The Great Land

The Great Land
Ep.20 Climber


__ADS_3

Laser yang Luke lancarkan membuat lubang pada perisai tanaman yang di buat oleh Norberta. "Seperti aku mengenai kau kak" ucap Luke yang bilang begitu karena ia mencium bau pakaian terbakar.


"Ya..... kau hebat sekali luke, untung aku bisa menghindar kalau enggak, tadi aku udah terluka parah" ucap Norberta. "Hehe..... hebat bukan aku.....?" ucap Luke. "Ya.... tapi hal seperti itu bahaya untuk dirimu sendiri juga Luke....." ucap Norberta. "Emangnya kenapa kak.....? apakah karena penggunaan mana yang sangat banyak.....?" ucap Luke.


"Ya.... kalau kau gunakan secara terus menerus, kau akan kehabisan mana dan bisa saja kau pingsan" ucap Norberta. "Iya.... kalau begitu aku akan lebih berhati hati, kak...." ucap Luke. "Ya.... baiklah, sekarang aku akan pergi, kau bisa makan buah itu sambil menunggu Garnet datang" ucap Norberta. "Ya.... baiklah kak" ucap Luke.


Dan Norberta pun pergi ke dalam panti asuhan. "Hmm.... apakah kak Garnet juga kaan melakukan latihan tanding......?" ucap Luke. "Ya.... tapi aku berbeda" ucap garnet yang ada di belakang Luke. "Uwaaa.....!! kak Garnet.....!!" ucap Luke yang terkejut. "Maaf Luke mengagetkan mu" ucap garnet.


"Iya.... tak apa kok kak" ucap Luke. "Ya.... baiklah, latihan dariku hanyalah kau gunakan semua tehnik yang aku ajarkan" ucap garnet. "Tugas tehnik awal itu......?" ucap Luke. "Ya.... aku cuma mengajarkan itu saja bukan....?" ucap garnet. "Iya, benar juga, cuma tiga yang di ajarkan oleh kak Garnet" ucap Luke. Dan Luke pun mencoba tehnik menghilang keberadaan.


"Hmm.... bagus, bahkan lebih tipis dari ku, meski jaraknya cuma sedikit" batin garnet. "Bagus luke, selanjutnya....." ucap garnet. Dan Luke pun melakukan semua yang di ajarkan oleh garnet. "Baiklah.... sudah cukup, semuanya sangat bagus, sekarang tak ada yang bisa aku ajarkan lagi....." ucap garnet. "Tapi kan.... bukankah masih banyak lagi.....? seperti tehnik menyerang.....?" ucap Luke.

__ADS_1


"Kalau menguasai tiga yang aku ajarkan, pasti bisa melakukan gerakan serangan" ucap Garnet. "Hmm..... begitu kah..... baiklah aku akan belajar sendiri....." ucap Luke. "Hmm.... ya, aku suka kau yang suka belajar, baiklah aku akan masuk ke dalam dan mendiskusikan sesuatu dengan yang lainnya" ucap Garnet.


"Ya.... pergilah saja kak, aku baik baik saja sendiri....." ucap Luke. "Ya..... jangan berlatih terlalu keras, nanti kau bisa sakit....." ucap garnet. "Iya.... terima kasih kak Garnet....." ucap Luke. "Ya.... kalau begitu, sampai nanti...." ucap garnet yang kemudian masuk ke dalam panti asuhan.


"Hmm.... emang benar, kak Garnet memang orang yang memiliki sifat paling lembut dari kakak yang lainnya" ucap Luke. "Baiklah..... sekarang kita berlatih....." ucap Luke yang berlatih untuk membuat gaya serangan. Sedangkan, D'etre, Shantae, Norberta dan Garnet yang baru saja datang dan duduk di ruang tengah.


"Baiklah, sekarang kita akan diskusikan hal itu" ucap D'etre. "Ya..... tapi kita harus katakan atau tidak kepada Luke.....?" ucap garnet. "Maka dari itu, kita diskusikan hari ini" ucap Norberta. "Apa sebaiknya kita katakan pada dia.....?" ucap Shantae. "Luke itu masih kecil, apakah kau ingin membuat anak kecil dalam bahaya......?" ucap D'etre. "Iya, benar juga kata D'etre" ucap Garnet.


"Hmm.....tapi kita harus bagaimana......?" ucap Shantae. "Halo.....!! bagaimana kabar kalian.....?" ucap seseorang yang langsung masuk ke dalam panti asuhan. "Cih..... Climber......!!" ucap D'etre dengan penuh kebencian. Dan yang lainnya juga menatap orang yang masuk itu dengan tatapan tajam. "Hey.... hey..... santai saja, apakah kalian lupa pada ku.....?" ucap orang itu.


"Wush.....!!" Shantae mengayunkan pedangnya ke arah Tifon. "Buuuaakk.....!!" Tifon menangkis serangan Shantae dengan menyilangkan tangan nya, akan tetapi ia tetap terhempas ke belakang dan menghancurkan tembok bagian depan panti. "Sialan......!! dia sangat keras sekali......!!" ucap Shantae. "Kukuku..... kau memang hebat, bagaimana kalau kalian menjadi bawahan ku, menjadi Climber.....?" ucap Tifon.

__ADS_1


"Tidak.... terima kasih, kami takkan menjadi Climber, sialan.....!!" ucap D'etre, Shantae, Norberta dan Garnet. "Hmm..... baiklah kalau begitu, tak ada cara lain selain membunuh kalian" ucap Tifon. "Ayo maju kalau kau berani....!!" ucap Shantae. "Hadapi kami mau mau bisa....." ucap mereka berempat.


"Hmm..... aku menghadapi para perempuan yang dengan julukan goddess, ini sangat membuat ku sangat senang....." ucap Tifon. "Sihir, Meteorite" Norberta menggunakan sihir dan seketika muncul batu yang turun dari langit, batu itu turun ke arah Tifon. "Duuuarrr.....!!" suara tubrukan yang sangat keras, dan karena suara itu, Luke pun langsung masuk ke dalam untuk mengecek.


"Kak ada apa....?" ucap Luke. "Luke.... kau diam di sana saja, kau jangan bergerak, kami yang akan menghadapi dia....." ucap D'etre. "Ya.... kau tenang saja di sana Luke...." ucap Shantae. "Iya, serahkan saja pada kakak kakak mu ini Luke....." ucap Norberta. "Tenang saja Luke....." ucap garnet. "Hoho.... Lumayan....." ucap Tifon yang keluar dari batu yang jatuh itu.



"Apa apaan itu.....? kenapa dia masih hidup meski telah terkena serangan sekuat itu.....?" ucap Luke. "Sudah ku duga, kau takkan mati dengan udah...." ucap Shantae. "Hal yang paling menyebalkan adalah seorang magic Caster dan Healer" ucap Tifon. "Jangan peduli mereka, hadapi dulu yang ada di depan mu" ucap Shantae yang melesat ke arah Tifon.


"Ting..... Ting.... Ting ... Ting....." Shantae dan Tifon saling beradu pedang dengan sangat cepat. "Sihir, Vines" Norberta menggunakan sihir tanaman dan mengikat kaki Tifon. "Sialan.....!!" ucap Tifon, dan di saat bersamaan Shantae melancarkan tebasan. "Skill, Swap....." seketika Tifon langsung bertukar dengan batu besar yang tadi jatuh dari langit.

__ADS_1


"Sriing.....!!" Shantae dengan mudah memotong batu itu menjadi berbagai bagian. "Sihir, Power Up..... Sihir, Stamina Up...... sihir, Speed Up...... Sihir, Magic Resistance....... Sihir, Endurance Up......" D'etre menggunakan sihir yang meningkat kecepatan, kekuatan dan ketahanan kepada dirinya dan yang lainnya. "Mantap...... D'etre" ucap Shantae. "Kau fokus saja pada dia....." ucap D'etre.


"Eh.....? kemana satunya.....?" ucap Tifon yang menyadari kalau Garnet menghilang. "Skill, Death Petals" Dan seketika muncul kelopak bunga yang berterbangan. "Srratt....." setiap kelopak bunga yang menyentuh Tifon langsung menimbulkan luka. "Ugh.... aku lupa kalau satunya adalah seorang Assassin" ucap Tifon. "Sihir, Storm" Tifon menggunakan sihir dan menerbangkan kelopak bunga itu jauh dari dirinya. "Sriiing.....!!" garnet langsung melancarkan tebasan ke arah Tifon dari belakang.


__ADS_2