The Great Land

The Great Land
Ep.21 Kematian


__ADS_3

"Cruuuat....!!" garnet berhasil membuat luka pada Tifon. Setelah menerima luka itu, Tifon pun langsung mengambil jarak cukup jauh. "Huft...... tak ada pilihan lain" ucap Tifon yang sambil menarik nafas dalam-dalam.


"Welcome to reality......." ucap Tifon yang menggunakan ultimate nya. "Crrruuaaatt.....!! cruuuat.....!! cruuuat.....!! cruuatt....!!" D'etre, Shantae, Norberta dan Garnet pun langsung mendapat luka yang cukup dalam dan mereka langsung tertunduk ke tanah. "Hah.... hah.... ultimate yang sangat menyeramkan, sihir....." ucap D'etre. "Cruuuat......!!" D'etre pun langsung di tusuk oleh pedang yang di bawa oleh Tifon.


"Caugh......!" D'etre pun langsung muntah darah dan D'etre mati seketika. "Kak D'etre......!!" ucap Luke yang melihat D'etre di bunuh tepat di depannya. "Diam di sana saja luke....." ucap Shantae. "Ta-Tapi kak D'etre....." ucap Luke. "Iya.... aku tau, tapi dia sudah tak ada, semoga dia tenang di alam sana" ucap Garnet.


"Bicara omong kosong apa kalian ini......?" ucap Tifon. "Tifon...... sialan......!!! akan ku bunuh kau....." ucap Shantae dengan penuh kemarahan. "Ya.... majulah kalau kau bisa mengalahkan diriku....." ucap Tifon. "Wush..." Shantae pun langsung melesat ke arah Tifon dengan sangat cepat. "Ting..... Ting .... Ting..... Ting....." Shantae dengan Tifon beradu pedang dengan sangat intens.


"Hahahaha......!! kenapa kau tak gunakan ultimate mu,.......? kalau terus seperti ini kau akan kalah....." ucap Tifon. "Sialan.......!!" ucap Shantae yang sambil mengayunkan pedangnya ke bawah. "Wush....." di saat bersamaan Tifon mengindari serangan itu dengan melesat ke belakang. "Swash......!!" garnet sudah bersiap dan menyerang Tifon saat Tifon ke belakang.


"Hal yang sama takkan bisa untuk kedua kalinya" ucap Tifon. "Sriiing....,...!!" Tifon dengan cepat menebas garnet yang berada di belakangnya. "Cruuuat.......!!" garnet terkena tebasan meski sudah menghindar. "Ugh......!! tak ada pilihan lain lagi....." ucap garnet. "Kau mau melakukan itu.....?" ucap Shantae.


"Ya.... meski ini sangat membebani tubuh ku, aku sudah tak peduli lagi....." ucap garnet. "Jangan lakukan itu, garnet....." ucap Norberta. "Aku sudah bertekad..... jangan melarang lagi....." ucap garnet. "Corpo D'ombra" garnet menggunakan ultimate miliknya, seketika tubuhnya di selimuti oleh sesuatu yang berwarna hitam.

__ADS_1


"Hmm..... aku baru melihat ultimate yang seperti itu...." ucap Tifon. "Sratch..... sratch.... sratch....." seketika Tifon terkena serangan entah dari mana. "Apa apaan barusan itu.....? aku bahkan tak melihat dia menyerang, ya tapi siapa yang peduli" ucap Tifon. "Sriiing.....!!" Tifon pun menebas garnet menjadi dua. Akan tetapi garnet yang terbelah menjadi dua itu pun kembali menyatu.


"Sayang sekali..... ultimate ku ini membuat diriku immortal....." ucap garnet. "Hahaha...... menarik....." ucap Tifon. "O Goddess, Give Me the Sword of Judgment" di saat Tifon terfokus pada Garnet, Shantae menggunakan ultimatenya. Di sisi lain, Norberta diam dan mengumpulkan mana agar bisa menggunakan ultimate nya. Padang yang di pedang Shantae langsung mengeluarkan cahaya berwarna putih kebiruan.


"Wush.....!!" Shantae pun langsung melesat ke arah Tifon. "Sriiing....." Shantae melakukan tebasan ke arah Tifon, Tifon pun dengan cepat merespon dan menangkis serangan milik Shantae. "Ugh..... apa apaan, kenapa aku merasakan sakit......? jangan jangan itu ultimate mu.....?" ucap Tifon. "Ya.... siapa yang tau..." ucap Shantae.


"Hmm.... menarik....." ucap Tifon. Kemudian, Shantae dan Garnet pun menyerang Tifon secara bersamaan. "Tap....." Shantae dan Garnet pun berdiri berdampingan. "Huh.... huh.... huh....." keduanya terengah engah karena ultimate mereka sangat membebani tubuh mereka sendiri.


Setelah itu muncul tanaman dari tubuhnya dan tanaman itu hidup dengan menyerap energi kehidupan Tifon. "Caugh......" Norberta pun langsung terduduk sambil muntah darah. "Kau tak apa apa, Norberta.....?" ucap Shantae yang kemudian melepaskan ultimate nya. "Caught....." setelah melepaskan ultimate nya, Shantae juga muntah darah. Garnet pun sama, setelah melepaskan ultimate, ia langsung muntah darah.


"Kakak...... kalian tak apa apa......?" ucap Luke. "Jangan khawatir Luke, ini bukan apa apa....." ucap Shantae. "Ya ... jangan khawatir Luke...." ucap Norberta. "Ini bukan apa apa, di bandingkan yang lain" ucap Garnet. "Hahahaha..... sangat hebat, bahkan aku hampir saja mati....." ucap Tifon. "Duuuarrr......!!!" tubuh Tifon pun meledak.


"Ke-kenapa mau masih hidup......?!" ucap Norberta yang terkejut. "Hahaha..... hal tadi itu cuma seperti permainan saja" ucap Tifon. "Dan apa apaan wujud mu itu.....?" ucap Shantae. "Inilah wujud ku, Tifon Sang pengacau" Ucap Tifon dengan bangga.

__ADS_1



"Apaan apaan....... kenapa dia masih bisa hidup......" ucap Garnet yang sangat bingung serta heran. "Sihir......" di saat Norberta ingin merapal mantra, ia langsung tertusuk oleh sebuah pedang. "Ugh.....? pedang......? sejak kapan.....?" ucap Norberta. "Bruukk......" Norberta pun langsung terjatuh dan mati seketika.


"Norberta.....!! sialan kau....." ucap Shantae. "Wush....." Shantae dan Garnet pun melesat ke arah Tifon dengan sangat cepat. "Lambat..... sangat lambat......" ucap Tifon. "Sihir, Hell Fire" Tifon menggunakan sihir api. Shantae dan Garnet pun langsung terbakar hingga menjadi abu dalam seketika. "Eh..... sangat lemah, kalau saja mereka mau menjadi bawahan ku, sudah bisa ku buat mereka menjadi lebih kuat...." ucap Tifon.


"Kak Shantae..... kak D'etre..... kak Garnet...... kak Norberta......" ucap Luke. "Kenapa kau bocah.....? kau ingin menyusul kakak kakak mu.....?" ucap Tifon. "Sialan.....!! kenapa selalu saja begini........!! kenapa aku tak boleh hidup dengan tenang......?!!! Dewa ataupun Dewi mengapa......? apakah kalian membenci diriku.......!!!! jawab sialan.....!!" ucap Luke.


"Apakah otak mu langsung miring kerena kematian kakak mu.....?" ucap Tifon. "Kau.... sialan kau.....!! gara gara kau, aku kehilangan kehidupan tenang ku....." ucap luke. "Iya.... kenapa memangnya.....? kau marah....? aku tak peduli dengan mu bocah....." ucap Tifon. "Huft...... aku juga sebenarnya tak terlalu peduli pada mu'' ucap Luke.


"Heh....?! baiklah kalau begitu, aku kembali saja" ucap Tifon. "Mau kemana kau sialan......?" ucap Luke dengan tatapan tajam. "Waw.... waw..... tatapan tajam apa itu.....?" ucap Tifon. Luke pun memegang pedangnya dengan erat. "Sreeettt......!!" Luke menggoreskan darah yang ada di jarinya pada bilah pedang. Dan Luke pun langsung melesat ke arah Tifon.


"Sriiing..... Ting......" Luke menyerang akan tetapi Tifon menangkis serangan Luke. "Wush..... tap...." Luke melompat ke belakang untuk mengambil jarak. "Sreeettt....." Luke kembali menggoreskan darah nya pada bilah pedang. "Wush...." Luke kembali melesat ke arah Tifon. "Sringg.... Ting..... sriing..... Ting......" serangan Luke selalu berhasil di tangkis. Dan Luke pun kembali melompat ke belakang dan menggoreskan darah nya pada bilah pedang, setelah itu kembali melesat ke arah Tifon.

__ADS_1


__ADS_2