The Great Land

The Great Land
Ep.8 Membantai


__ADS_3

Pukulan yang di lesatkan Riz itu langsung membuat bos mafia itu melepaskan pistolnya. Karena hal itu Riz pun tak melepaskan momen itu.


"Buak.... buuak.... buuakk.....!!!" Riz pun melesatkan pukulan berkali kali ke arah bos mafia itu. "Wush..... Buuuak.....!!" sebuah tendangan yang sangat keras ke arah ************ bos mafia itu. "Arrggg......" ucap bos mafia yang kesakitan dan kemudian langsung hilang kesadaran.


"Uh.... hah.... hah... hah.... hah.... kalau ku tidak memberikan tendangan, akan sulit untukku mengalahkan nya" ucap Riz. Dan Riz pun mengikat bos mafia itu dengan tali yang ada di sana. Setelah itu Riz pun mencari ke berbagai tempat. Ia mengambil semua yang ada di sana seperti pistol, peluru, uang dan berbagai macam lainnya.


Setelah mengambil semuanya dan memasukkan semuanya dalam satu karung, Riz pun menghampiri satu anggota mafia yang ia jatuhkan pertama kali. "Paman terima kasih telah mengantarkan aku ke sini, kalau bukan karena mu aku tidak akan menemukan bajingan itu" ucap Riz. "Krak...." Riz menodongkan pistol pada anggota mafia itu.


"Terima kasih, dan akan aku berikan kematian yang tak sakit" ucap Hito. "Dor....!!" Riz menembak langsung pada kepala anggota mafia itu. "Huh....." Riz menghela nafas panjang dan kemudian pergi ke tempat bos mafia yang duduk dengan tangan, tubuh dan kaki terikat tali.


"Hey.... bangun....." ucap Riz pada bos mafia itu. "Hey....bangun aku bilang.....!!" ucap Riz yang dengan nada tinggi. "Buuuaakk.....!!" Riz menendang dengan keras di bagian perut. "Kuaaghh.....!! apa yang kau lakukan sialan....!! kenapa aku terikat......!! cepat lepaskan aku....!!" ucap bos mafia itu.


"Jangan banyak bacot kau, sekarang tugasmu hanya jawab pertanyaan ku, atau kau ingin merasakan ketajaman pisau ini" ucap Riz yang sambil memegang sebuah pisau. "Hah.... apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu.....?" ucap bos mafia. "Sudah aku hilang jawab pertanyaan ku saja" ucap Riz. "Jlebb....!!" Riz langsung menusukkan pisau itu di paha bos mafia itu.

__ADS_1


Riz pun membiarkan pisau itu tertancap di paha bos mafia. "Jadi jawab pertanyaan ku, jangan mengatakan apapun yang tidak aku tanyakan" ucap Riz. "Jadi.... yang pertama kenapa kau, membunuh orang di rumah di alamat *****" ucap Riz. "Buat apa aku harus memberi tau.....?!" ucap bos mafia itu.


"Jlebbb.....!!" satu pisau tertancap di paha satunya. "Arrgg....!! di rumah itu si perempuan rasanya enak, aku ingin menikmati malam bersama nya setiap hari, tapi sayang nya tidak bisa" ucap bos mafia. "Jlebbb.....!!" satu pisau lagi tertancap di paha bos mafia itu. "Aarrgg.....!!" teriak bis mafia itu setelah Riz menancapkan pisaunya.


"Sudah aku bilang untuk menjawab pertanyaan ku, jangan katakan hal yang tidak aku tanyakan" ucap Riz. "Baik, akan aku jawab.... aku melakukan itu karena dia tak membayar hutang suaminya" ucap bos mafia. "Berapa hutang suaminya.....?" ucap Riz. "Kenapa kau menanyakan itu.....?" ucap bos mafia.


"Jleb.....!!" satu pisau menancap lagi di paha bos mafia itu. "Baiklah, Hutangnya sekitar satu miliar, dia sudah hutang dari lama dan sampai sekarang dia belum membayar ketika di cari dia tidak pernah ketemu" ucap bos mafia. "Hmm.... begitukah....." ucap Riz yang kemudian berdiri. "Apakah kau akan melepaskan aku.....?" ucap bos mafia.


"Ya.... ya.... kalau anda melepaskan diriku, hutang orang itu akan lunas" bos mafia. "Hah.....? harga nyawamu cuma satu miliar....? murah sekali.....? harga nyawa itu tak terhitung bangsad" ucap Riz. "Dorr,.......!!" Riz langsung menembak dan mengenai kepala bos mafia itu.


Dan itulah hari dimana Riz membunuh perasaan nya sendiri. Dan ia pun menutup hatinya dan selalu bersifat dingin. "Tap... tap.... tap... tap....." beberapa orang berjalan dan kemudian masuk ke dalam markas mafia itu. "Hah.....? kenapa bisa begini.....? siapa yang melakukan ini.....?" ucap seseorang yang masuk.


"Bos.... mafia ini sudah di bereskan bahkan sepertinya tidak ada yang tersisa" ucap seseorang kepada pemimpin orang yang baru saja datang. "Hey.... siapa kalian.....?" ucap Riz yang berdiri di depan mayat bos mafia yang baru saja ia bunuh. "Siapa kau anak kecil.....? apakah kau tidak takut hidup di sini.....?" ucap seseorang.

__ADS_1


"Buat apa.....? aku yang membunuh semuanya, jadi di sini aman tidak siapa siapa" ucap Riz. "Sialan kau bocah.....!! berani sekali kau bicara seperti itu.....!!" ucap seseorang yang langsung berjalan cepat ke arah Riz. Riz pun tetap diam dan berdiri. Saat orang yang mendekati nya itu mau melesatkan pukulan, Riz pun menendang dengkul orang itu.


"Duukk.....!!" tendangan Riz sangat tidak mempan kepada orang itu. "Kau melakukan apa,....?" ucap orang yang di tendang Riz. "Tap.... buk.... bukk.... bukk...bukk....bukk..." Riz pun melompat dan melesatkan pukulan bertubi tubi ke arah orang itu di bagian dada dan perut. "Cuma berada geli bocah....." ucap orang itu.


"Buuuakkk....!!!" Riz pun terkena pukulan dengan sangat keras dari orang itu. "Sssrrrrtttt......" Riz terjatuh dan badannya menggesek lantai. "Ugh.... pukulannya sangat berat dan keras" gumam Riz dan kemudian ia berdiri. "Krak....." Riz pun menodongkan pistol ke arah orang yang baru saja memukul nya.


Orang lainnya juga ingin mengeluarkan pistol, akan tetapi di tahan oleh bos mereka. "Ayo kalahkan dia, kalau kau kalah dari anak kecil, itu mengecewakan bagiku yang mengangkat mu menjadi tangan kananku" ucap bos nya. Dan orang yang memukul riz pun pun mau mengambil pistol yang ada di balik rompinya.


"Eh.....? kenapa tidak ada.....? apakah aku lupa menaruhnya.....?" ucap orang itu. "Dor...!!" riz menembak dan tembakannya itu cuma menyerempet mukanya sedikit. "Kau mencari pistol, pisau dan dompet mu.....?" ucap Riz. "Dari mana kau tau aku membawa itu semua....?" ucap orang itu.


"Entahlah, yang aku tau tembakan selanjutnya tidak akan meleset" ucap riz. "Dor.....!!" satu tembakan langsung mengenai di bagian pundak tapi tidak menyebabkan luka fatal. "Arg.....!" ucap orang itu yang kesakitan setelah tertembak oleh Riz. "Bagaimana pun, aku sudah menang" ucap Riz yang kemudian mengambil sebuah sebuah dompet yang ada di saku belakang nya.


Riz mengeluarkan uang yang ada di dompet itu, uang yang ia keluarkan ia masukkan dalam satu dan kemudian dompetnya ia lempar ke arah orang yang ia tembak itu. "Itu masih ada uangnya bisa kau gunakan berobat" ucap Riz. Orang itu pun mengambil dompet yang di lempar Riz, setelah melihat orang itu langsung terkejut melihat dompet itu.

__ADS_1


__ADS_2