
"Hmm.... bukankah para dewa atau Dewi itu memiliki Apostle.....?" ucap Luke. "Hmm.... ya banyak kelebihan dari Apostle daripada kontraktor, tapi ya.... itu kembali pada dewa atau Dewi itu sendiri....." ucap Otr. "Kalau kau gimana.....?" ucap Luke yang bertanya pada Otr. "Hmm..... aku menyatu dengan mu, dan sekarang aku berbagi kekuatan dengan mu....." ucap Otr.
"Hmm.... begitu, aku sedikit paham...." ucap Luke. "Hey.... Luke apakah tak ada yang ingin kau tanyakan.....?" ucap Niks. "Hmm.... ini membuat ku selalu terpikirkan, bagaimana kalau bayangan di berikan senjata...." ucap Luke. "Hmm.... senjata apa....? bayangan atau senjata fisik.....?" ucap Niks. "Senjata fisik, kalau senjata bayangan seperti tak ada efeknya" ucap Luke. "Hmm.... kalau senjata normal, kalau cocok bayangan akan berlatih dan kemudian akan mendapatkan ingatan semasa mereka hidup" ucap Niks.
"Jadi kalau seorang bayangan pahlawan kemudian di berikan pedang, dia akan menjadi sekuat dia hidup.....?" ucap Luke. "Ya..... tapi tak semudah itu, karena bayangan itu memiliki kecocokan yang sulit, dari proporsi pedang, ukuran, dan keseimbangan senjata itu akan berpengaruh, kalau berbeda sedikit saja kecocokan akan gagal" ucap Niks. "Owh.... begitu.... terima kasih infonya" ucap Luke. Beberapa saat kemudian, Luke berhenti di depan sebuah pohon.
"Hup.... huft......" Luke menarik nafas dan kemudian menghembuskan nafasnya. "Wushh...... Duuuaakk......" dengan sebuah pukulan yang sangat kuat Luke langsung membuat sebuah pohon patah dan ambruk. "Ugh..... kekuatan ku masih kurang, aku merasakan tangan ini akan patah" ucap Luke. "Ya begitulah, kau mau membuat apa dengan pohon itu.....?" ucap Otr. "Kau lihat saja, nanti juga kau tau" ucap Luke. Luke kemudian membuat sebuah pedang es dan memotong batang pohon itu.
__ADS_1
Luke kemudian membuat sebuah katana yang terbuat dari kayu. "Srrat.... sraatt..... sraat......" Luke menyayat kayu. "Tak....." kayu yang di pegang Luke itu pun patah. "Sial.....!! aku terlalu kuat" ucap Luke yang kemudian membuat kembali. Setelah puluhan percobaan, dan semuanya tidak ada yang berhasil. "ini kayu yang terakhir, tinggal sedikit lagi bisa" ucap Luke. Dan beberapa saat pun berlalu, dan pedang kayu yang di buat Luke itu pun jadi. "Hah.... hah.... hah.... akhirnya jadi" ucap Luke yang sambil mengusap keringatnya.
"Sial..... aku harus mencoba berapa banyak yang jadi cuma satu, ada yang patah, ada yang tidak seimbang dab banyak lagi" ucap Luke. "Hahahaha..... bisa hal seperti itu, sekarang kau sudah tau kan cara membuat yang sama" ucap Otr. "Ya..... kurang lebih seperti itu" ucap Luke. "Wush..... wush.... wush....." Luke melakukan tebasan beberapa kali ke udara. "Wah.... mantap, sekarang ini maha karya" ucap Luke. Kemudian Luke menancapkan pedang itu di tanah, tak lama pedang itu terhisap bayangan pedang dan kemudian menghilang.
"Sudah aman, pedang kayu maha karya pertama" ucap Luke. "Kau membuat pedang kayu ini......? lumayan bagus" ucap Niks. "Bukan lumayan, tapi itu maha karya" ucap Luke. "Mau kau buat apa......?" ucap Niks. "Untuk menciptakan bayangan yang bisa serasi dengan pedang itu" ucap luke. "Puftt..... hahaha..... mana ada juga yang bisa serasi dengan pedang ini" ucap Niks. Setelah Niks berbicara seperti itu, ada sesosok bayangan yang menghampiri pedang itu dan memegangnya.
Bayangan itu pun mengambil pedang kayu itu dan mengamatinya dengan serius. "Apakah dia benar serasi dengan pedang kayu itu......?" ucap Niks. "Yo Ndak tau, tunggu aja, oh ya.... aku harus pergi" ucap luke yang kemudian kembali berjalan ke arah tempat blacksmith. Bayangan yang mengamati pedang itu kemudian memegang pedang itu dengan tangan kanan dan melakukan tebasan.
__ADS_1
Luke berjalan dengan santai untuk kembali ke tempat blacksmith untuk ia belajar menempa. "Oh, Otr kalau merubah efek atau skill dari relic itu bisa atau ga sih......?" ucap Luke. "Hmm.... bisa sih, skill relic itu hampir sama seperti lingkaran sihir, tapi di relic itu melekat tiada habisnya untuk di gunakan meski kadang ada cooldown atau kalau relic itu rusak akan mempengaruhi skill yang di miliki" ucap Otr. "Berati selama bisa menggunakan sihir bisa merubah ya.....?" ucap Luke.
"Kau salah, untuk melihat lingkaran sihir di relic membutuhkan mata khusus" ucap Otr. "Ah..... jadi untuk merubah Skull relic itu mustahil bukan.....?" ucap luke. "Ya.... untuk manusia dan makhluk biasa, tapi hal itu bukan masalah buat diriku yang hebat ini" ucap Otr. "Apa maksud mu......?" ucap Luke. "Ya..... bisa di bilang aku mahkluk legendaris yang juga dari ras iblis, meski begitu status ku lebih rendah daripada mu,Luke" ucap Otr.
"Apa maksudnya itu.....? kenapa kau ada di bawah ku.......?" ucap Luke. "Iblis di bagi dari warna mata, iblis biasa atau sering di sebut Lesser Demon, mata mereka berwana abu abu, kemudian di atas mereka ada Greatest Demon dengan mata berwarna silver, kemudian di atas Greatest Demon ada Arc Demon dengan mata berwarna oranye ke arah hitam dan yang paling tinggi itu Noble Demon dengan mata berwarna merah kehitaman dan Noble Demon masih di bagi menjadi beberapa bagian yang di mulai dari Baron, Viscount, Count, Marquess dan paling atas Duke" ucap Otr.
"Kau Noble Demon yang mana.....?" ucap Luke. "Entahlah aku lupa, kira kira antara Count dan Marquess, sudah lama meninggal tempat itu ratusan bahkan ribuan tahun lalu" ucap Otr. "Hmm..... kalau begitu aku termasuk Noble Demon Duke......?" ucap Luke. "Bukan, kau ada di ranah yang sudah berbeda, kau di ranah paling tinggi yaitu keluarga kerajaan dengan dominan mata ungu kehitaman dan juga para keluarga kerajaan memiliki sayap yang berbeda dari iblis lain" ucap Otr. "Hmm..... keluarga kerajaan kah, kau tadi bilang keluarga kerajaan memiliki sayap yang berbeda beda bukan.....? berarti ada banyak kerajaan di dunia iblis.....?!" ucap Luke.
__ADS_1
"Yeah...... lebih tepatnya ada Tujuh kerajaan, dan aku tak akan menjelaskan lagi, dan juga kenapa kau ada di dunia manusia Pangeran Luke" ucap Otr. "Jangan panggil dengan sebutan itu...... panggil seperti biasa saja" ucap Luke. "Ya..... baiklah kalau itu mau mu" ucap Otr. "Hmm..... aku dari kecil ada di sini, dan aku di rawat oleh kakak kakak ku, meski sekarang mereka sudah tiada" ucap Luke. "Hmm.... mereka manusia......?" ucap Otr. "Ya.... mereka manusia" ucap Luke