
"Huh.....? tapi bagaimana bisa manusia bisa merawat seorang pangeran iblis......? tapi sepertinya itu semua sangat berkaitan dengan tubuh mu itu Luke......" ucap Otr. "Ya.... ya... sekarang diamlah aku tak mau di sebut gila karena berbicara sendiri" ucap Luke. "Baiklah, aku akan diam sementara" ucap Otr.
Luke yang berjalan itu pun sampai di gerbang masuk kota. "Berhenti, tunjukkan identitas diri mu" ucap para penjaga yang menghentikan langkah Luke. "Ini.... aku seorang support, yang baru selesai jalan jalan di luar gerbang" ucap Luke yang sambil menunjukkan identitas dirinya. "Hmm.... begitu, baiklah silahkan masuk" ucap para penjaga yang membiarkan Luke masuk ke dalam Kota.
Luke yang sudah masuk kemudian pergi ke tempat blacksmith yang sebelumnya ia kunjungi. "Tok.... tok.... tok....." Luke mengetuk pintu blacksmith itu. "Ya.... ada apa......? eh.... bocah kau kembali" ucap Vulka. "Ya, aku kembali sambil membawa bahan untuk menempa" ucap Luke. "Hmm.... kau kotor sekali, sudah beberapa hari kau tak kelihatan, aku kita kau sudah menyerah" ucap Vulka. "Hahaha.... mana ada, aku mau belajar menempa" ucap Luke. "Ya.... baiklah, masuklah ke dalam" ucap Vulka.
Luke pun masuk ke dalam dengan mengikuti Vulka dari belakang. Vulka kemudian pergi ke sebuah kamar, serahkan Luke duduk di sebuah kursi. "Pedang yang di tempa sangatlah indah....." ucap Luke yang sambil melihat pedang buatan Vulka. "Nih bocah, kau pakai daripada menggunakan pakaian yang basah dan kotor, kau bisa kena penyakit, kalau kau sakit nanti aku yang repot karena kena marah orang tua mu" ucap Vulka.
"Aku gak punya orang tua loh" ucap Luke yang sambil menerima pakaian dan sebuah sepatu dari Vulka. "Eh.....? jadi kau sebelum ke sini tinggal dengan siapa.....?" ucap Vulka. "Aku tinggal dengan kakak kakak ku, tapi sekarang mereka sudah tiada" ucap Luke yang sambil mengganti pakaian. "Oh..... begitukah, kalau begitu aku akan mengajari mu menempa" ucap Vulka. "Ya.... ayo aku sudah siap" ucap Luke.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian pergi ke belakang untuk menempa. "Baiklah kita lihat apa yang kau bawa, siapa namamu bocah.....?" ucap Vulka. "Namaku Luke" ucap Luke. "Baiklah Luke, apa yang kau dapatkan" ucap Vulka. "Ini...." ucap Luke yang sambil mengeluarkan biji tembaga, besi, perak dan tiga biji talek. "Hmm.... darimana kau dapat talek.....? ini barang lumayan bagus, kalau di jual bisa lumayan mahal" ucap Vulka.
"Tapi aku mau membuat senjata" ucap Luke. "Ya ... baiklah, kita akan menggunakan biji besi" ucap Vulka. "Ya..... butuh berapa banyak....?" ucap luke. "Terserah kau mau membuat seberapa besar pedangnya, Kemudian siapkan api dan tungku tahan api" ucap Vulka. "Kemudian masukkan biji besi kan" ucap Luke. "Ya.... dan tambahkan kapur secukupnya, dan tunggu hingga meleleh" ucap Vulka.
Beberapa saat kemudian, biji besi itu pun meleleh dan kemudian di bentuk menjadi tongkat besi. "Kalau sudah membuat tongkat besi, sekarang tinggal di panaskan dengan suhu sekitar 70% sebelum meleleh" ucap Vulka. "Tingg.... Tangg.... Tangg.... Tanggg....." Vulka memilihkan tongkat besi yang menyala berwarna Oren kekuningan itu hingga pipih. Vulka kembali memanaskan besi itu dan kemudian menempa kembali untuk membuat bilah pedang.
"Hmm.... lumayan banyak yang harus di lakukan" ucap Luke. "Ya.... menempa itu tak semudah yang orang orang ketahui" ucap Vulka. Setelah itu pedang itu di angkat dan di bersihkan kemudian di pasangi gagang pedang. Setelah memasang gagang, Vulka pun menajamkan bilah pedang itu. Beberapa saat kemudian, pedang pun jadi. "Lihat, sudah jadi, apakah kau ingat.....?" Vulka. "Ya.... aku akan mencobanya" ucap Luke.
Luke hanya dengan melihat cara membuat, ia sudah mendapatkan skill menimpa hingga ke titik expert, akan tetapi ia harus melakukan berkali kali agar bisa sempurna. Dan Luke pun menempa berkali kali sambil di bantu sedikit oleh Vulka. Dan ke sekian kali percobaan, Luke barhasil membuat sebuah pisau yang tajam. "Wow..... hebat, kau bisa membuat hal menakjubkan seperti ini hanya dalam puluhan percobaan" ucap Vulka. "Ya.... tapi biji besi yang ku punya habis" ucap Luke.
__ADS_1
"Tak apa, besi yang tidak jadi ini masih bisa di gunakan kembali" ucap Vulka. "Berarti tidak ada yang namanya mubasir dalam menempa bukan.....?" ucap Luke. "tidak juga, ada kalanya bahan menempa hancur dan harus di buang seperti contohnya adalah diamond, originium dan lain lainnya" ucap Vulka. "Hmm.... begitukah, aku paham sekarang" ucap Luke. "Ya, sekarang aku akan melakukan pekerjaan ku, bisakah kau pergi sebentar.....?" ucap Vulka. "Ya.... apakah di belakang ada lahan lumayan luas.....?" ucap Luke.
"Ada, tempat kosong di belakang rumah, kalau kau mau gunakan tidak apa" ucap Vulka. "Baiklah terima kasih" ucap Luke yang kemudian pergi ke belakang. Sesampainya ia di sana, Luke melihat lahan kosong yang tak tersentuh lumayan lama, rumput sudah tinggi. "Sihir, Air Cutting" Luke menggunakan sihir untuk memotong rumput yang ada di sana. Luke kemudian duduk bersila, dan sambil menunjuk mata. "Hup..... Huft......" ucap menarik nafas panjang kemudian membuang nafas.
"Luke apa yang akan kau lakukan.....?" ucap Otr. "Aku mau meningkatkan mana ku" ucap Luke. "Hmm... kau mau menggunakan metode mana....?" ucap Otr. "Aku akan menggunakan teknik Heavenly Body yang menyimpan mana hingga tahan tertentu di dalam tubuh dan di tambah menyimpan mana di beberapa titik organ dalam. "Jangan jangan....!!! tapi ya sepertinya akan berhasil, gambare Luke......" ucap Otr. "Hahaha.... kau dapat dari mana kata kata itu.....?" ucap Luke.
"Dulu aku pernah melihat ada seseorang yang mengucapkan itu untuk menyemangati seseorang, kalau tidak salah dia itu pahlawan" ucap Otr. "Hmm.... begitukah, baiklah aku akan latihan" ucap luke. Luke melakukan latihan mana tiga puluh menit dan hasilnya ia meningkatkan mananya 2 persen, Heavenly Body dan penyimpanan mana yang lainnya masih belum tercipta. "Huft......" Luke menghela nafas sambil membuka matanya. "Tubuhmu tak kuat menahan mana mu.....?" ucap Otr.
"Yeah..... kalau ku teruskan aku akan mati atau berubah menjadi gumpalan daging hidup yang tak berakal" ucap Luke. Luke kemudian melakukan latihan fisik dari yang sederhana puluhan kali.
__ADS_1