The Great Land

The Great Land
Ep.22 Perempuan


__ADS_3

Luke pun melakukan hal yang sama hingga sepuluh kali. "Hey.... aku sudah muak dengan permainan kau.... sebaiknya kau hentikan saja sebelum aku marah...." ucap Tifon. "Tidak.... aku pasti akan mengalah mu.....!!" ucap Luke.


"Wush....." Luke kembali melesat ke arah Tifon. "Sriiing....... cruuuat......!!" satu tangan Tifon pun berhasil di tebas oleh Luke. "Aaarrrggg......!! sakit.... apa apaan itu, kenapa bisa tangan ku terpotong.....?!" ucap Tifon. "Kratak.....!! Tiiiiaaaannnngg........!!" bilah pedang milik Luke pun hancur karena menggunakan enchant yang tak sempurna secara terus menerus.


"Hahahaha.... sekarang kau mau apa.....? pedang yang kau gunakan sudah tak ada" ucap Tifon. "Tak ada pedang, pukulan ku juga bisa,...." ucap Luke dan Luke pun melesat ke arah Tifon. "wush...... wush..... wush.....wush....." Luke memukul ke arah Tifon secara terus menerus, akan tetapi Tifon dengan mudah bisa menghindarinya.


"Mustahil..... mustahil kau bisa memukul ku" ucap Tifon. "Buuuaakk......!!" Tifon melancarkan tendangan kearah luke dan Luke pun langsung terlempar ke belakang cukup jauh. "Bruuuakk.....!!" Luke yang terhempas ke belakang itu pun menabrak sebuah dinding. "Akh..... sialan......" ucap Luke. "Sudahlah, kalau kau teruskan aku akan membunuhmu dengan rasa sakit yang luar biasa" ucap Tifon.


"Hahahaha...... kau pikir kau bisa membunuh ku...." ucap Luke sambil tertawa kecil. "Kuahahaha.......!! lucu sekali kau bocah, padahal kau sekarang, masih sempat tertawa....." ucap Tifon. "Sihir, Restraint Lightning" sebuah petir langsung menyambar Tifon, setelah petir menyambar, Tifon pun di lilit oleh petir. "Hah.... hah.... hah.... masih belum" ucap Luke.


"Sihir, Sealing Fire" sebuah api muncul dan membentuk kubah, kubah api itu mengurung Tifon di dalamnya. "Masih belum.....hah.... hah.... hah....." ucap Luke yang sambil terengah engah. "Sihir, Eternal Ice" sebuah es mengurung kubah api itu, meski tertutup es, kubah itu tak padam bahkan es tak meleleh. "Sihir, Earth Dome" Dan tanah pun melapis es tersebut.

__ADS_1


"Ugh...... masih belum, harus lebih dari ini" ucap Luke. Dan dari hidung Luke mengeluarkan darah, Luke pun mengelap darah itu dengan tangannya. "Ini bukan apa apa, di bandingkan hal yang kurasakan....." ucap Luke. "Sihir, Sealing Plant" sebuah pohon tubuh dan menelan kubah tanah itu di batangnya. "Uhuk....." Luke batuk sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Apakah berhasil.....?" ucap Luke. "Hmm... lumayan, tapi ini akan berguna pada makhluk yang lebih lemah dari ku" ucap Tifon yang kemudian sihir yang luke kerahkan langsung hancur. "Tidak mungkin....." ucap Luke yang tak percaya. "Bagaimana.....? apakah kau sudah menyerah.....?" ucap Tifon.


"Gak....,..!!! bahkan aku akan mengorbankan diriku demi membunuh mu....." ucap Luke. "Sihir, Falling Star" Luke menggunakan sihir yang yang sangat besar. Di langit muncul sebuah cahaya yang jatuh ke arah Tifon. "Apa itu.....? aku baru melihat sihir seperti ini......" ucap Tifon. Benda yang jatuh dari langit itu berukuran kecil cuma seperti batu kerikil akan tetapi bercahaya dan banyak.


"Tuk....." satu batu mengenai tubuh Tifon, Dan di batu bercahaya itu langsung melubangi tubuh Tifon karena saking panasnya suhu batu itu. "Arg......!!! panas, apa apaan ini......?!! bahkan sihir api takkan bisa melukai diriku" ucap Tifon. "Rasakan itu......" ucap Luke yang terlihat dengan beberapa bagian tubuhnya mengeluarkan darah seperti hidung, mulut dan mata memerah.


"Akan aku tambah satu lagi....." ucap Luke. "Sihir, Black Ball" sebuah batu hitam jatuh dengan pelan ke arah Tifon. "Hehehe.... seperti ini batas ku..... caugh.....!!" ucap Luke yang kemudian muntah darah. "Bruuuakk......!!" Luke pun langsung jatuh terbaring dengan tubuh yang mengeluarkan banyak darah.


"Crrruuaaatt......!!" tanpa pikir panjang, Tifon pun memotong kedua tangannya. Dan tangan yang di potong Tifon itu pun terserap ke dalam bilah hitam itu. "Arg.....!! aku tak menyangka bisa di buat babak belur oleh seorang bocah,....." ucap Tifon yang kemudian melihat ke arah Luke yang terbaring.

__ADS_1


"Apa....?!! dia mati karena menggunakan sihir ini,......?! ya terserah saja..... yang penting aku tak mati, dan sekarang sebaiknya aku kembali" ucap Tifon yang kemudian menghilang. "Ugh..... hah... hah.... hah....." ucap Luke yang merasa kesakitan dan hanya memiliki sedikit kesadaran. "Apakah aku akan mati di sini,....?! aku bahkan tak bisa membunuh dia....." batin Luke.


Dan Luke pun tak sadarkan diri, saat ia tak sadarkan diri, muncul sebuah tangan tangan yang menarik Luke ke dalam tanah. Beberapa hari pun terlewat, dan Luke yang tak sadarkan diri pun terbangun di sebuah tempat yang gelap meski gelap dia bisa melihat deng jelas. "Eh.....?! di mana ini.....?" ucap Luke. "Yo..... bagaimana kabarmu.....?" ucap seorang wanita yang berdiri di depan Luke. "Ugh.... ya, sepertinya sudah cukup baikan, dan siapa kau......?" ucap Luke.


"Hoho.... maaf aku lupa memperkenalkan diri, namaku Niks Achlys" ucap perempuan itu.



"Ya.... salam kenal Niks, nama ku Luke Lucifer, dan kenapa kau menyelamatkan ku.....?" ucap Luke. "Hmm..... ya, karena kau menarik, jadikan aku Contractor mu" Niks. "Hah......?! memangnya siapa kau dan juga apa yang di maksud dengan contractor" ucap Luke. "Ya.... bisa di bilang, karena kau dan aku memilih sebuah kocokan, dan juga aku melihat pertarungan mu dengan pemimpin dari Climber" ucap Niks.


"Kenapa memangnya.....? aku ini lemah....." ucap Luke. "Tidak, kau bahkan sangat kuat, sepertinya kau tak menyadarinya" ucap Niks. "Buktinya aku kalah, bahkan dia tak menyerang ku dengan kekuatan nya" ucap Luke. "Tidak..... kalau aku jadi kau, aku tak tau apakah aku bisa melukai dia" ucap Niks. "Kau pasti bisa, aku percaya itu....." ucap Luke.

__ADS_1


"Ya.... sekarang kembali ke topik utama, jadilah contractor ku" ucap Niks. "Apa yang aku dapat dengan melakukan kontrak dengan mu, Niks......?" ucap Luke. "Hmm..... banyak, kau bisa menguasai tempat ini, menguasai elemen utama mu dan yang terakhir kau bisa mendapatkan pengetahuan dari ku" ucap Niks. "Hmm..... dan apa yang akan kau dapat.....?" ucap Luke.


"Hmm.... tak banyak, tapi itu yang aku inginkan, yaitu hiburan....." ucap Niks. "Hmm..... ya Baiklah, aku akan menerima kontrak mu, dan aku akan memberikan hiburan yang sangat menghibur" ucap Luke. "Ya.... aku juga akan membantu mu, sebisa yang aku bisa" ucap Niks. "Ya..... dan bagaimana cara menjalin kontrak.....?" ucap luke. "Tak sulit, cuma satukan telapak tangan kita, dan nanti ikuti kata kata ku" ucap Niks.


__ADS_2