The Great Land

The Great Land
Ep.7 Mafia


__ADS_3

Riz pun belajar banyak hal tentang pasar gelap dari Alen. Tak berselang lama terjadi sesuatu kejadian yang membuat Alen tertangkap oleh polisi.


Di saat Alen tertangkap oleh polisi Riz sedang keluar dari tempat Alen. Riz tak sengaja melihat para polisi yang sedang menangkap Alen. Alen tertangkap oleh polisi kerena ada salah satu partner nya yang sudah tertangkap terlebih dulu dan kemudian partnernya itu mengatakan kalau Alen juga temannya. Akibat hak itu Alen pun ikut tertangkap oleh polisi.


"Sial...... si kampret bedebah sialan itu......!! semoga kau bisa hidup sendiri Riz" batin Alen yang sambil tertangkap oleh polisi. Dan Riz yang melihat itu sudah berumur empat belas tahun. "S-sialan......!! kenapa hidup ini selalu berakhir seperti ini.....? kenapa semuanya selalu mengambil semua orang yang ada di dekatku......? sialan.......! hiks...." ucap Riz yang sambil menangis.


"Apakah aku pernah melakukan kesalahan.....? kenapa dunia ini sangat tak adil......?!" ucap Riz. Riz pun berjalan sedikit menjauh agar ia juga tak tertangkap karena berurusan dengan Alen. Riz pun pergi tanpa arah sedikitpun, tau taunya ia sudah berada di pinggiran sungai yang tak terlalu dalam.


"Sial sekarang aku sudah berada di mana.....?" ucap Riz. "Sial.... aku sudah tidak memiliki siapapun lagi.....? yang pertama adalah ibu kemudian Alen.....? sial.....!!" ucap Riz yang kemudian mengarahkan pukulan ke arah sebuah pohon yang ada di sana karena rasa yang campur aduk. "Buuaakk.....!! buuaakk.....!! buuakk....!! buaak.....!!" Riz memukul pohon itu terus menerus.


"Kratak......!! bruuakk......!!" pohon yang di pukuli Riz itu pun patah dan tumbang. "Sial.... aku malah mematahkan pohon hanya karena luapan amarahku" ucap Riz. "Hey.....? bocah apakah kau yang merobohkan pohon itu....?" ucap seseorang yang datang karena suara pohon yang ambruk. "Ya.... memangnya ada apa....?" ucap Riz dengan dingin.


"Ikutlah dengan ku, akan aku bawa kau ke bos dan jadilah anggota mafia kami...." ucap orang itu. Dan Riz pun ikut dengan orang yang baru ia temui itu. Dan tak lama mereka jalan mereka pun sampai di tempat persembunyian mafia yang di sebutkan. Dan mereka pun masuk ke dalam markas mafia itu.

__ADS_1


Dan Riz pun di bawa ke hadapan bos mafia tersebut. "Hey bos.... aku membawa seseorang yang menarik, meski masih bocah dia ini hebat kalau kau tau" ucap orang yang membawa Riz ke markas mafia itu. "Baiklah bocah, karena bawahan ku mengatakan kalau kau itu menarik, masuklah jadi anggota mafia ku....." ucap bos mafia itu.


Riz pun melihat ke arah bos mafia itu, yang tadinya ia hanya menunduk dan ikut ikut saja. "Hahaha..... sepertinya aku tidak perlu mencari lebih jauh lagi, karena aku sudah bertemu dengan mu bajingan....!!" ucap Riz saat melihat bos mafia itu adalah seseorang yang membunuh ibunya Riz.


"Bajingan sialan....!! siapa kau berani sekali berkata seperti itu.....!!" ucap bos mafia itu. Dan semua orang di sana langsung mandangin Riz dengan tatapan tajam. "Heh....?! Kalian mau melawan ku.....?" ucap Riz. "Wush..... bruuakk....." Riz menjatuhkan seorang anggota mafia yang ada di samping nya.


"Buuak.....!!" Riz memukul bagian perut anggota mafia yang ia jatuhkan hingga tak sadarkan diri. "Tap...." Riz pun melompat ke belakang untuk menjaga jarak. "Tak...." seseorang anggota mafia mengambil sebuah pisau yang ada di sakunya dan berlari ke arah Riz. Anggota mafia itu berlari dan akan menusuk Riz menggunakan pisau yang ia pegang.


"Eh.....? apa yang barusan terjadi....? dan di mana pisau ku.....? dan kenapa aku tidak bisa bergerak, tangan ku terkunci ke belakang" ucap orang itu. "Krak..... dor.... dor.... dor..... dor.... dor....." anggota mafia itu dengan cepat dan tanpa sadar menembak ke arah temannya sendiri yang di baliknya terdapat Riz.


"Agh... agh... agh....." ucap orang itu yang di tembakin oleh temannya sendiri. "Sialan.....!! berani sekali kau membuat diriku sebagai tameng mu......!!" ucap orang yang Riz gunakan tameng. "Ya kalau begitu akan aku akhiri penderita mu" ucap Riz yang mengeluarkan sebuah pistol dari saku belakang nya.


"Krak...." Riz menempelkan moncong pistol tepat di di bagian jantung dari punggung orang itu. "Dor,.....!!" dengan satu tembakan Riz pun langsung membuat orang itu mati seketika. "Sreet..... wush....." Riz pun kemudian melempar mayat orang itu ke anggota mafia lainnya. "Eh.....?! dia mati.....? berani sekali kau.....!!" ucap salah satu anggota mafia yang marah.

__ADS_1


"Dor.....!!" dengan satu tembakan langsung kepada kepala orang yang barusan bicara itu. "Huh.... sial.... ini pertama kalinya aku menembak langsung bisa kena headshot" ucap Riz. "Krak...." para anggota mafia pun mengangkat pistolnya dan mengarahkan pada Riz. "Krak.... krak...." Riz mengangkat kedua pistol di tangannya.


Riz mendapatkan pistol dari anggota mafia yang pertama ia jatuhkan dan yang kedua adalah pistol milik orang yang ia bunuh. "Dor...


dor.... dor.... dor.... dor.... dor....." Riz pun menjebak secara membabi buta, meski begitu semua tembakan milik Riz tidak ada yang meleset. "Tig.... tig... tig... tig...." Riz menekan pelatuk pistol yang ia bawa akan tetapi pelurunya sudah kosong.


"Sial...." ucap Riz yang langsung berlindung di balik sebuah tiang yang ada sana. "Sial.... peluru sudah habis, yang aku miliki hanya dua pisau ini" ucap Riz. "Dor.... dor.... dor...." anggota mafia yang tersisa hanya bos dan dua anggota mafia yang saat ini berada di depan Riz.


"Keluarlah kau sialan.....!! berani sekali kau mengacak tempat ku ini.....!!" ucap bos mafia. Riz pun mengeluarkan dua pisau itu dan dengan cepat melemparkan pisau itu ke arah dua anggota mafia yang masih tersisa. "Jleb...." pisau yang di lempar Riz itu langsung menusuk ke leher anggota itu. "Bruuk......" kedua anggota mafia itu pun langsung terjatuh dan akhirnya meninggal karena kehabisan nafas dan luka yang parah di tenggorakannya.


Di saat bos mafia sedang terkejut melihat kematian dengan cepat menghampiri anggota terakhir mafia, bos mafia pun merasakan berbagai macam rasa yang tercampur. "Tap.... tap....tap.... tap...." Riz pun berlari secara zig zag ke arah bos mafia itu.


Bos mafia itu pun berniat memukul Riz dengan tangan kanannya yang juga memegang pistol. "Wush..... buuuaakk....!!" saat hampir terkena pukulan dari bos mafia, Riz pun mengerahkan pukulan uppercut ke arah lengan bos mafia itu.

__ADS_1


__ADS_2