
"Siapa mereka......? eh.... aku tak bisa bicara......" batin Luke. "Wah.... dia sangat aktif sekali, aku kasihan pada mu Luke, kenapa orang tua mu meninggalkan diri mu....." ucap D'etre. "Ya..... kasihan sekali, tapi tenang aja mulai sekarang kau adalah keluarga kami....." ucap Shantae. "Ya..... ayo kita rawat dia bersama sama....." ucap Norberta. "Ya....." ucap Garnet.
"Halah..... kalian saja tadi membuatnya menangis, terus bilang kalau mau merawatnya" ucap D'etre. "Ya.... tadi itu, karena dia lapar...." ucap Shantae. "Hah..... ya terserah saja, jangan membuatnya menangis lagi....." ucap D'etre. "Oke siap......!!" ucap Shantae, Norberta dan Garnet. "Eh.... apa ini.....? apakah ini cuma ilusi atau mimpi.....? tapi aku bisa merasakan gerakan ini nyata, kalau begitu apakah ini yang di namakan reinkarnasi yang ada di cerita fantasi......" batin Luke.
"Kalau memang begitu.... apakah aku di berikan kesempatan kembali untuk memulai hidup yang lebih baik......?" batin Luke. "Ada apa dek Luke.....? kenapa kau diam saja.....?" ucap Shantae yang kemudian menyentuh pipi Luke. Dan setelah itu Luke pun menangis dengan keras. "Sudah ku bilang, jangan membuatnya menangis......" ucap D'etre.
"Eh.....?! aku .... aku cuma menyentuh pipinya saja loh....." ucap Shantae. D'etre kemudian menggendong Luke dan menenangkan Luke. "Eh......? entah kenapa saat aku di gendong dia, aku merasa sangat tenang......" batin Luke. Dan Luke pun tertidur dalam gendongan D'etre. "Hahahaha..... sepertinya kau di benci Luke kecil, Shantae......" ucap Norberta.
"Tidak, paling Luke menangis karena tak suka aku menyentuh pipinya, jadi bukan berarti aku di bencinya" ucap Shantae. "Sudahlah kalian berdua, jangan berisik Luke sedang tidur" ucap D'etre. Dan setelah itu D'etre menaruh Luke yang tertidur di keranjangnya. Setelah itu ia pergi ke dapur untuk memasak dan di bantu dengan yang lainnya.
Setelah makanan jadi, mereka pun makan bersama. Beberapa saat kemudian setelah mereka selesai makan, mereka pun berdiskusi satu sama lain. "Mulai sekarang aku ga akan ikut pergi....." ucap D'etre. "Eh.... kenapa.....? apakah kau akan berada di sini menjaga Luke....?" ucap Shantae. "Ya.... aku tak bisa meninggalkan dia di sini sendiri" ucap D'etre.
__ADS_1
"Ya emang benar, baiklah kalau begitu, tanpa Priest kita bisa bertarung" ucap Shantae. "Ya.... tapi kita tak bisa melaju lebih jauh seperti sebelumnya" ucap Norberta. "Tak apa, meski tak sejauh seperti yang biasanya, tapi itu bukan masalah" ucap Garnet. "Ya.... baiklah kalau begitu kita pergi.... dan D'etre kau jaga Luke baik baik....." ucap Shantae.
"Ya.... pergilah....." ucap D'etre. Shantae, Norberta dan Garnet pun pergi keluar dari panti. Dan untuk D'etre ia menjaga Luke, membeli beberapa peralatan yang di butuhkan dan berbagai macam lainnya. Waktu demi waktu pun berlalu, dan Luke sudah mencapai umur empat tahun.
Luke tidur di kamar sendiri, ia pun bangun dan menunju ke ruang makan. "Selamat pagi dek Luke......" ucap Shantae. "Selamat pagi kak Shantae....." ucap Luke. "Oh..... kau memang lucu Luke....." ucap Shantae yang kemudian memeluk luke dan menggendong Luke. "Kak Shantae turunkan aku....." ucap Luke. "Ya.... Baiklah kalau itu yang kau mau....." ucap Shantae yang kemudian menurunkan Luke.
"Selamat pagi Luke....." ucap Garnet yang berada di belakang Luke. "Uwah.....!! kak Garnet kau mengejutkan ku....." ucap Luke. "Apakah begitu.... padahal aku sudah mengeluarkan hawa keberadaan ku" ucap Garnet. "Hahahaha.... meski kau mengeluarkan itu, hawa keberadaan mu itu tipis, jadi sulit mengetahui keberadaan mu...." ucap Norberta.
Setelah makan, Shantae, Norberta dan Garnet pergi, sedangkan di panti hanya ada Luke dan D'etre. "Luke.... sekarang kau mau kemana.....?" ucap D'etre. "Aku mau ke tempat buku buku, aku mau melanjutkan membaca buku kemarin,......" ucap Luke. "Hahaha.... aku tak menyangka kau bakal suka buku buku tua itu....." ucap D'etre.
"Buku bukunya sangat bagus dan aku suka membaca buku, kak D'etre......" ucap Luke. "Ya.... kalau begitu kau lanjutkan saja, aku mau pergi membeli bahan untuk makan siang dan makan malam" ucap D'etre. "Ya..... selamat jalan kak D'etre....." ucap Luke. "Ya.... aku pergi dulu, Luke....." ucap D'etre yang kemudian keluar dari panti asuhan.
__ADS_1
"Aku tak menyangka bahwa Luke sangat cerdas dan juga sangat suka membaca buku...." ucap D'etre yang sambil menuju ke pasar. Luke pergi ke tempat buku buku dan membaca sebuah buku yang belum selesai ia baca kemarin. Beberapa saat kemudian Luke sudah menyelesaikan buku yang cerita itu. "Wah..... ceritanya sangat terasa fantasi, dan sekarang kita cari buku lain...." ucap Luke yang kemudian mencari buku lain.
Saat mencari cari buku, Luke tak sengaja menjatuhkan satu buku. "Eh.... buku apa itu....?" ucap Luke yang kemudian mengambil buku yang terjauh barusan. "Hmm..... buku dasar dasar menggunakan sihir.....? apakah ada tentang sihir.....? tapi ya aku baru saja di reinkarnasi, siapa tau juga seperti di cerita fantasi gitu" ucap Luke.
Dan Luke pun membuka buku itu. Luke pun membaca isi buku dengan seksama dan kemudian mempraktikkannya. Luke duduk bersila dan merilekskan diri. "Hump..... huft....." Luke menarik dan membuang nafas dalam dalam. "Rasakan ada sebuah aliran yang ada di udara dan di dalam tubuh....." batin Luke.
Dan Luke pun merasakan ada sebuah aliran di tubuhnya dan merasakan ada hal lain yang hampir sama seperti udara, Luke pun kemudian membuka mata. "Hmm.... apakah ini yang di namakan mana.....? kalau sudah bisa merasakan tinggal belajar sihir" ucap Luke. Dan Luke pun kembali membaca buku itu hingga selesai.
"Tap...." Luke menutup buku itu dan menaruh buku itu di sebuah meja. "Untuk Sekarang aku tau prinsip kerja sihir, aku masih belum ingin mempraktikkannya, untuk sekarang aku akan meningkatkan tubuh ini agar bisa lebih kuat, meski ada sihir kekuatan tubuh juga perlu" ucap Luke. Dan Luke pun melakukan push up, sit up dan squad masing masing sepuluh.
Beberapa saat kemudian, Luke selesai melakukan tiga hal itu dan ia berbaring di atas lantai. "Hah.... hah.... dengan tubuh kecil ini sangat susah dan stamina sangat kecil" ucap Luke. Dan setelah Luke tenang, ia pun pergi ke ruang makan untuk makan siang. Dan D'etre sudah menyiapkan makan siang dan meletakkan di atas meja.
__ADS_1