
"Luke.......!!! sadarlah......!! kau akan mati kalau masih pingsan......" ucap Niks. Dan dari tubuh Luke mengeluarkan sebuah aura yang berwarna ungu kehitaman, dan aura itu lebih dominan ke hitam. "Eh.....?! kenapa dengan tubuh mu itu Luke......?" ucap Niks. "Ugh......!! kepala ku sedikit sakit....." Luke yang Secara perlahan bangkit.
"Ugh..... aku merasakan ada kekuatan yang meluap luap dari dalam tubuhku" ucap Luke dan tanpa Luke sadari ada sesuatu yang menonjol di dahinya. Tonjolan yang ada di dahi Luke ada dua, dan ada di dahi atas mata. "Grrrrr.......!!" keduanya Champions itu langsung menoleh kembali ke arah Luke. "Sihir, Ice Sword....." Luke membuat pedang es, pedang es yang ia buat itu lebih kuat dari biasanya.
"Hmm..... sepertinya sihirku menjadi lebih kuat atau ini cuma perasaan ku saja...... biarkanlah" ucap luke yang kemudian mengabaikan hal itu. Luke pun menetap kedua Champions itu dengan tatapan tajam, sebaliknya kedua Champions itu juga menatap Luke. "Wush......" Luke melesat ke arah Champions itu, kedua Champions itu juga melesat ke arah Luke.
"Ting......" Luke melesatkan serangan akan tetapi ditangkis oleh salah satu Champions, dan Champions satunya melesatkan pukulan ke arah Luke dari samping. "Tap....." luke melompat ke atas dengan sangat tinggi untuk menghindari serangan dari Champions itu. "Sihir, Fire Ball" Luke menembakkan sihir dari tangan satunya ke arah salah satu Champions.
"Burn......!!!" Champions yang terkena bola api yang di lancarkan Luke itu terbakar di bagian kepalanya. "Hiya......!!" teriak Luke yang menyerang dari atas ke arah Champions yang kepala nya terbakar. "Sriiing....... Cruuuat......!!" Luke pun menebas Champions itu hingga terbelah menjadi dua. "Guuaaaahhh......!!" salah satu Champions menyerang ke arah Luke dari belakang Luke.
"Tiiing......!!" Luke secara refleks menangkis dengan pedang esnya. "Sreeettt.......!!!" Luke mengurangi jarak ia terhempas dengan menancapkan pedangnya ke tanah. "Ugh..... hampir saja, entah kenapa pada saat terakhir aku bisa melihat pergerakannya meski cuma sekilas" ucap Luke. "Gwaaaa.......!!!" Champions itu pun melesat ke arah luke.
__ADS_1
"Gunakan Demonic Power" Luke mendengar ada sesuatu yang membisikkan kepadanya. "Huh.....? apa......? siapa yang berbisik barusan.......?!" ucap Luke yang bingung. "Huh.....?! apa yang kau bicarakan.......? aku tak bicara apapun tadi....." ucap Niks. "Eh.....? kalau begitu siapa......?" ucap Luke. "Siapa apanya itu penting......? dia sudah dekat kalau kau tak menyerang atau menghindar kau bisa mati....." ucap Niks.
"Ya......!!" teriak Luke yang kemudian mengangkat pedangnya. "Wush......" sesuatu menyelimuti pedang es yang dipegang Luke. Luke pun kemudian menutup matanya dan menarik nafas dalam dalam. "Huft....." Luke membuang nafas dan kemudian membuka matanya secara spontan. "Style, Transverse Slash" Luke melakukan tebasan secara cepat di saat Champions itu masuk ke jarah tebasan pedangnya.
"Duk....." Champions itu langsung jatuh terduduk, setelah itu Champions itu terjatuh ke arah Luke, di saat sudah akan menyentuh Luke, tubuh Champions itu terbelah menjadi dua secara melintang dari tebasan Luke. "Huft..... huh.... huh.... huh..... lumayan mengacu adrenalin, kalau lambat sedikit aja yang akan mati di geprek" ucap Luke yang sambil ngos ngosan.
"Kratak...... Tyaaarr......!!" pedang yang dipegang Luke itu kemudian retak dan pada akhirnya hancur. "Ah..... durabilitas pedang ku tak bisa mengimbangi kekuatannya" ucap Luke. "Kuahahaha...... Lumayan bocah, kau bisa mengalahkan kedua Champions ku" ucap raja monster itu. "Ya..... lumayan merepotkan, sekarang tinggal dirimu" ucap Luke.
"Hahahaha..... begitu, ayo maju......" ucap Luke yang memancing emosi raja monster itu. "Sihir, Mana Bomb" di kedua tangan raja monster muncul sebuah bola berwarna biru ke beningan. "Wush......" Raha monster itu langsung melempar satu bola yang ada di telapak tangannya itu ke arah Luke. "Duuaarrr.......!!!" bola yang di lempar raja monster itu langsung meledak setelah mengenai tanah.
"Huh......? hebat bisa membuat lubang seperti ini, tapi apa gunanya kalau meleset......." ucap Luke sambil menendang remeh ke arah raja monster. "Wush.... wush..... wush.... wush.... wush....." raja monster itu pun melempar bola itu secara terus menerus. "Tap..... tap... tap....." Luke berlari sambil menghindari bola yang di lempar oleh raja monster itu. "Hahahaha.......!!! apakah cuma ini saja......? aku akan bosan kalau cuma ini" ucap luke yang sambil mendekat ke arah raja monster itu.
__ADS_1
"Wush....." luke pun melesat ke belakang raja monster itu. "Wush......" di saat yang bersamaan, raja monster itu melempar bola ke arah Luke dan Luke melompat ke atas. "Hiyaaa.......!!" ucap Luke yang sambil melancarkan pukulan ke arah raja monster dari atas. "Pak..... bruuuakk.......!!" raja monster itu memegang pergelangan tangan Luke dan langsung membanting Luke tanah dengan sangat keras.
"Kuaghh...." Luke terbanting dengan cukup keras, dan di tangan satunya raja monster itu terdapat bola biru kebeningan. "Wuashhh...... duuaarrr......!!" raja monster itu memukulkan bola yang ada di tangannya itu ke tubuh Luke dan menciptakan sebuah lubang dan luka yang sangat parah ke tubuh Luke. "Ugh..... tanganku juga ikut terkena dampak...." ucap raja monster itu yang sambil mundur dan mengalihkan perhatian dari Luke.
"Uhuk..... ugh..... sial, sakit sekali......." ucap Luke yang dengan sempoyongan berusaha berdiri. "Ho.... kau masih bisa bergerak rupanya, kenapa tak mati saja......?" ucap raja monster itu. "Hahaha..... kenapa....?! kau tak suka.....? aku tak peduli dengan apa yang kau rasakan, sialan.......!!" ucap Luke. "Ultimate, Welcome to Reality" Luke menggunakan ultimate yang dimiliki oleh Tifon.
"Tidak mungkin.....?!! ba-bagaimana kau bisa memiliki ultimate itu......?!!" ucap raja monster itu yang dengan muka terkejut dan ketakutan. "Hehehe.... aku cuma bertaruh pada hidupku pada saat terakhir ini......" ucap Luke yang sambil tertawa lepas. "Sialan......!! bocah edan......!!" ucap raja monster yang sambil melesat ke arah Luke. "Cruuuat.......!!" di saat raja monster itu melesat ke arah Luke, tubuh raja monster itu langsung hancur hingga tak ada yang tersisa dari bagian tubuhnya.
"Hahahaha...... aku berhasil meski harus mempertahankan diri ku sendiri......" ucap Luke. "Kau memang sudah gila Luke..... kenapa kau bisa seberani itu" ucap Niks. "Hahahaha..... taruhan adalah hal yang seperti ini, Niks....." ucap Luke. "Hup..... Hoeeekkkk....!!!" Luke pun tiba tiba langsung muntah. "Ugh.... sial, kepalaku sedikit pusing dan pandangan ku lumayan kabur" ucap Luke yang pandangannya perlahan melemah dan kemudian ia terjatuh ke belakang.
"Luke......? apakah kau akan mati dengan seperti ini......? kalau cuma seperti ini kau akan membuat ku kecewa....." ucap Niks meski tak di dengar Luke.
__ADS_1