
"Sriiing......" Shantae mengeluarkan sebuah pedang miliknya. "Kak Shantae kenapa kau mengeluarkan pedang mu" ucap Luke. "Luke, sekarang waktunya latihan tanding...... siapa yang terkena serangan terlebih dulu dia yang kalah" ucap Shantae.

"Latihan tanding.....? bukan latihan biasa lagi.....?" ucap Luke. "Tidak, kau sudah mempelajari berbagai hal dari ku, sekarang waktunya menguji" ucap Shantae. "Hmm.... begitukah, baiklah kalau begitu" ucap Luke yang juga mengeluarkan pedang miliknya.
"Ya..... baiklah Luke, jangan terlalu sembrono, atau kau akan mati dengan mudah" ucap Shantae. "Ya.... tenang saja" ucap Luke. "Wush......!!" mereka berdua pun langsung melesat ke depan secara bersamaan. "Tiingg...... tiinggg.... tingg..... tiinggg..... tingg...." mereka berdua beradu pedang dengan sangat cepat.
"Lumayan, tidak.... ini bukan hanya lumayan tadi sangat hebat, dia bisa mengimbangi pergerakan ku" batin Shantae. "Pedang milik kak Shantae tak seperti pedang biasa, bentuknya cukup aneh, aku harus sedikit berhati hati" batin Luke. "Wush....." keduanya mengambil jarak dengan melompat ke belakang.
"Hmm.... lumayan Luke, tapi bagaimana dengan yang ini.......?" ucap Shantae, dan Shantae pun langsung melesat ke arah Luke. "Wush.....!!" Shantae menyerang dengan tebasan dari arah kanan ke kiri. "Sreeettt......!!" dengan cepat Luke pun menghindari serangan itu. Setelah Luke menghindari serangan Shantae, Shantae pun berputar dan menyerang dari bawah ke atas tepat ke kepala Luke.
"Sialan.....!! serangan upper cut" batin Luke. "Tiiing......!!" benturan keras pun terjadi antara pedang Luke dan Shantae, Luke menahan serangan dari Shantae. "Wush.....!!" Luke menyerang dengan menendang ke arah Shantae. "Wush...... tap....." Shantae secara refleks langsung melompat ke belakang untuk menghindari tendangan Luke.
__ADS_1
"Oh.... kau menambahkan tendangan saat tak bisa melakukan serangan" ucap Shantae. "Ya..... kalau masalah kekuatan aku masih kalah dengan kak Shantae" ucap Luke. "Memang benar sih, dan aku kalah" ucap Shantae. "Kenapa kak Shantae.....? kenapa kakak menyerah.....?" ucap Luke. "Aku sudah kalah....." ucap Shantae. "Tapi aku belum pernah mengenai satu serangan pun pada kakak" ucap Luke.
"Kau salah Luke, tendangan mu barusan mengenai diriku, kau sudah lebih hebat.... karena itu, aku akan mengajari mu sejauh tehnik yang ku buat sendiri" ucap Shantae. "Kenapa kakak ingin mengajarkan itu pada ku....?" ucap Luke. "Ya, tak apa, siapa tau juga kau akan membutuhkan nya" ucap Shantae.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mempelajarinya kak Shantae" ucap Luke. "Ya.... ini adalah tehnik yang sedikit memberikan rasa sakit" ucap Shantae. "Sedikit rasa sakit....? seperti apa kak.....?" ucap Luke. "Ya, aku akan memperlihatkannya pada mu" ucap Shantae. Shantae pun menggoreskan satu jarinya pada mata pedang dan jari itu mengeluarkan darah.
"Sreeettt......" Shantae menggoreskan darah yang ada di jarinya pada bilah pedang. "Enchant......!!" ucap Shantae dan kemudian pedang itu pun mengeluarkan cahayanya berwarna kemerahan, cahaya itu muncul hanya sebentar. "Apa barusan itu kak.....?" ucap Luke. "Itu adalah tehnik yang mempertajam pedang mu, meski ada sesuatu yang harus di bayar" ucap Shantae.
"Apa yang harus di bayar kak.....?" ucap Luke. "Yang harus di bayar adalah durabilitas pedang" ucap Shantae. "Durabilitas pedang.....?" ucap Luke. "Ya..... semakin sering kau menggunakan tehnik itu, pedang yang kau pakai akan lebih mudah hancur, akan tetapi pedang mu akan menjadi sangat tajam" ucap Shantae.
"Ya..... aku akan di sini dulu" ucap luke. Dan Shantae pun masuk ke dalam panti asuhan, dan saat Shantae masuk ke dalam, Norberta berjalan menuju ke arah Luke. "Luke.... apakah kau baik baik saja.....?" ucap Norberta. "Ya.... aku baik baik saja, ada apa memangnya kak Norberta" ucap Luke. "Ya, bukan apa apa, cuma ingin bertanya saja" ucap Norberta.
"Oh ya, Luke.... apakah kau ingin melihat sihir tanaman milikku.....?" ucap Norberta. "Apakah boleh.....? aku ingin lihat juga kak Norberta" ucap Luke. "Ya.... tentu saja, lihat saja....." ucap Norberta. "Sihir, Growth" Norberta menggusur sihir dan menumbuhkan sebuah tanaman hingga tunggu satu meter.
__ADS_1
Tanaman itu juga memiliki buah yang sudah masak. "Luke, lihat ada buahnya, buahnya bisa di makan loh" ucap Norberta. "Iya kah,....?" ucap Luke yang kemudian memetik semua buahnya dan memberikan beberapa kepada Norberta. Dan mereka berdua pun makan buah itu. "Manis, rasanya manis kak Norberta" ucap Luke. "Ya..... enak sekali" ucap Norberta.
Tak lama, Shantae pun datang sambil membawa beberapa air. "Luke ini air, dan kenapa kau ada di sini Norberta......?" ucap Shantae. "Ya, terserah ku lah" ucap Norberta. "Huh.... terserah kau mau bilang apa" ucap Shantae yang kemudian menaruh air di depan Luke. "Kau makan apa luke" ucap Shantae.
"Aku makan buah, ini kalau kak Shantae juga mau" ucap Luke yang sambil memberikan beberapa buah kepada Shantae. "Wah..... terima kasih Luke....." ucap Shantae. "Sama sama kak, rasanya enak kok buahnya" ucap Luke. "Ya.... aku juga akan makan" ucap Shantae yang kemudian juga makan buah.
Setelah istirahat beberapa waktu, Shantae pun pergi. "Baiklah Luke, sekarang waktunya latihan tanding dengan ku" ucap Norberta. "Apa.....?!! latihan tanding lagi.....? sekarang dengan kak Norberta.......?!" ucap Luke. "Ya.... aku tak akan terlalu serius, jadi jangan terlalu tegang" ucap Norberta. "Ya..... baiklah kalau begitu kak Norberta" ucap Luke.
Dan mereka berdua pun berhadapan, dengan saling menatap satu sama lain. "Tunggu dulu Luke, aku akan memasang Barier di sini" ucap Norberta. "Ya ... Baiklah, silahkan pasang Barier dulu, kak....." ucap Luke. "Sihir, Magic Barier" Norberta menggunakan sihir dan membuat Barier yang melapisi tempat itu. "Yosh, sudah Luke" ucap Norberta.
"Sihir, Lighting....." Luke langsung melancarkan sebuah sihir yang berupa Sambaran petir ke arah Norberta. "Sihir, Stone Wall" Norberta menggunakan sihir yang berupa tembok batu untuk menghalang serangan dari luke. "Duuuarrr......!!" serangan Luke terhalau oleh dinding batu yang di buat oleh Norberta.
__ADS_1
"Wush....." Luke memanfaatkan itu untuk bisa menyerang Norberta dari samping. "Sihir, Water Shoot" Norberta sudah memperkirakan kalau Luke akan menerjang ke arah samping. "Sial.....!!" ucap Luke yang terkejut karena serangan kejutannya sudah di ketahui. "Sihir, Burn" Luke melancarkan sihir api dan mengucapkan tembakan air yang di lancarkan oleh Norberta.
"Sihir, Beam" Luke menggunakan sihir cahaya dan membuat sebuah laser ke arah Norberta. "Sihir, Wall Plants" Norberta membuat sebuah dinding dari tanaman.