The Great Land

The Great Land
Ep.18 Latihan


__ADS_3

Luke pun melakukan sihir berkali kali dan pada akhirnya bisa meski level serangan lebih rendah. Luke hanya bisa membuat bola api yang belum membentuk bola dan setelah di lempar, dalam jarak tiga meter bola api itu langsung menghilang.


"Ugh..... kak Norberta aku ga bisa buat bola sihir seperti punya kak Norberta,....." ucap Luke. "Tidak Luke, kau sudah melakukan hal yang bagus..... bagaimana bisa kau menggunakan sihir dengan cepat ini,.....,.?" ucap Norberta. "Hmm..... aku juga gak tau kak, tau taunya aku coba aku bisa membuat seperti tadi" ucap Luke.


"Baiklah Luke, sekarang kau hanya perlu memusatkan mana ke bola sihir mu dan buat itu memadat, setelah itu kau bisa membuat bola sihir seperti punyaku" ucap Norberta. "Ya..... baiklah kak Norberta, akan aku coba" ucap Luke. Dan Luke pun kembali membuat imajinasi sebuah bola api yang sangat padat dengan mana di dalamnya.


"Burn......" sebuah bola api dengan api berwarna biru pun berkobar di atas telapak tangan Luke. "Lu-luke..... apa yang barusan kau lakukan......?" ucap Norberta. "Wush....." Luke pun melempar bola api itu ke udara dan bola api itu menghilang saat mencapai jarah di atas awan. "Aku cuma melakukan apa yang kak Norberta katakan" ucap Luke.


"Hahaha..... baiklah Luke, kau memang berbakat menjadi penyihir, oh ya, aku hampir saja lupa menanyakan apa elemen utama mu Luke" ucap Norberta. "Sepertinya cahaya milikku" ucap Luke. "Cahaya kah..... kalau cahaya kau bisa menggunakan elemen cahaya itu sendiri, kemudian api, listrik dan air" ucap Norberta. "Kalau kak Norberta apa elemen utama kakak......? ucap Luke.


"Hmm.... elemen ku bukan elemen spesial seperti milik mu Luke, elemen ku adalah tanaman" ucap Norberta. "Tanaman.....? kalau begitu kak Norberta bisa menggunakan elemen apa saja.....?" ucap Luke. "Aku cuma bisa menggunakan elemen tanaman kemudian elemen tanah, air dan cahaya" ucap Norberta.

__ADS_1


"Hmm..... kalau di buku elemen seperti itu tidak ada kak.....?" ucap Luke. "Ya..... elemen ku ini bisa di bilang elemen cursed, atau sering di bilang elemen rusak" ucap Norberta. "Oh.... begitu kah, kalau begitu masih banyak elemen cursed lainnya kan.....?" ucap Luke. "Ya..... yang ku ketahui hanyalah beberapa yaitu tanaman, magma, asap, dan lumpur" ucap Norberta.


"Hmm..... begitukah, baiklah terima kasih kak Norberta" ucap Luke. "Ya.... sama sama, kalau ada yang ingin di tanyakan, bisa tanyakan pada kakak kakak mu, Luke....." ucap Norberta. "Ya.... tentu saja kak, nanti kalau ada yang ingin ku tanyakan akan ku tanyakan pada kakak" ucap Luke. "Baiklah Luke, kau beristirahat dulu, aku mau masuk sebentar" ucap Norberta.


"Ya..... aku akan di sini saja kak" ucap Luke. "Apakah kau benar baik baik saja di sini.....?" ucap Norberta. "Ya..... aku baik baik saja kak, jadi kakak bisa masuk ke dalam" ucap Luke. "Ya.... baiklah, aku tak lama kok....." ucap Norberta yang kemudian pergi ke dalam panti, sedangkan Luke duduk di atas rumput sambil berpikir.


"Hmm..... ternyata ada elemen seperti itu, kalau begitu apa elemen ku.....? campuran dari semua elemen, jadi nya apa.....?" ucap Luke. "Hmm.....coba pikir pikir lagi, kalau elemen ku jadikan warna dan ku Campur semua menjadi satu, warnanya menjadi hitam..... dan hitam itu adalah dark, masa elemen ku dark....? ya tidak mungkin" ucap Luke.


"Hmm...... bagus luke, kau bekerja keras meski di tinggal sebentar, sebagai hadiah karena kau bekerja keras, akan ku kasih satu hadiah lagi" ucap Norberta. "Hadiah apa kak.....?" ucap Norberta. Dan Norberta pun memberikan sebuah buku kepada Luke.


__ADS_1


"Buku apa ini kak.....?" ucap Luke. "Ini adalah buku sihir, kau bisa mempelajari berbagai macam sihir yang lebih lengkap, dan berlatih dengan ku sudah selesai" ucap Norberta. "Karena sudah selesai, berarti tak ada lagi bukan.....?" ucap Luke. "Ga....masih ada lagi, berlatih dengan Garnet, meski dia sepertinya kurang bisa mendidik seseorang, kalau ada masalah kau bisa panggil diriku atau kakak yang lainnya" ucap Norberta.


"Ya..... baiklah, sampai jumpa nanti lagi kak Norberta" ucap Luke. "Ya.... sampai jumpa di dalam Luke" ucap Norberta yang kemudian berjalan masuk ke panti asuhan. Dan tak lama, garnet pun berjalan ke arah Luke. "Kak Garnet,......" ucap Luke. "Ya.... Luke, ada apa.....? apakah kau tak suka dengan hadiah ku,......?" ucap Garnet.


"Tidak, aku cuma memanggil mu, apakah kak Garnet tidak suka......?" ucap luke. "Oh.... cuma memanggil, aku bukannya tak suka, aku cuma berpikir apakah kau tidak suka dengan hadiah ku" ucap garnet. "Ya mana mungkin, aku malah sangat menyukai hadiah dari kak Garnet" ucap Luke. "Hmm..... terima kasih banyak Luke...." ucap Garnet.


"Baiklah..... sekarang aku akan memberikan pelajaran tentang menjadi assassin" ucap garnet. "Oh.... kak Garnet ingin mengajarkan jalan tak bersuara, tanpa aura dan tanpa hawa keberadaan.....?" ucap Luke. "Oh.... kau sudah tau Luke..... aku senang kalau kau sudah tau, jadi aku tak perlu menjelaskan lagi" ucap garnet.


"Pertama berjalan tanpa suara itu kau hanya perlu mengalirkan mana ke telapak kaki mu, akan aku contohkan" ucap Garnet. Dah garnet pun mulai berjalan, dan setiap ia berjalan itu tak mengeluarkan suara sama sekali. "Wah.... hebat......" ucap Luke. "Ya..... sekarang tanpa aura itu cuma perlu menahan diri untuk mengeluarkan aura, dan untuk tanpa hawa keberadaan itu dengan mengalirkan mana ke seluruh tubuh dan buat mana itu menahan hawa keberadaan" ucap garnet.


"Oh.... begitu, kalau yang terakhir.....?" ucap Luke. "Yang terakhir itu paling susah karena kau harus tetap tenang dan jangan pernah berpikir untuk membunuh atau melakukan hal hal seperti menyerang" ucap garnet. "Kalau begitu bagaimana kak Garnet menyerang......?" ucap Luke. "Cuma menahan pikiran, bukan gerakan..... dengan bisa menguasai semuanya, kau akan mudah bersembunyi atau menyerang diam diam" ucap garnet.

__ADS_1


"Hmm..... terima kasih kak Garnet" ucap Luke. "Ya.... sekarang kau lakukan, aku akan memperhatikan sambil mengarahkan mu tanpa membantu mu lebih jauh" ucap Garnet. "Ya.... aku lebih suka seperti itu, kak Garnet" ucap Luke. Dan latihan Luke pun di mulai dari sore hari sampai hari mau menjelang matahari terbenam. Waktu pun berlalu, dan delapan tahun pun sudah berlalu dan umur Luke pun mencapai 12 tahun.


__ADS_2