
Ibu Vesa pun meletakkan minuman dan buah itu di atas meja. ""Silahkan di makan dan di minum" ucap ibu Vesa. "Oh... terima kasih banyak, sebenarnya ibu mertua tidak perlu repot repot" ucap Riz.
"Eh.....aku di panggil ibu Mertua, rasanya sedikit memalukan" ucap ibu Vesa. "Apakah ibu tidak suka......?" ucap Riz. "Tidak, aku tidak membencinya, tidak apa apa kamu panggil kau ibu mertua" ucap ibu Vesa. "Ya.... kalau begitu akan aku panggil ibu mertua" ucap Riz. "Huhu.... sok sokan manggil ibu mertua, tidak tau apakah aku akan menikah dengan mu" ucap Vesa.
"Kenapa.....? kamu takut kalau aku memilih wanita lain.....? Tenang saja, aku hanya mencintai mu seorang" ucap Riz. "Yang benar jangan bohong....." ucap Vesa. "Ya.... aku tak bohong, aku akan menikahi mu, Vesa....." ucap Riz. "Ehem.... omong omong bagaimana dengan orang tua mu, nak Riz....?" ucap Vesa. "Hmm.... aku yatim piatu, aku sudah ditinggalkan sejak umur, hmm.... umur berapa aku sudah lupa, kurang lebih di umur sekitar belasan" ucap Riz.
"Oh.... kasihan sekali kamu nak Riz, terus setelah kamu di tinggalkan orang tua, kamu tinggal dengan siapa.....?" ucap ibu Vesa. "Hmm.... aku tinggal dengan teman dekat orang tua ku, karena saudara saudara dari orang tua ku tak bisa mengurus ku" ucap Riz. "Oh.... dan kamu tinggal dengan dia sampai sekarang......?" ucap ibu Vesa. "Tidak, aku cuma tinggal beberapa tahun, dan sampai sekarang aku tinggal sendiri" ucap Riz.
"Oh.... hidupmu sangat sulit ya nak Riz......" ucap ibu Vesa. "Jangan khawatir Riz.... sekarang aku akan bersama mu, meski aku tak tau apa yang bisa ku lakukan" ucap Vesa sambil memegang telapak tangan Riz. "Hmm.... ya, terima kasih atas perhatiannya, Vesa dan ibu mertua" ucap Riz.
"Hehehe..... tak perlu seperti itu, bukankah kita sebuah pasangan......?" ucap Vesa. "Ya.... kita adalah pasangan" ucap Riz. "Di minum, sebelum airnya dingin, dan aku akan ke belakang untuk menyiapkan makanan" ucap ibu Vesa. "Ya.... silahkan, aku akan di sini dengan vesa" ucap Riz. "Ya.... kalau begitu tolong jaga Vesa ya...." ucap ibu Vesa yang kemudian keluar dari kamar dan pergi ke dapur.
__ADS_1
"Riz.... ahh....." ucap Vesa sambil membuka mulutnya. "Hmm..... kau ingin buah.....? baiklah" ucap riz yang kemudian mengambil satu potong buah dan menyuapi potongan buah itu pada beda. "Hmm.... rasanya enak, manis" ucap Vesa. "Hmm.... benarkah, berarti aku tak salah tadi mengambil buah" ucap Riz.
"Ya..... buahnya sangat enak dan segar, kamu coba saja Riz....." ucap Vesa. "Ya.... aku akan mencobanya" ucap Riz. Dan Riz pun makan satu potong buah. "Hmm.... kau benar, buahnya segar dan enak, cukup manis" ucap Riz. "Benarkan..... kalau begitu ambilkan aku lagi....." ucap Vesa. "Ya... ini ah....." ucap Riz.
Dan Vesa pun membuka mulutnya, dan Riz pun menyuapi Vesa. Tak lama kemudian ibu Vesa pun menghampiri mereka. "Ayo pergi, kita makan malam bersama, kamu juga ikut nak Riz" ucap ibu Vesa. "Tapi, aku akan merepotkan" ucap Riz. "Riz.... kalau di tawari jangan menolak, ayo kita makan bersama" ucap Vesa.
"Ya.... baiklah, ayo kita makan malam bersama" ucap Riz. "Yey.... makan bersama" ucap Vesa yang senang. Dan Vesa pun duduk di atas tempat tidur dan akan berjalan. "Kau bisa berjalan.....? apakah sudah tak sakit.....?" ucap Riz. "Hahaha.... kamu meremehkan ku, Riz..... kau tau aku ini kuat" ucap Vesa. Dan Vesa pun berdiri tanpa merasa sakit. "Oh.... sudah baikan kah, kalau begitu sini tangan mu" ucap Riz.
Itu adalah kejadian masa lalu yang di alami Riz sebelum ia sadar dan sedang berada di samping mayat istrinya yaitu Vesa dan putri mereka yang bernama Claudya Mary. "Vesa.... Mary..... kenapa hal ini terjadi pada kalian.....?" ucap Riz yang duduk sambil menggenggam telapak tangan Vesa dan Mary yang masih hangat.
Riz merasa kesal, sedih, dan sangat marah. Itu adalah hari di mana ia menangis setelah beberapa tahun ia tak meneteskan air mata. "Sial.....!! kalian bajingan rendahan" ucap Riz dengan penuh amarah. Dan Riz pun mengubur mayat Vesa dan Mary di belakang rumah mereka. Riz juga menanam bunga kesukaan Vesa dan Mary di samping makam mereka.
__ADS_1
"Vesa istri ku..... dan Mary putri tercinta ku.... maafkan aku, gara gara aku kalian menjadi seperti ini, dan aku tak mengharapkan kalian memaafkan aku, dan aku doakan semoga kalian bisa bahagia di alam sana" ucap Riz yang kemudian berdiri dan membalikkan badannya.
Riz pun masuk ke dalam rumah yang sudah berantakan karena penyerangan. Meski rumah sudah di serang, penyerang tak tau kalau ada ruang rahasia yang berada di bawah tanah. Riz pun masuk ke ruang bawah tanah dan menggunakan jas hitam. Ia mengambil beberapa pistol dan di masukkan ke dalam jasnya.
Setelah itu Riz pun menggunakan kaca mata hitam dan keluar dari ruangan itu sambil membawa dua koper. Riz pun berjalan keluar dari ruang dan menuju ke mobilnya. Setelah masuk ke dalam mobil, Riz meletakkan kopernya di dalam mobil dan kemudian menyalakan mobil. Riz pun menjalankan mobil menuju ke markas salah satu mafia yang terlihat dengan insiden barusan terjadi.
"Tak akan aku ampuni mereka, tunggu saja...." ucap Riz yang berada di depan mobil sambil menyetir. Tak lama Riz pun sampai dan tak butuh waktu lama Riz dengan cepat membereskan satu markas mafia itu dan ia menuju ke markas mafia selanjutnya. Waktu ke waktu pun berlalu dan waktu sudah mencapai tengah malam.
"Hmm..... cuma tinggal satu tempat yang harus di bereskan" ucap Riz yang menuju ke markas terakhir. Tak lama Riz pun sampai di markas terakhir dan tanpa memperhatikan kondisi, Riz langsung masuk ke dalam markas itu. Ia berharap dengan ratusan Anggota mafia, akan tetapi dengan mudah ia membereskan anggota mafia itu sendiri meski begitu ia mendapatkan luka di baguan perut.
Riz mendapatkan dua luka tembakan di bagian perut bagian kiri. "Luka kecil seperti ini tak akan berpengaruh apapun terhadap ku" ucap Riz yang kemudian berjalan ke arah tempat bos mafia itu. "Bruuuakk.....!!" Riz menendang pintu itu hingga jebol. "Bajingan.....!! aku akan mengambil nyawa mu sialan.....!!!" ucap Riz. "Hohoho.... aku tak menyangka bahwa kau akan sangat kuat seperti ini, tapi kau yang akan habis di sini" ucap bos mafia itu. "Dorr.....!!" terdengar suara tembakan.
__ADS_1