The Great Land

The Great Land
Ep.24 Pemakaman


__ADS_3

"Ya... aku ingin tau, cepat katakan Luke......" ucap Niks yang mendesak Luke. "Baiklah, sebelum itu aku ingin meminta Hadiah dari pertaruhan" ucap Luke. "Ugh.... baiklah, katakan saja" ucap Niks.


"Ya, aku ingin kau menjadi bawahan ku" ucap Luke. "Hah....?! apakah kau yakin.....?" ucap Niks. "Ya.... aku, serius tak bercanda sama sekali....." ucap Luke sambil tersenyum tipis. "Hohoho..... kau memang menghibur, baiklah aku akan menjadi bawahan mu" ucap Niks. "Baiklah, akan aku katakan bagaimana cara membuat bayangan yang seperti tadi" ucap Luke.


"Ya.... katakan" ucap Niks. "Aku cuma membayangkan seseorang yang memiliki pengetahuan tentang bertarung, tapi tak ku sangka itu bisa, tapi sepertinya tak bisa di gunakan untuk semua bayangan" ucap Luke. "Hmm..... jadi yang kau summon itu bukan Useless Shadow" ucap Niks. "Useless Shadow......? apa itu......?" ucap Luke. "Ya bayangan, tapi sangat terbalik dari bayangan yang kau panggil tadi" ucap Niks.


"Jadi maksudnya, bayangan yang cuma memiliki wujud akan tetapi sangat bodoh bahkan mirip seperti zombie.....?" ucap Luke. "Ya..... seperti itu, dan juga Useless Shadow berasal dari bayangan mahluk yang sudah mati dan kehilangan pengetahuan mereka" ucap Niks. "Kalau mereka kehilangan, itu berarti bisa mengembalikan pengetahuan mereka bukan.....?" ucap Luke.


"Hmm..... cerdas sekali, ya emang bisa dengan benda yang mereka sukai di dunia dan berikan padanya, dalam jangka waktu mereka akan mengembalikan ingatan mereka sedikit demi sedikit" ucap Niks. "Hmm.... kenapa kau tak lakukan itu,......?" ucap Luke. "Ya.... siapa juga yang ga ada kerjaan mengepulkan benda benda untuk Useless Shadow yang ga berguna, aku memiliki banyak kerjaan" ucap Niks.


"Halah.... alasan saja, kau pasti tak bisa pergi ke dunia atas bukan.....?" ucap Luke. "Ugh.... aku tak bisa mengelak dari kata kata mu" ucap Niks. "Oh.... jadi benar, tapi kenapa kau tak bisa pergi ke dunia atas.....?" ucap Luke. "Bukannya tak bisa, tapi aku akan ketahuan kalau muncul di dunia atas" ucap Niks. "Hmm.... sepertinya kau punya masalah sendiri, baiklah aku takkan ikut campur masalah mu" ucap Luke.

__ADS_1


"Terima kasih pengertian nya" ucap Niks. "Ya.... kalau begitu, bagaimana keluar dari tempat ini.....?" ucap Luke. "Mudah saja, kau tinggal pikirkan keluar dari sebuah batangan" ucap Niks. "Kau pikir semudah itu......?!!" ucap Luke. "Ya.... begitulah, kalau mau masuk tinggal memikirkan masuk ke dalam bayangan atau kembali ke dunia ini....." ucap Niks.


"Hmm.... kalau kembali tinggal memikirkan kembali ke tempat ini, hmm..... akan aku coba" ucap Luke. "Apa yang akan kau lakukan......?!" ucap Niks. "Hahaha..... sang jenius Luke akan melakukan hal yang menakjubkan" ucap Luke. "Hey.....!! katakan padaku apa yang akan kau lakukan....?" ucap Niks.


"Hey...... apa yang kau lakukan......? berani sekali kau membentak pemilik mu......" ucap Luke dengan mengintimidasi dan menatap tajam ke arah Niks. "Ma-Maaf..... maafkan aku, aku tak sengaja......" ucap Niks. "Berlutut...... kalau minta maaf berlututlah di depan ku....." ucap Luke. "Baik....." ucap Niks yang kemudian langsung berlutut di depan Luke.


"Hmm..... bagus, untuk sementara kau tetap seperti itu, dan jangan lakukan hal seperti tadi lagi.... kau mengerti.....?!!" ucap Luke. "Ya.... aku mengerti......" ucap Niks. "Whoops....." Luke pun seketika menghilang, dan di sebuah bayangan pohon yang ada di depan panti asuhan, Luke muncul dengan perlahan dan berdiri di atas bayangan pohon.


"Hmm.... ya kau bisa berdiri" ucap Luke. Dan luke pun mendekati ke arah mayat kakak kakak nya. "Kak Shantae, kak Garnet, kak Norberta dan kak D'etre..... maafkan aku tak bisa melindungi mu....." ucap Luke yang dengan mata yang berkaca kaca. "Sihir, Earth Chest" Luke menggunakan sihir dan dari sebuah tanah membungkus mayat kakak kakak yang mengasuh Luke


"Ddrrrrrttt......." setelah membungkus mayat, peti tanah itu kemudian masuk ke dalam tanah. Setelah itu Luke pun menancapkan senjata kakak Kakaknya sebagai pengganti batu nisan. "Kak..... semoga kalian tenang di alam sana....." ucap Luke. "Luke kau percaya dengan sebuah agama.....?" ucap Niks yang menggunakan telepati.

__ADS_1


"Hmm..... entahlah, tapi aku percaya dengan adanya dewa, tuhan dan sebagainya" ucap Luke. "Hmm.... begitukah, baiklah sekarang kau mau kemana.....?" ucap Niks dengan telepati. "Aku mau mencari berbagai hal...." ucap Luke yang kemudian menghampiri gagang pedangnya yang bilah nya sudah hancur.


"Hmm..... ini masih bisa di perbaiki dengan mengganti bilah dan sedikit di ubah" ucap luke. Luke pun menjatuhkan gagang pedang itu ke bayangan nya, saat menyentuh bayangan, gagang pedang itu pun langsung terserap ke dalam dan langsung berada di dunia bayangan. "Sesuai dugaan ini bisa di lakukan....." ucap Luke. "Eh.....?! jadi kau melakukan percobaan.....?!" ucap Niks.


"Ya.... kalau tak di coba takkan tau, pengetahuan itu adalah hal yang terbaik" ucap Luke. "Hmm.... ya, aku juga tau itu....." ucap Niks. Dan Luke pun pergi ke dalam panti asuhan. Luke pergi ke berbagai penjuru tempat dan kamar dan ia menemukan beberapa hal. "Apa saya yang kau temukan itu Luke.......?" ucap Niks dengan telepati.


"Tak banyak, aku menemukan buku catatan milik kak Shantae kemudian ada beberapa potion dan koin koin" ucap Luke. "Hmm.... potion dan koin itu kau simpan, untuk buku catatan bisakah kau baca.....?" ucap Niks. "Ya ... aku juga penasaran dengan isinya" ucap luke. Luke pun kemudian memasukkan potion dan koin ke dunia bayangan.


"Hmm..... hari pertama aku berada di sebuah tempat yang tak ku kenal...... hmm.... apakah kak Shantae di culik.....? tapi dia masih bisa menulis berarti bukan" ucap Luke. "Bagaimana kau bisa tau.....?" ucap Niks yang bingung kenapa Luke bisa tau. "Ya.... di sini di terangkan sebuah tanggal, dan pada waktu yang sama dengan tulisan ini ada" ucap Luke. "Hmm.... jadi begitu....." ucap Niks dengan telepati.


"Tapi yang membuat ku bingung, ini tulisan bukan di tulis dengan tulisan dunia ini, tapi dengan bahasa Inggris" ucap Luke. "Bahasa Inggris......? bahasa apa itu.....?" ucap Niks dengan telepati. "Bisa di bilang itu adalah bahasa asing, tapi aku bisa memahami dengan sempurna" ucap Luke. "Ya.... ya.... sekarang lanjutkan" ucap niks. "Ya.... akan aku lanjutkan, setelah berada di dunia yang asing itu, oh ya.... aku di sana bersama sebuah pedang yang tergeletak di samping ku" ucap Luke yang membaca isi buku.

__ADS_1


__ADS_2