The Great Land

The Great Land
Ep.28 Monster


__ADS_3

"Ul-Ultimate milik mu adalah copy....." ucap Niks dengan nada yang terkejut. "Apa....?! apa maksudnya itu......?" ucap Luke. "Ya..... ini adalah ultimate yang sangat unik, yaitu kau bisa menggunakan ultimate atau skill milik orang lain menjadi milik mu" ucap Niks.


"Tapi.... setiap kekuatan pasti ada konsekuensinya, apa konsekuensinya.....?" ucap Luke. "Eh....?! kau bahkan tau tentang konsekuensi dari skill dan ultimate, aku tak menduganya" ucap Niks. "Jangan banyak omong, katakan apa konsekuensinya.....?!" ucap Luke. "Untuk mendapatkan skill atau ultimate orang, kau harus memenuhi beberapa persyaratan tersendiri, setiap orang beda beda" ucap Niks.


"Hmm..... begitu kah, baiklah apakah ada yang lain.....?" ucap Luke. "Ya ... ada yang lain, yaitu, tingkat pemahaman mu tentang skill atau ultimate itu mempengaruhi keefektifan dan tingkat kerusakan yang di timbulkan, dan aku akan menambahkan, bisa jadi itu juga bisa mempengaruhi tubuh mu sendiri" ucap Niks. "Oh...... baiklah terima kasih Niks" ucap Luke.


"Hmm...... jadi itu ultimate milik ku" ucap Luke. Dan Luke pun mendekat ke arah monster yang ada di goa itu. "Woy.....!!" teriak Luke pada monster itu. "Grrr.......!!" monster itu langsung menoleh ke arah Luke.



"Sihir, Fire Burn" Luke menggunakan sihir api dan sebuah semburan api biru keluar dari telapak tangan Luke. Semburan api itu mengarah langsung ke arah monster itu. "Burn.......!!" monster itu langsung terbakar dan mati terbakar. "Uhuk.....!! ugh......" Luke batuk darah karena mengunakan sihir barusan.

__ADS_1


"Sial..... aku tak memperkirakan ini" ucap Luke dan secara perlahan pandangan Luke sedikit memburam. "Ah...... sial kau sudah kehilangan banyak darah di pertarungan kemarin....." ucap Luke. "Luke.... apakah kau baik baik saja.....?!" ucap Niks yang sangat khawatir oada Luke. "Ah.... tak perlu khawatir, Niks.... tenang saja....." ucap Luke dengan suara pelan.


"Bruukkk....." Luke pun terjatuh ke belakang dan pingsan. "Luke......?!! Luke......! apakah kau masih sadar......? ah..... dia pingsan" ucap Niks. Beberapa menit kemudian, Luke pun membuka mata dan langsung berdiri. "Luke......?!!! kau baik baik saja......?" ucap Niks yang khawatir pada Luke. Luke yang berdiri itu itu menatap lurus dengan tatapan kosong.


"Luke....?! hey..... Luke..... apakah kau mendengar ku.....?" ucap niks. "Huh..... lapar....." ucap luke dan luke pun melesat dengan cepat ke arah bangkai monster yang mati terbakar. "Jleb......" Luke dengan mudah menusukkan tangannya di kulit monster itu. "Staaattchh......." Luke pun merobek kulit monster yang hangus itu.


Daging monster itu matang dan hanya kulitnya saja yang hangus. "Nyam.... nyam.... nyam.... nyam....." dengan lahap Luke pun makan daging monster itu hingga habis dan hanya menyisakan tulang dan organ dalam. "Luke....?! kau kenapa......?!" ucap Niks yang sangat bingung dan terkejut melihat apa yang di lakukan Luke.


"Ah..... kenyang" ucap Luke dan luke pun terjatuh ke belakang. Luke yang terjatuh ke belakang itu pun tertidur. "Luke.....?! kau tertidur......? ah.... aku tak paham lagi dengan anak ini'' ucap Niks. Beberapa menit kemudian, Luke pun membuka mata akan tetapi ia tetap berbaring di atas lantai. "Luke....?! kau sudah bangun.....?" ucap Niks.


"Hmm.... daging.....? aku juga merasa kenyang....." ucap Luke. "Ya.... kau makan daging Monster yang ada di samping mu itu" ucap Niks. "Hmm.....? apakah iya.....?" ucap Luke yang kemudian sambil berdiri. "Hmm.... monster ini hanya tinggal tulang dan organ dalam, siapa yang memakannya.....?" ucap Luke dengan polos. "Kau.... kau yang memakannya" ucap Niks.

__ADS_1


"Huh....?! aku.....? kenapa bisa aku.....?" ucap Luke. "Kau tak ingat.....? sebelumnya kau bangun langsung berdiri kemudian berlari kemudian makan daging monster itu hingga habis, dan akhirnya kau terjatuh dan tertidur" ucap Niks. "Hmm..... begitukah, sepertinya aku melakukan itu secara tak sadar, ini seperti mengigau tapi lebih agresif kalau di game seperti mode ai" ucap Luke.


"Huh....?! kau ngomong tentang apa barusan.....?" ucap Niks. "Jangan peduli aku berbicara sendiri" ucap Luke. "Ya..... dan sekarang kau akan kemana.....?" ucap Niks. "Yah, menjelajah lebih jauh, dan juga mencari bahan yang bagus untuk menempa" ucap Luke. "Ya..... aku akan membantu mu, kalau ada monster aku akan mengatakannya pada mu" ucap Niks.


"Ya..... terima kasih, Niks" ucap Luke. Dan Luke pun berjalan lebih jauh dan menjelajahi goa lebih dalam. Beberapa jam pun berlalu, dan Luke menemukan sebuah tempat luas. "Luke berhenti..... aku melihat banyak monster di depan sana" ucap Niks. "Ya.... aku akan berhati hati" ucap Luke. Dan Luke pun berjalan dengan pelan dan mengintip dari pinggir batu.


"Hmm..... jadi ini markas para monster yang aku kalahkan tadi" ucap Luke. "Ya...... dan si sana ada pemimpin mereka" ucap Niks. "Ya.... kalau ku bunuh langsung, apakah para bawahan akan langsung panik.....?" ucap Luke. "Jangan lakukan itu.....? dia lebih kuat dari mu, Luke" ucap Niks. "Hmm.... kalau kau bilang seperti itu, akan ku kalahkan satu persatu dari mereka" ucap Luke.


"Woy......!! lihat sini.....!!" teriak luke dari atas batu pada para monster itu. "Grrr.....!!" para monster itu memalingkan kepalanya ke arah Luke. "Ya, baiklah lihat baik baik....." ucap Luke. "Sihir, Blank Flash" Luke mengarahkan telapak tangannya pada para monster itu. Sebuah kilatan pun muncul dan membutakan mata para monster itu untuk sementara. "Sihir, Ice Sword" Luke membuat sebuah pedang dari es.


"Srinngg......!!" Luke membunuh satu monster dengan pedang es itu. Setelah membunuh satu monster Luke pun kembali bersembunyi di balik batu yang berbeda. Setelah Luke bersembunyi, efek pembutaan yang di alami para monster itu pun menghilang. "Grr......!!" ucap para monster yang sangat kesal pada Luke. "Hmm.... sudah di mulai, dan permainan baru saja di mulai" ucap Luke.

__ADS_1


"Sihir, Ice Flakes" luke membuat serpihan es di telapak tangannya. "Tap...." Luke naik ke atas batu. "Sihir, Wind Pressure" Luke menembakkan serpihan es itu dengan dorongan sihir angin. "Jleb..... jleb.... jleb... jleb.... jleb....." Beberapa monster langsung di tumbangkan hanya dengan serpihan es itu. "Sihir, Blank Flash" Luke kembali menggunakan sihir untuk membutakan mata para monster.


"Sring.... sring......" Luke langsung menebas dua monster hingga mati dan kemudian ia kembali bersembunyi di balik batu yang berbeda. "Saking banyaknya aku merasa ini tak ada habisnya" ucap Luke. "Hmm.... apakah kau mau ku berikan salah satu skill ku......?" ucap Niks. "Hmm..... menarik, baiklah berikan pada ku" ucap Luke yang kemudian berdiri di atas batu.


__ADS_2