The Great Land

The Great Land
Ep.40 Kota Tower


__ADS_3

Hari demi hari pun di lewati, dan pada suatu hari di malam hari. Luke duduk di tempat tidur dan merenung. "Huft..... sebaiknya aku pergi dari sini, aku tak mau membuat orang lain mendapatkan hal buruk" ucap Luke. Luke kemudian menulis sebuah surat yang berisi ucapan terima kasih dan selamat tinggal.


Setelah menulis, Luke menaruh sekantung penuh uang di atas kertas itu. "Baiklah, waktunya pergi....." ucap Luke yang kemudian membuka jendela. "Sihir, Hermes Boots" luke menggunakan sihir dan kemudian berlari di udara meninggalkan tempat itu. "Sampai jumpa, kalau takdir menghendaki kita akan bertemu lagi" ucap Luke.


Luke berlari di udara menuju ke ini kota. Di ibu kota terdapat sebuah tower yang sangat tinggi hingga tak di diketahui sampai mana tingginya. Luke berlari semalaman dan sampai di dekat dinding ibu kita. "Huft... hah.... hah.... hah... capeknya, aku berlari semalaman" ucap Luke. Luke pun duduk di sana sambil mengembalikan mana dan tenaga yang ia habiskan untuk berlari.


"Ah..... aku lupa mengambil armor ku......!!" ucap Luke yang baru teringat dengan armor nya. "Sudahlah, aku bisa membuat lagi nanti, sekarang aku akan masuk ke dalam ibu kota...." ucap Luke yang kemudian berjalan menuju gerbang. Setelah sampai di gerbang, Luke menunjukkan kartu identitasnya. Setelah memperlihatkan kartu identitasnya dan membayar biaya masuk, Luke pun di persilahkan masuk.


Setelah masuk, Luke berjalan mencari tempat Blacksmit. Sesampainya ia di tempat Blacksmit, ia pun bertanya apakah dia bisa meminjam bengkel untuk ia membuat armor. Satu persatu Blacksmit ia kunjungi tapi tak ada satupun yang bisa meminjamkannya. Pada akhirnya ia tiba di tempat Blacksmit yang tempatnya terlihat tak terawat.


"Permisi....." ucap Luke yang sambil membuka pintu. "Ya.... ada apa.....?" ucap seorang bocah yang ada di hadapan luke. "Hmm.... aku mau meminjam bengkel boleh....?" ucap Luke. "Kakek....? ada seseorang yang mau meminjam bengkel....." ucap bocah itu. "Biarkan saja, aku juga tak bisa membuat senjata kembali" ucap kakeknya yang sedang berada di sebuah kamar.

__ADS_1


"Kata kakek tak apa, masuklah" ucap bocah itu. "Baiklah, terima kasih banyak" ucap Luke yang kemudian masuk dan pergi ke bengkel. Luke menyalakan api dan kemudian mengeluarkan bahan bahan yang akan ia gunakan untuk menempa. "Wah.... kakak bisa menggunakan sihir" ucap bocah itu. "Hehe.... biasa aja, kenapa memangnya......? kau ingin belajar sihir.....?" ucap Luke.


"Tidak, aku cuma ingin bisa menempa seperti kakek....." ucap bocah itu. "Hahaha..... kau bocah yang punya tekad, baiklah akan ku perlihatkan padamu cara menempa ku" ucap Luke. Dan Luke menunjukkan cara dia menempa sambil mengatakan cara cara menempa. "Oh.... jadi cuma seperti itu, kata kakek menempa itu sulit" ucap bocah itu.


"Menempa tidaklah sulit, kau cuma perlu punya tekad dan ketulusan saat menempa, kau akan bisa membuat alat yang bagus" ucap Luke. "Hahaha.... kata kata mu bagus, meskipun kau masih bocah ingusan" ucap kakek bocah itu. "Hahaha.... aku tidaklah bocah ingusan yang kau katakan kek, aku lumayan hebat dalam menempa" ucap Luke yang kemudian mengenakan armor nya.


"Hahahaha.... pas, mantap sekali, aku memang hebat" ucap Luke. "Wah keren sekali kak" ucap bocah itu. "Hahaha.... ini aku kasih beberapa material buatmu saat kau akan menempa" ucap Luke yang memberikan beberapa material bagus kepada bocah itu. "Baiklah aku akan pergi karena ada urusan" ucap Luke. Kakek dan bocah itu mengantar Luke keluar. "Hati hati di jalan kak, dan sampai ketemu lagi....." ucap bocah itu.


"Iya, dia orang baik" ucap kakek. "Suatu saat nanti aku ingin menjadi orang baik seperti dia" ucap bocah itu. "Baiklah, sekarang waktunya berburu sedikit" ucap Luke yang kemudian berjalan ke tower yang ada di tengah ibukota. Saat ia sampai, ada penjaga yang menjaga tempat itu dan untuk masuk harus membayar biaya.


Setelah membayar, Luke pun bisa masuk. "Hadeh, mahal sekali untuk bisa masuk" ucap Luke yang kemudian tercengang karena di dalam tower tak seperti yang dia kira. Lantai satu tempat aman, kosong dan cuma ada satu pintu. Luke pun membuka pintu itu, setelah membuka pintu, Luke pun naik tangga karena di balik pintu hanya ada tangga.

__ADS_1


Tak lama Luke menaiki tangga, Luke pun sampai di sebuah tempat yang hanya berisi dengan kelelawar yang berukuran sebesar anjing. "Kwaaakk.....!!" kelelawar itu langsung terbang setelah melihat Luke. "Baiklah aku akan melihat bagaimana serangan mereka" ucap luke yang kemudian membuat pedang es.


"Sriing..... sriiing....." Luke menebas kelelawar yang ada dalam jangkauannya. Sedangkan kelelawar lainnya yang terbang dekat dengan langit langit. Luke menggunakan sihir untuk bisa menjatuhkan mereka dan kemudian membunuh mereka. Setelah membunuh semuanya, Luke mengambil Inti kelelawar. Setelah mengumpulkan semua inti, Luke melanjutkan ke lantai ketiga.


Di lantai ketiga, Monster tetap sama akan tetapi kelelawar lebuh besar dari di lantai 2. Di lantai 3 Luke dengan mudah membunuh mereka. Setelah itu ia mengumpulkan inti monster itu, Luke melanjutkan perjalanan ke lantai 4. Di saat ia berjalan menaiki tangga, Luke melihat ada sebuah pintu.


"Huh.....?! pintu......? kenapa ada pintu di sini" ucap Luke. Setelah itu Luke pun membuka pintu karena penasaran, dan di balik pintu itu cuma tempat yang tak terlalu luas dan ada seorang yang tergelatak di lantai. "Pak kau kenapa.....? apakah kau terjebak atau apa......?" ucap Luke "Aku lapar....." ucap orang itu. "Bajindol..... !! cuma lapar ternyata, baiklah ini" ucap Luke yang sambil memberikan sebuah roti pada orang itu.


"Ah... terima kasih, aku hampir mati" ucap orang itu. "Ya, tak apa apa, Btw siapa kau ini.....?" ucap Luke. "Ah.... maafkan aku lupa memperkenalkan diri, kau merchant panggil aku, hmm......" ucap merchant itu sambil berpikir siapa namanya. "Ah elah, aku panggil merchant aja, kau jual apa.....?" ucap Luke. "Hmm.... akan aku jelaskan sebelum membeli, aku jual tidak menggunakan mata yang dunia tapi menggunakan kristal inti yang kau dapat di tower" ucap merchant.


"Jadi benda ini bisa dapet sesuatu....?" ucap Luke yang sambil mengeluarkan inti kristal monster yang kecil. "Ah.... itu harganya murah, tak ada item yang bisa di beli mengunakan itu" ucap merchant. "Wo.... Asu i, tadi bilang bisa" Ucap Luke.

__ADS_1


__ADS_2