!" teriak Luke yang sedang kesakitan. "Luke....?!! kau kembali hidup......?" ucap Niks. "Kua pikir aku mati, dasar bajingan....." ucap Luke. "Jangan seperti itu, aku kan Dewi baik hati yang tak pernah berbicara kasar....." ucap Niks. "Karep mu, kaki ku sakit menginjak sesuatu barusan....." ucap Luke.
__ADS_1
"Coba kau ambil apa yang kau injak barusan" ucap Otr. Dan Luke pun mengambil sebuah benda yang sudah tertutupi oleh darah raja monster yang telah ia kalahkan beberapa saat lalu. "Hmm.... sepertinya itu cincin, coba kau bersihkan....." ucap Otr. "Sihir, Watering" Luke menggunakan sihir untuk membersihkan benda yang barusan ia temukan. Setelah bersih, benda itu adalah cincin yang berwarna perak dan terdapat ukiran tipis di cincin itu. "Apakah kau tau apa ini, Niks.....?" ucap Luke.
"Cuma cincin.....?" ucap Niks yang malah bertanya ke hito. "Ah..... Dewi ga berguna, apa yang kau bisa.....?" ucap Luke. "Aku bukan tipe yang bisa menganalisis" ucap Niks. "Ya..... terserah saja....." ucap Luke. "Itu adalah cincin yang akan menciptakan sebuah tembok, coba kau pakai dan alirkan mana ke cincin setelah kau pakai" ucap Otr. Luke pun memakai cincin itu dan setelah itu mengalirkan sedikit mana ke cincin itu. Tak lama muncul sebuah dinding dengan tinggi tiga meter dan lebar tiga meter.
"Hmm..... apakah ini sangat kuat......?" ucap Luke yang kemudian mengetuk tembok itu. "Itu lumayan kuat, coba kau pukul" ucap Otr. "Wush....." luke pun melesatkan pukulan ke arah tembok itu dengan sekuat tenaga. "Duuuarrr......!!" tembok itu langsung hancur hanya dengan sekali serang. "Ah..... lumayan, tapi mudah hancur" ucap Luke. "Ya.... tapi kalau kau hilangkan kemudian munculkan lagi, tembok akan terreset kembali" ucap Otr. "Owh, begitu cara kerjanya, lumayan....." ucap Luke.
Luke pun memikirkan sesuatu dan muncul senyuman mencurigakan dari raut wajahnya. "Luke.... apa yang pikirkan barusan......?" ucap Otr. "Bukan apa apa, hanya saja aku memiliki sebuah ide yang bagus" ucap Luke. "Luke.....!! syukurlah kau hidup kembali.....!!" ucap Niks. "Seenaknya aja kalau bilang, aku belom mati" ucap Luke. "Ehem..... ya terserah saja, yang penting kau kembali dan bagaimana keadaan mu,.....?" ucap Niks yang seketika bersikap tenang.
__ADS_1
"Hmm.... cukup dalam dan sepertinya sangat luas....." ucap Luke. "Kalau begitu kau masuk dan gunakan sihir untuk membuat penerangan" ucap Niks. "Ya.... ya.... aku tau kalau itu" ucap Luke yang kemudian masuk ke dalam lubang itu dan berdiri. "Sihir, Replication of Light" secara perlahan cahaya muncul dan membuat tempat gelap itu menjadi terang. "What the hell...... yeah, lucky......" ucap Luke yang melihat bahwa tempat itu adalah tempat menyimpan barang barang berharga seperti pedang, beliung, perhiasan dan emas. "Banyak sekali barang barang seperti ini, dan juga di dindingnya banyak sekali biji dari besi, perak, dan biji logam lainnya" ucap Luke.
"Ya..... ini bisa di bilang adalah imbalan setelah mengalahkan bos monster, hahaha" ucap Otr. "Hahaha..... akan aku ambil semua ini" ucap Luke yang kemudian menggunakan bayangan untuk memindahkan semua barang barang itu ke dimensi bayangan. Beberapa menit kemudian, dan semua barang yang ada di sana sudah di pindahkan semua ke dimensi bayangan. "Yosh...... akhirnya selesai juga, dan aku juga bagus menambang biji ini juga" ucap Luke.
"Niks, ambilkan beliung yang ada di sana" ucap Luke dan Luke pun mengambil sebuah beliung dari dimensi bayangan dengan menggunakan bayangan di kakinya. "Hiyaaa......!!" ucap Luke yang sambil memukulkan beliung ke arah bijih logam di sana. "Ting..... Ting.... Ting..... Ting..... Ting..... Duuuaakk" Luke memukul bikin logam dan kemudian menghancurkan batu untuk memisahkan biji logam dengan batu di dinding.
Beberapa jam kemudian, Luke pun selesai mengambil semua biji logam yang ada di tempat itu. "Hah.... hah.... hah.... capek sekali, aku lumayan lapar....." ucap Luke yang kemudian Luke berjalan ke pintu keluar goa. Di saat perjalanan ia keluar, ia bertemu dengan para penambang yang baru saja masuk. "Eh...... bocah, kau sudah datang dan mau pulang kah......? pagi sekali kau datang....." ucap salah satu penambang. "Hahaha.... ya, kalian juga baru mau mulai......?" ucap Luke.
__ADS_1
"Ya..... oh ya, kalau mau menambang jangan terlalu dalam, di goa bagian dalam terdapat monster yang sangat kuat, sudah banyak petualang dan para penambang yang mati karena monster itu" ucap salah satu penambang itu. "Oh.... terima kasih infonya" ucap Luke yang kemudian melanjutkan perjalanan untuk keluar. "Hahaha..... mereka tak tau kalau kau sudah mengalahkannya" ucap Niks sambil tertawa sombong.
"Kau itu kenapa, aku yang mengalahkannya tapi kau yang menyombongkan diri" ucap Luke. "Kau adalah kontraktor ku, jadi aku bangga padamu" ucap Niks. "Huh.....? kau itu bawahan ku, jangan meninggikan derajat mu....." ucap Luke. "Ugh.... apakah tak bisa naik sedikit....." ucap Niks yang menawar pada Luke. "Tidak bisa" ucap Luke dengan singkat. "Ugh.... ayolah, Luke....." ucap Niks yang memelas kepada Luke. "Awokawokawok...... aku baru kali ini ada seseorang yang bisa membuat Dewi itu seperti itu, padahal dia cuma punya satu kontraktornya pada waktu yang sangat lama...." ucap Otr yang sambil tertawa lepas.