The Great Land

The Great Land
Ep.38 Sosok Dalam Kabut


__ADS_3

"Yo..... Fvck you, goblin sialan......!!" ucap Luke yang memprovokasi goblin king itu. "Kwaaa.....!!!" goblin king itu langsung marah dan kemudian melesat ke arah Luke dengan membawa sebuah pemukul yang penuh dengan duri. "Goblin king ada beberapa macam, ada yang ukurannya raksasa dengan kekuatan yang hebat tapi lambat, dan yang kecil kekuatan lebih lemah tapi kecepatan dan pikiran mereka lebih cerdas daripada yang lainnya" batin luke.


"Itulah kenapa aku memprovokasi nya biar dia bisa menjadi lebih tolol" batin luke yang kemudian menghindari semua serangan goblin king itu. Beberapa serangan yang tak bisa di hindari, Luke tangkis. "Baiklah ayo lakukan pestanya......!!" ucap Luke. "Sihir, Ice Sword" Luke menggunakan sihir untuk membuat pedang dari es dan kemudian beradu serangan dengan goblin itu.


"Tak......!!!" Luke dan goblin king itu menabrakkan senjata mereka satu sama lain. "Kwa......" goblin king itu menatap Luke dengan senyuman yang seperti bilang kepada Luke kalau kau tak akan bisa mengalahkan ku ketika kau tak punya senjata. "Benarkah.....?" ucap Luke yang tersenyum lebar. "Sihir, Ice Thorns" sebuah duri es yang cukup besar melesat dari belakang goblin king dan akan menusuk tubuh goblok king.


"Swash.....!!" goblin king itu bisa menghindar meski hanya sedikit jarak. "Ah.... sial, aku kira bisa selesai lebih cepat....." ucap Luke. "Kwa....!!" ucap goblin itu. "Curang.....? tidak ada kata curang dalam pertarungan, ini masalah hidup dan mati....." ucap Luke yang kemudian melesat ke arah goblin king. "Kwa....!!" ucap goblin itu yang kemudian melesat ke arah Luke.


"Wush.... wush... wush.... wush.... wush....." keduanya saling beradu serangan, Luke lebih banyak menghindar daripada menangkis serangan goblin king. "Dalam kecepatan aku kalah, apalagi stamina aku bisa kalah, tapi aku lebih hebat dalam hal sihir" batin luke yang kemudian lantainya perlahan di lapisi oleh es.


Goblin king terlalu fokus pada Luke hingga ia tak sadar kalau lantainya telah berubahnya menjadi es. "Sreet.... Bruuakk....." goblin king itu terjatuh kerena terpeleset. "Ugh... Kwa...." ucap goblin king itu. "Akan ku beri satu amanat sebelum kau mati, jangan terlalu fokus pada satu akan tetapi lihat juga sekeliling" ucap Luke yang kemudian mendekati goblin king yang tersungkur itu.

__ADS_1


"Sriing....." satu tebasan memenggal kepala goblin king itu. "Terlalu fokus pada satu hal akan menyebabkan kekalahan telak, aku tau pasti itu....." ucap Luke yang kemudian pergi ke sebuah goa kecil yang ada di sana. "Hmm..... ternyata cuma isinya bayi bayi goblin" ucap Luke yang kemudian keluar dari goa itu.


"Goblin tetaplah goblin, suatu saat nanti mereka juga akan melakukan hal yang sama seperti goblin lainnya, buah jatuh tak jauh dari pohonnya" ucap Luke yang kemudian mengarahkan telapak tangannya ke arah pintu goa. "Sihir, Fire Blast" sebuah percikan api mengarah ke pintu goa dan kemudian menyebabkan ledakan api yang sangat besar.


Setelah ledakan, api pun menyala di dalam goa. "Huft..... aku tak menemukan harta sama sekali" ucap Luke yang kemudian mencari ke segala arah untuk mencari harta di tempat itu. Tak lama kemudian Luke pun menemukan harta yang ada di tempat itu. "Akhirnya aku menemukannya, hahaha.... aku akan menjadi kaya lebih cepat" ucap Luke yang kemudian mengambil semua harta yang ada.


Akan tetapi setelah ia mendapatkan semua harta, Luke pun berjalan untuk kembali ke kota. Di saat ia sudah mendapatkan setengah perjalanan, muncul petir yang langsung menyambar dirinya. Petir menyambar meski tak ada awan mendung. "Kuak.....!!!" Luke terkena sambar dan kemudian terjatuh ke tanah.


***


"Dewa Odin....?!!" ucap Luke yang sambil terbelalak karena terkejut. "Kukuku.... ternyata kau kenal aku, aku Odin dan kau ke sini karena aku...." ucap Odin. "Kembalikan aku kembali, Odin.....!!" ucap Luke. "Kau tak tau kenapa kau di panggil ke sini, perusuh kestabilan dunia......!!" ucap Odin yang memanggil Luke dengan perusuh.

__ADS_1


"Apa yang kau bicarakan.....?!" ucap Luke. "Niks dan Fefnir......" ucap Odin yang menyebut Dewi Niks dan naga legendaris Fefnir. "Kau memiliki kedua itu, dan aku akan mengambil itu agar dunia kembali stabil....." ucap Odin. "Apa kau pikir aku akan bersedia....?! kekuatan ku adalah milikku bukan sesuatu yang bisa kau atur sesukamu


...." ucap luke. "Aku tak peduli apa yang kau bicarakan, bocah......" ucap Odin.


Dan sebuah tombak pun menusuk dan menembus tubuh Luke. "Kugh....." seketika kekuatan yang di miliki Luke menurun drastis, ia kehilangan kontrak dengan Niks dan juga Otr yang sebenarnya seekor naga terkutuk juga menghilang dari tubuh Luke. "Si-Sialan..... Dasar kau......!!" ucap Luke yang sambil menahan rasa sakit. "Sekarang pergilah....." ucap Odin yang sambil menatap rendah Luke.


Luke kemudian pergi dari dunia itu, ia kembali ke tempat awalnya. Luke terbaring di atas jalan, ia terbaring dan mendapatkan beberapa luka bakar. Sementara itu di tempat Odin berada. "Kenapa bisa ada serangga kecil yahh menyebalkan......!!" ucap Odin yang kesal. Akan tetapi muncul kabut yang menutupi seluruh area di sana.


Di balik kabut terdapat bayangan seseorang yang menatap tajam ke arah Odin. Meski tanpa berkata, orang di balik kabut itu seperti mengatakan aku akan mengamati odin dan akan membunuh Odin. Seketika Odin terbelalak dan sedikit membuat bulu kuduknya berdiri. Tak lama kabut pun menghilang bersama dengan orang yang ada di balik kabut itu.


"Huh.... huh.... huh..... sialan....!!! kenapa ada juga mahkluk itu.....?!!! jangan jangan.....?!! sial.... aku akan habis" ucap Odin yang sambil menunduk ketakutan karena seorang yang barusan. Luke yang terbaring tak sadarkan diri di temukan oleh seorang yang sedang menaiki kereta kuda.

__ADS_1


Orang itu berhenti saat melihat Luke yang terbaring tak sadarkan diri di jalan. "Ara..... kenapa bisa ada di sini.....? dan juga tubuhmu penuh dengan luka.... jangan jangan dia petualang....." ucap orang itu yang kemudian membawa Luke yang terjatuh ke atas kereta kuda. Setelah itu kereta kuda melaju ke kota, tak lama kereta kuda pun berhenti di sebuah tempat.


Beberapa jam kemudian, Luke mulai membuka mata. "Ugh.... di mana aku, atap yang tak ku kenal" ucap Luke dengan suara pelan. "Ara.... Sudah bangun ternyata, jangan terlalu bergerak, tubuhmu banyak luka dan juga Armor mu aku simpan di tempat lain" ucap orang itu.


__ADS_2