
Aku sudah mengetuk pintu dan juga sudah bilang permisi dari tadi" yak Luke. "Halah.... boong, aku saja tak mendengar" ucap orang itu. "Ah..... dari pada itu, ajari aku membuat senjata dan armor" ucap Luke.
"Akan kau gunakan untuk apa barang yang kau buat.....!" ucap orang itu. "Calm.... calm down, jangan marah marah, aku mau membuat armor dan senjata untuk melindungi orang yang ku sayangi" ucap Luke. "Siapa orang yang kau maksud itu......?" ucap orang itu. "Untuk sekarang aku tak punya....." ucap Luke.
"Terus buat apa kau ingin membuat armor kalau tak punya orang yang akan kau lindungi......?" ucap orang itu. "Aku sudah kehilangan kakak kakak yang ku sayangi, kemarin...... aku ingin menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang yang ku sayangi..... jadi tolong....." ucap Luke. "Hmm..... baiklah, kita akan mulai besok" ucap orang itu.
"Oh ya, aku tak punya tempat tinggal lagi, aku akan menginap di sini ya....." ucap Luke. "Sialan kau......?!! baiklah, aku akan biarkan kau menginap, kalau kau melakukan kesalahan aku takkan ragu mengusir mu" ucap orang itu. "Ya.... boleh juga, dan juga siapa namamu.....? nama ku Luke" Ucap Luke yang memperkenalkan diri.
"Namaku Vulkan, dan aku adalah salah satu pandai besi terbaik di dunia ini" ucap Vulkan. "Hmm..... itu bagus, aku berlatih bersama dengan pandai besi terbaik" Ucap Luke. "Itu bukan apa apa, itu cuma pujian dari manusia" ucap Vulkan. "Ya..... memang benar, itu cuma pujian dari manusia tapi itu terasa bagus bukan......?" ucap Luke. "Ini sudah malam, sebaiknya kau tidur, kau bisa tidur di mana kau mau" ucap Vulkan.
"Ya.... terima kasih, pak Vulkan" ucap Luke. "Ya.... aku akan pergi tidur, kalau kau ganggu aku, kau akan merasakan akibatnya" ucap Vulkan. "Ya.... aku takkan menganggu mu" ucap Luke. "Oh ya, satu lagi jangan kau pergi dan menyentuh barang barang yang ada di perapian" ucap Vulkan. "Ya.... aman dengan ku" ucap Luke.
__ADS_1
Dan Vulkan pun pergi meninggalkan Luke, sedangkan Luke mencari tempat ia akan tidur. Dan pada akhirnya dia tidur di sebuah kursi yang ada di tempat barang barang yang di jual. "Woy.....!! bangun bangun.... kau di sini bukan untuk malas malasan, sekarang kau bekerja" ucap Vulkan. "Apakah kau akan mengajarkan aku menempa......?" ucap Luke.
"Hmm..... mana mungkin bodoh.....!!! sekarang kau pergi ke tambang dan bawa ini" ucap Vulkan yang sambil memberikan sebuah beliung pada Luke. "Eh.....?! kau menyuruhku mengambang.......? padahal aku ingin kau mengajariku menempa" ucap Luke. "Hah....?! memangnya kau siapa......? sekarang kau pergi menambang, kalau kau sudah menambang beberapa biji, aku akan mengajari mu" ucap Vulkan.
"Ya.... baiklah kalau begitu....." ucap Luke yang kemudian mengambil beliung yang di berikan oleh Vulkan. Luke pun keluar dari tempat Vulkan, dan Luke pun menuju ke gerbang keluar. "Berhenti..... siapa kau.....? dan mau kemana kau......?" ucap penjaga gerbang yang sedang menjaga gerbang. "Ini tanda pengenal ku....." ucap Luke yang kemudian memperlihatkan tanda pengenalnya. "Oh.... ya silahkan keluar, apakah kau mau pergi menambang......?" ucap penjaga itu.
"Ya..... aku mau pergi menambang" ucap Luke. "Tapi kau tak membawa gerobak..... hmm.... aku mengerti, hati hati nak" ucap penjaga itu. "Huh.....? apa yang dia maksud barusan" ucap Luke yang sudah sedikit jauh dari gerbang. "Aku juga tak tau, aku kurang mengerti tentang manusia......" ucap Niks dengan telepati. "Oh.... begitu kah.... aku juga hampir sama, Niks" ucap Luke.
Luke pun berjalan ke penambangan membutuhkan waktu berjam jam. "Huft..... cukup jauh juga, aku membutuhkan sekitar lima atau enam jam untuk sampai sini" ucap Luke. "Hmm..... bukan lagi lumayan jauh, tapi ini sangat jauh Luke, minimal orang orang akan menggunakan kuda" ucap Niks dengan telepati. "Hmm..... sepertinya begitu, tapi aku tak punya kuda bahkan tak bisa mengendarai kuda" ucap Luke.
"Ya.... sekarang tunggu apa lagi.....? kau masuk dan tambang" ucap Niks dengan telepati. "Dengan mudahnya kau bilang seperti itu, aku yang menambang jangan terlalu ikut campur" ucap Luke. "Ya.... baiklah" ucap Niks dengan telepati. Dan Luke pun masuk ke dalam tambang itu.
__ADS_1
"Ting..... tang.... tang..... tang.... Ting...." suara benturan antara beliung dengan batu bergema dengan keras di dalam goa. "Hmm..... suara beliung memang berisik" ucap Luke. "Woy nak.... kenapa kau ke sini.....? ini area berbahaya" ucap seorang penambang. "Aku ke sini untuk menambang" ucap Luke. "Oh..... kasihan sekali, baiklah..... tambanglah semau mu" ucap penambang itu.
Luke pun menambang berjam jam, di saat para penambang lain sudah selesai melakukan penambangan, Luke masih tetap di sana. "Nak.... sekarang sudah hampir malam, kau pulang saja..... kalian malam hari monster di dalam goa akan menjadi lebih aktif" ucap penambang. "Hmm..... begitu ya, baiklah..... sebentar lagi, kau pergi dulu saja...." ucap Luke.
"Ya..... jangan berada di sini sampai malam hari, dan juga hati hati saat pulang" ucap penambang itu. "Ya.... terima kasih atas nasehatnya" ucap Luke dan penambang itu pun pergi meninggalkan Luke. "Hmm.... ada monster kah di tempat ini, sepertinya lebih menarik dari yang ku duga....." ucap Luke. "Hey.... Luke, apakah kau tak lapar.....?" ucap Niks dengan telepati.
"Cuma lapar aku sudah biasa menahannya, aku sudah terbiasa dengan perut kosong, jangan khawatirkan" ucap Luke. "Kau memang aneh dan juga manusia yang menarik Luke....." ucap Niks dengan telepati. "Ya..... terserah kau saja" ucap Luke. Luke pun menjelajahi goa itu lebih dalam dan menambahkan penerangan di lorong goa yang tak ada penerangan.
Luke yang menjelajahi goa itu lebih dalam pun menemukan seekor monster yang sedang memakan biji besi. "Niks..... aku ingin tanya" ucap Luke. "Ya.... kau tanya apa....? nama monster itu.....? kelemahannya atau apa.....?" ucap Niks. "Apakah kau tau apa ultimate milik ku......?" ucap Luke. "Eh....?! sungguh tak terduga, apakah kau ingin aku melihat ultimate milik mu.....?" ucap Niks.
"Ya.... tentu saja, katakan padaku" ucap Luke. "Apakah kau benar benar mau ku intip......? bisa saja aku menjadi orang yang mengetahui kelemahan milik mu" ucap Niks. "Ya..... tidak apa apa, sekarang lihat...." ucap Luke.
__ADS_1
*[Note: Di dunia Luke berasal, orang yang tak punya apapun memiliki dua nasib yang pertama dia bisa mendapatkan pekerjaan dan hidup pas pasan kecuali mereka tak kena copet, curi dan terlilit hutang. Dan yang kedua adalah mereka mejadi budak, meski mereka masih kecil mereka akan menjadi budak].