
"Eh.....? benarkah apakah anda mau mengajari saya.....?" ucap Riz. "Ya.... tentu saja, aku akan mengajari mu berbagai tentang hal yang aku ketahui" ucap pak Clovis. "Ya.... baiklah, terima kasih pak Clovis" ucap Riz. "Hahaha.... santai saja, aku juga ingin mengajarkan hal yang ku miliki pada orang lain" ucap pak Clovis.
"Sialan kau Clovis, kau mengambil murid ku.....!!" ucap pak Lucas yang marah pada pak Clovis. "Hahaha.... ini bukan salahku, dia yang mau aku ajari" ucap pak Clovis. "Hah.... mereka akan bertengkar kembali, entahlah kenapa Lucas suka sekali bertengkar dengan orang lainnya, kecuali satu orang" ucap pak Cardi.
"Ya..... kemarin dengan diri mu, kemudian dengan ku, terus sekarang dengan Clovis" ucap pak Robert. "Oh.... jadi pak Lucas itu suka sekali bertengkar begitu.....?" ucap Riz. "Hahahaha..... bisa kau bilang seperti itu, benar bukan Lucas.....?" ucap pak Robert. "Sialan..... bertengkar juga bukan hobi ku, aku seperti ini gara gara di kelilingi oleh orang orang seperti kalian....." ucap pak Lucas.
"Hahahaha..... lihatlah, ada seseorang yang sama sekali tidak melihat ke cermin" ucap pak Cardi. "Cih..... sialan kalian.....!!" ucap pak Lucas. "Sudah sudah..... jangan berantem turus menerus nanti cepat tua loh...." ucap Riz. "Ugh....." ucap mereka semua yang kemudian menundukkan kepala mereka karena malu sampai di ceramahi oleh anak kecil.
"Baiklah tanpa berlama-lama, akan aku jelaskan beberapa hal yang aku ketahui tentang olah raga sederhana" ucap pak Clovis. Dan pak Clovis pun menjelaskan tentang push up, **** up dan squad dan juga mengajarkan melakukannya yang benar. "Hmm.... apakah hanya melakukan tiga hal itu.....?" ucap Riz. "Ya.... cuma hal dasar itu saja yang pertama aku ajarkan" ucap pak Clovis.
__ADS_1
Dan Riz pun berlatih melakukan push up, **** up dan squad. Riz melakukan hingga bisa melakukan setiap gerakan dua puluh kali, untuk bisa melakukan hal itu Riz membutuhkan waktu sekitar satu Minggu. "Hmm.... memang sangat berbakat, aku bahkan mengira dia akan bisa melakukan itu dalam kurun waktu tiga Minggu" batin kak Clovis.
"Sekarang apa pak Clovis.....?" ucap Riz yang tak sabar apa yang akan di belajari lagi pada dirinya. "Hmm.... baiklah kalau begitu kita lakukan gerakan dasar tinju, gerakan dasar tinju itu ada tiga yaitu pukulan Punch, Jab, dan Upercut" ucap pak Clovis. Dan sehari itu pak Clovis hanya menjelaskan tentang pukulan.
Dan tiga bulan pun terlewati, Riz pun menguasai dengan baik tentang tinju. Ia bahkan bisa melakukan pola serangan yang tidak monoton dan terlihat seperti petinju profesional. "Wah.... hebat sekali, aku tidak menyangka kalau kau akan bisa sehebat ini hanya dalam waktu tiga bulan saja" ucap pak Clovis.
"Wow..... selamat Riz, sekarang kau menjadi lebih kuat" ucap pak Cardi. "Ya.... terima kasih pak Cardi" ucap Riz. "Sekarang kau bisa melindungi dirimu sendiri, aku selalu khawatir saat kau pulang sendiri" ucap pak Robert. "Emangnya kau itu ibunya......?!" ucap pak Cardi. "Ya bukan, hanya saja apakah kau tidak merasa cemas melihat anak kecil yang pulang sendirian di jalan distrik kumuh yang banyak orang buruk" ucap pak Robert.
"Hmm..... untuk seukuran anak kecil, sangat hebat bahkan aku mengakui kalau dia adalah orang berbakat tapi lahir di tempat yang tidak sesuai" ucap seorang yang tidak terlalu besar akan tetapi otot tangan nya sangat kencang. "Ben.....!! kenapa kau muncul tiba tiba.....!?" ucap pak Clovis. "Ya.... terserah diriku mau muncul kapan saja di manapun, yang punya tubuh itu aku bukan kau" ucap pak Ben.
__ADS_1
"Yo.... bocah, siapa namamu....?" ucap pak Ben yang menanyakan nama Riz. "Riz Cloudy pak.... memang nya ada apa....?" ucap Riz. "Hmm.... jadi Riz nama mu, perkenalkan namaku Ben Birtlen" ucap pak Ben yang memperkenalkan diri. "Ya.... salam kenal pak Ben...." ucap Riz. "Jadi Riz bagaimana menurut mu apakah hanya dengan tinju kau bisa mengalahkan orang orang seperti preman dan lain lainnya....?" ucap pak Ben.
"Kalau boleh jujur, menurut saya tidak karena tinju hanya memiliki gerakan yang monoton dan terkadang cukup mudah untuk memprediksi serangan apa yang akan juga luncurkan" ucap riz. "Bagus.... cerdas sekali, aku bahkan sangat terkejut aku kira kau akan bilang kalau tinju bisa mengalahkan semua dengan mudah, jadi kau lulus tes ku" ucap pak Ben.
"Tes.....!! tes apa......?! dan apa yang akan kau lakukan Ben,......?" ucap pak Clovis. "Aku akan menjadikan dia murid ku, dia sangat berbakat kalau dia bisa mempelajari berbagai hal akan jadi seperti apa dia,....? aku tak sabar melihat nya...." ucap pak Ben. "Sial.... si ahli beladiri yang gila, ini alasan ku kenapa kau bisa kehilangan sabuk mu" ucap pak Clovis.
"Diam saja kau petinju yang penakut, oh bukan penakut tapi pengecut....." ucap pak Ben. "Sialan.....!! kau ingin berdua pukulan kah.....?" ucap pak Clovis. "Sudah.... sudah.... jangan berkelahi di sini...." ucap pak Lucas, pak Robert dan pak Cardi yang ingin memisahkan mereka. "Pak Clovis sudah cukup, Jangan berkelahi di sini, dan pak Ben tolong jadikan aku murid mu" ucap Riz.
"Hmm.... aku suka tekad mu, dan juga akan ku jadikan kau sebagai orang kuat yang bisa mengalahkan siapapun" ucap pak Ben. Dan latihan bersama pak Ben pun di mulai, hari demi hari, Minggu demi Minggu dan bulan demi bulan terlewati. Latihan mereka berjalan tiga bulan pas, Riz pun sudah menguasai semua teknik dari seni bela diri yang diajarkan oleh pak Ben.
__ADS_1
"Terima kasih atas ajarannya, pak Cardi, pak Lucas, pak Robert, pak Clovis dan pak Ben...." ucap Riz. "Ya.... kau harus bisa menggunakan bakatmu itu bukan untuk pamer akan tetapi untuk membantu orang orang" ucap pak Cardi. "Ya.... dan juga untuk menghibur orang" ucap pak Lucas. "Dan juga untuk berjaga jaga agar kau tidak kecopetan....." ucap pak Robert. "Untuk melindungi dirimu sendiri dari bahaya" ucap pak Clovis. "Dan juga tunjukkan siapa yang lebih kuat pada orang yang meremehkan dirimu" ucap pak Ben.
"Ya..... terima kasih, kalian tidak akan aku lupakan sampai akhir hayat ku....." ucap Riz. "Hmm.... bagus, kau juga adalah murid paling kami banggakan" ucap pak Cardi, pak Lucas, pak Robert, pak Clovis dan pak Ben secara bersamaan.