
Luke pun kemudian pergi menuju ke arah kota terdekat. Dan tak lama ia pun sampai di depan gerbang kota. "Hmm.... kalau masuk seperti butuh identitas, aku harus melakukan sandiwara sedikit" ucap Luke. "Apa yang akan kau lakukan Luke......?" ucap Niks yang menggunakan telepati.
"Lihat saja, aku hebat dalam sandiwara" ucap Luke. "Hahahaha.... aku menantikan apa yang akan kau lakukan, Luke...." ucap Niks dengan telepati. "Buak..... buakk.... buakk......" Luke memukuli dirinya sendiri. "Luke......?! apa yang kau lakukan......?!! kenapa kau memukuli diri sendiri......?" ucap Niks dengan telepati. "Ini adalah bagian dari sandiwara, aku diam saja" ucap luke. "Ya..... terserah kau saja" ucap Niks yang hanya akan memperhatikan.
Setelah memukuli dirinya sendiri, Luke sedikit mengotori dirinya dengan tanah. "Hmm.... sepertinya sudah mantap, waktunya sandiwara......" ucap Luke. Dan Luke pun berjalan ke arah penjaga gerbang kota, Luke berjalan dengan pincang kemudian ia membuat raut muka seperti orang yang kesakitan. "To.... tolong......" ucap Luke dengan suara pelan.
"Kau kenapa nak......?" ucap salah satu penjaga. "Bruuuakk......!!" luke pun menjatuhkan dirinya ke tanah di depan para penjaga itu. "Waduh.... aku harus membawanya masuk ke pos penjaga" ucap penjaga itu. Dan penjaga itu pun membawa Luke masuk ke dalam gerbang dan pergi ke pos penjaga.
Luke di tidurkan pada sebuah bangku panjang. "Aduh.... bagaimana ini,......? dia tiba tiba saja terjatuh dan tak sadarkan diri, aku harus bagaimana.....?" ucap penjaga itu yang sangat panik. "Hehe.... sudah ku duga, sesuai rencana....." batin Luke. "Ugh....." ucap Luke yang seperti kesakitan sambil membuka matanya secara perlahan.
"Oh.... kau sudah bangun nak.....? bagaimana kondisi mu......?" ucap penjaga itu. "Badanku sakit semua..... sepertinya aku mengalami luka yang cukup parah,......" ucap Luke. "Eh.....? siapa yang melakukan hal itu.....?" ucap penjaga itu. "Se..... ugh....." ucap Luke yang sambil menjerit kesakitan. "Tenang jangan terburu buru, katakan perlahan saja....." ucap penjaga itu.
__ADS_1
"Ke-keluarga ku di bunuh.... aku bisa melarikan diri meski aku mengalami luka seperti ini....." ucap Luke. "Kasihan sekali kau nak, siapa namamu.....?" ucap penjaga itu. "Lu-luke..... nama ku....." ucap Luke. "Oh, Baiklah nak luke, kenapa kau ke kota ini.....?" ucap penjaga itu. "Tolong aku..... aku sudah tak punya apa apa...... bahkan keluarga....." ucap Luke sambil meneteskan air mata.
"Ah.... kasihan sekali, nak luke.... akan ku bawa kau ke klinik bagaimana.....?" ucap penjaga itu. "Tapi- tapi aku tak mau merepotkan mu, pak penjaga....." ucap Luke. "Tenang saja, kau tak merepotkan ku, aku saja yang ingin menolong mu, jadi terima saja" ucap penjagaan itu,. "Ya.... baiklah" ucap Luke.
Luke pun di bawa ke sebuah klinik yang ada di kota itu. Setelah di periksa, Luke pun di obati. "Nak luke, bagaimana kabar mu.....?" ucap penjaga itu. "Sepertinya aku sudah lebih mendingan" ucap luke. "Ya, baguslah kalau begitu, bagaimana dengan tanda pengenal mu.....?" ucap penjaga itu. "Aku tidak punya apa apa, semuanya sudah hilang" ucap Luke.
"Hmm..... begitu ya, baiklah ini sedikit uang bisa kau pakai untuk buat tanda pengenal di guild" ucap penjaga itu. "Ya.... terima kasih banyak, semoga kau sehat selalu" ucap Hito. "Ya..... karena sudah selesai, aku akan kembali ke gerbang" ucap penjaga itu. "Ya.... hati hati di jalan, pak penjaga" ucap Luke. "Ya.... kau juga baga diri mu" ucap luke.
Dan penjaga itu pun keluar dari klinik dan kembali ke gerbangnya untuk menjaga kita. "Hmm.... sudah pergi kah..... pewh..... sudah juga setelah sekian lama tak melakukan seperti ini" ucap Hito. "Hebat juga kau, kau bisa berakting sangat bagus seperti itu,
"Aku akan membuat tanda pengenal dan kemudian pergi ke tempat blacksmith" ucap Luke. "Hah....?!! kau mau menjadi blacksmith.....!! mending jangan....." ucap Niks. "Siapa kau.....?! berani beraninya melarang ku" ucap Luke. "Saya adalah bawahan Anda, tuan luke....." ucap Niks yang langsung menggunakan kata kata formal.
__ADS_1
"Ya..... jadi jangan banyak melarang ku....." ucap Luke. "Ya.... baiklah, kau bisa melakukan apa yang ingin kau lakukan" ucap Niks. "Sihir, Heal" Luke menggunakan sihir penyembuhan ke dirinya sendiri. "Huh.... tubuh yang habis di pukuli sangat sulit" ucap Luke. "Salah sendiri kau melakukan akting dengan memukuli tubuh sendiri" ucap Niks. "Ya..... Bisa jadi" ucap Luke.
Dan Luke pun menemui pemilik klinik itu dan i berkata pada pemilik klinik itu agar dia bisa keluar. Dan setelah pengecekan kedua, Luke pun di perbolehkan keluar karena luka luka nya sudah sembuh. Setelah itu, Luke pun keluar dan pergi menuju ke sebuah guild yang ada di kota itu. "Hmm.... sepertinya ini yang di namakan guild" ucap Luke dan Luke pun masuk ke dalam guild.
Setelah masuk, Luke pun perhatian ke tempat resepsionis. "Mau melakukan apa......? mau mendaftar atau mengambil quest......?" ucap resepsionis itu. "Aku mau mendaftarkan diri, bagaimana......?" ucap Luke. "Hmm..... ya, pendaftaran di kenakan biaya sepuluh koin perak" ucap resepsionis itu. "Hmm...... ini sepuluh koin perak" Ucap Luke yang sambil memberikan sepuluh koin perak.
"Ya.... mohon di tunggu ya...." ucap resepsionis itu yang kemudian pergi. Luke berdiri di depan tempat resepsionis dan Beberapa saat kemudian, resepsionis tadi kembali sambil membawa sebuah alat pengukur. Resepsionis itu menaruh arah itu di meja resepsionis. "Sekarang tempelkan tangan mu di bola ini" ucap resepsionis itu.
Dan setelah Luke pun menempelkan telapak tangannya pada bola alat pengukur itu. "Baiklah sudah selesai, sekarang sedang membuat identitas mu" ucap resepsionis itu. "Hmm.... ya baiklah" ucap Luke. Tak lama kartu identitas milik Luke pun keluar dari alat pengukur itu. "Pekerjaan mu adalah sebagai Penempa dan penyembuh" ucap resepsionis itu.
"Hmm..... begitu kah, Baiklah terima kasih" ucap Luke yang menerima kartu identitas dirinya dan setelah itu ia keluar dari guild. "Sekarang kau mau kemana Luke .......?" ucap Niks dengan telepati. "Pergi ke tempat menempa, aku mau mempelajari sesuatu" ucap Luke. "Hmm.... begitukah, aku akan menunggumu saja" ucap Niks dengan telepati.
__ADS_1
"Ya..... dan sekarang aku sudah sampai di depan tempat menempa. "Tok.... tok.... tok,...." Luke mengetuk pintu tiga kali kemudian membuka pintu masuk itu. "Apakah ada orang.....?" ucap Luke yang kemudian masuk ke dalam rumah itu. Dan Luke pun berjalan ke arah belakang. "Halo......? adakah orang......?" ucap Luke. Dan saat ia berjalan ke belakang ia mendengar suara besi yang di pukul.
"Ting.... Ting.... Ting,....." seseorang memukul sebuah besi yang masih menyala. "Siapa kau.....?! kenapa kau masuk ke dalam rumah orang tanpa permisi......?" ucap orang itu.