
"Kita ucapkan bersama" ucap Niks. "Skill, Shadow Allthing" ucap Niks dan Luke secara bersamaan dan di saat yang sama Luke pun mendapatkan skill itu. Dan sebuah tangan hitam muncul dan menyeret para monster itu ke bawah tanah, monster yang tersisa hanya Champions dan raja monster itu.
"Ugh......!! apa ini.....?!! rasanya seperti ada yang hilang dari tubuh ku...... sialan.....!! apa yang barusan terjadi Niks.....?!!!" ucap Luke yang sambil memegang dahinya dengan telapak tangan kanan. "Hmm..... aku lupa mengatakan kalau kau menggunakan kekuatan ku yang lumayan tinggi dan masih belum cocok untuk kau gunakan itu akan membuat mu kehilangan sedikit kewarasan dan kemanusiaan mu" ucap Niks dengan telepati.
"Oh..... jadi kalau aku menggunakan skill yang kuat dan masih belum cocok dengan tubuhku akan terjadi konsekuensi...... menarik.....!! akan ku lakukan apakah kemanusiaan ku yang hilang lebih cepat atau aku yang bisa menggunakan semuanya tanpa konsekuensi" ucap Luke. "Ho...... hahahaha....... kau memang manarik Luke..... biasanya orang orang akan takut untuk menggunakan lagi tapi kau malah ingin bertaruh pada diri mu sendiri" ucap Niks.
"Ya..... aku lumayan suka bertaruh pada diri sendiri, dan lihatlah apa yang akan ku lakukan Niks" ucap Luke. "Huft......" Luke menghela nafas panjang dan dari mulutnya mengeluarkan hawa dingin. "Sihir, Ice Sword" Luke membuat dua pedang yang terbuat dari es. "Tap......" Luke turun dari batu dan melihat ke arah Champions monster di depannya.
"Hmm.... dua lawan satu kah..... baiklah akan ku ladeni kalian, majulah......!!!" ucap Luke. Dan dua Champions itu pun melesat ke arah Luke dengan cukup capat. "Wush......!!" satu dari Champions itu melesatkan cakarnya ke arah Luke. "Sriiing......!!" Luke menyerang ke arah Champions yang melesatkan cakaran padanya untuk menangki cakaran.
"Kwaaaaa.......!!" Champions satu lagi menjerit dan juga melesatkan cakaran pada Luke. "Cih, menyerang bersamaan aku jadi lumayan sulit untuk fokus pada satu" ucap Luke. "Swash......." Luke melakukan tebasan ringan ke salah satu Champions dan diiringi dengan melompat ke belakang untuk menghindari cakaran dari Champions satunya. "Tap....." Luke berhenti dan melihat ke arah Champions itu.
__ADS_1
"Hmm..... luka yang ku berikan memang tak begitu berat, tapi biasanya bisa membuat luka yang lumayan tapi itu cuma goresan, apaan apaan itu....." ucap luke. "Luke.... apakah kau bisa menggunakan sword aura......?" ucap Niks. "Hmm..... sword aura apa itu......?" ucap Luke yang tak tau apa itu sword aura karena kakaknya belum mengajari Luke menggunakan sword aura. "Sword aura itu sebuah kekuatan yang kau gunakan pada pedang, dan pedang yang memiliki sword aura itu akan terlihat seperti terbakar tapi tak akan leleh meski itu pedang es" ucap Niks.
"Hmm..... secara kasar aku paham, tapi ya aku masih belum bisa" ucap Luke. "Ya, memang benar sih kalau ingin menggunakan sword aura membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menguasai secara penuh" ucap Niks. "Hmm..... manarik, nanti aku akan mencobanya dan sekarang aku harus fokus membunuh mereka" ucap Luke.
"Wush......!!" satu Champions melesat ke arah Luke dan sambil mengerahkan pukulan ke arah Luke. "Duuakk.....!!" Luke menangkis pukulan itu dengan menyilangkan kedua pedangnya. "Eh.....?! kemana satunya.....? apakah di depan ku ini cuma pengalihan dan dia akan menyerang dari suatu tempat......? tapi di mana......?" ucap Luke yang sambil melihat ke penjuru arah meski terdapat titik buta pada penglihatannya.
"Buuuuakkk......!!" Luke terkena pukulan langsung dari titik buta dan itu membuat ia terhempas ke samping dan menabrak tembok. "Bruuukk.......!!" Luke menabrak tembok dengan sangat keras. "Ugh..... sial, beberapa tulang rusukku patah, sialan monster itu....." ucap Luke. Dan para monster pun melihat Luke dengan tatapan merendahkan Luke dan melihat Luke bukan sebagai ancaman karena bisa di serang dengan mudah.
"Ada apa Luke.....? kenapa kau berbicara sendiri.......?" ucap Niks. "Eh.....? kau tak mendengar sebuah suara barusan......?" ucap Luke. "Mana ada suara.....? kau bicara sendiri dan juga salah satu Champions mengarah ke arah mu dari samping......" ucap Niks. "Huh.....? apa......?" ucap Luke yang Linglung dan melihat ke arah kanan. "Wuashhh.......!!!" salah satu Champions melesatkan pukulan ke arah Luke. "Bruuuakk.....!!!" Luke terpukul langsung dan membuatnya terhempas ke samping kiri.
Saat terhempas, Luke pun pingsan dan memasuki alam bawah sadarnya. "Yo..... bagaimana kabar mu sekarang......?" ucap seseorang yang hanya terlihat seperti bayangan.
__ADS_1
"Siapa kau.....? apakah kau salah satu bawahan dari Niks......?!" ucap Luke. "Kukuku.... jangan bercanda, aku adalah bagian dari mu dan bukan salah satu dari bawahan Niks si keparat itu....." ucap sosok bayangan itu. "Terus.....? apa yang kau mau......?" ucap Luke. "Akan ku gantikan kau dan akan mengurung mu di dunia membosankan ini....." ucap sosok bayangan itu dengan suara berat dan secara tiba tiba ia sudah berada di belakang Luke dan bersiap menusuk Luke di bagian jantung dari belakang.
"Jllebbb.......!!" sosok bayangan itu menusuk Luke hingga menembus dadanya. "Kuahahaha.......!! akan ku gantikan kau yang di luar dan aku akan melakukan hal semau ku" ucap sosok bayangan itu yang sangat senang setelah menusuk Luke. "Ho.... apakah akan begitu mudah mengalahkan pemilik dari tubuh ini yang asli.....?" ucap luke yang tertusuk.
"Huh....?! kau sudah di pastikan akan mati di sini....." ucap sosok bayangan itu. "Begitukah, kalau aku kalah di sini aku yang di sini merupakan jiwa akan mati, menarik....." ucap Luke yang berada di belakang sosok bayangan itu. "Eh.....?! bagaimana mungkin.....?" ucap sosok bayangan itu yang terkejut dan melihat ke arah Luke yang ia tusuk.
Luke yang tertusuk oleh tangan sosok bayangan itu pun menghilang. "Bagaimana kau melakukannya......?" ucap sosok bayangan itu. "Ini adalah alam bawah sadar ku, aku bisa bebas melakukan apapun itu..... dan sampai jumpa, jadilah kekuatan ku meski aku tak tau siapa kau" ucap Luke. "Trrriiiikkkk......." muncul suara rantai yang entah dari mana.
"Wush..... wush..... wush..... jlebb......!!" beberapa rantai yang ujungnya runcing menusuk sosok banyak itu dan mengikat sosok bayangan itu. "Bye bye untuk sekali lagi....." ucap Luke yang sambil menodongkan pistol ke arah sosok bayangan itu. "Sialan......!! ini tak seperti yang aku pikirkan, sialan kau.....!!!" ucap sosok itu. "Ya..... katakan semau mu, aku tak peduli" ucap Luke yang sambil tersenyum tipis. "Dorr......!!" Luke langsung menembak langsung ke arah kepala sosok bayangan itu.
__ADS_1