The Misterius

The Misterius
* Rencana pergi


__ADS_3

Antoni menatap sendu poto Everlyn seraya mengusap nya perlahan, tujuh tahun sudah putrinya pergi dan tak menemui nya sebagai seorang ayah.


Rasa rindu dan marah bercampur menjadi satu dalam hatinya, setiap melihat wajah Everlyn perasaan bersalah seketika timbul dan menjadi sesak


" Kau dimana Eve " sendu Antoni lirih.


Everlyn mempunyai sifat yang keras kepala sama seperti dirinya dan hal itu membuat Antoni sedikit kewalahan untuk menghadapi putrinya sendiri.


" rupanya kau di sini toni " ucap seseorang dengan suara lembutnya.


" Eve..


" Eve akan kembali suatu saat nanti toni. " ucap Veronica meyakinkan suaminya yang setiap hari selalu memikirkan Everlyn. Jujur melihat itu semua Veronica merasa tak tega dan gagal menjadi ibu sambung bagi Everlyn.


" tujuh tahun Vero! Tujuh tahun Eve menghilang. " ucap Toni dengan suara lirih nya " bahkan aku tak bisa menghubunginya sama sekali " ucap Toni lagi.


" Rasa bencinya terlalu besar. Aku merasa bersalah pada Berlyn " ucap Veronica hingga tatapan Antoni beralih pada istrinya.


" Kau tidak bersalah Veronica! Sama sekali tidak " ucap Antoni lagi dengan suara tegas.


" Tapi bagaimana dengan Eve, Toni? Semua yang terjadi di kehidupan nya adalah kesalahan ku! Terutama tentang kematian Berlyn " ucap Veronica lagi menambahkan.


" ini semua kesalahpahaman. Eve terlalu muda untuk memahami semuanya " ucap Antoni lagi mengelus punggung Veronica lembut.

__ADS_1


" Jika boleh aku ingin berbicara panjang lebar dengan Eve! Dia... Dia harus mengetahui semuanya Toni " ucap Veronica hingga Antoni mengangguk tanda setuju.


" Tapi bagaimana dengan Fara? Mengingat anak itu.. Rasanya aku gagal mendidik Fara jadi seorang wanita bermartabat " ucap Antoni sedih.


" Andai saja aku tak membawa Fara mungkin ini tak akan terjadi toni. Perlakuan nya benar-benar tak bisa di maafkan " ucap Veronica sedikit meninggi kala mengingat jika Fara kini yang mengambil alih perusahaan EM CROP dan melengserkan Kei sebagai CEO pengganti.


" Kelak dia akan menyesal " ucap Antoni lagi menenangkan istrinya.


Mansion Smith.



Kedatangan Anna disambut baik dan hangat oleh seluruh maid yang berkerja di mansion kediaman Smith. Mereka menunduk dengan hormat kala cucu sang pemilik mansion berkunjung.


" Tuan berada di halaman belakang bersama dengan tuan Ansel " ucap maid itu dengan sopan. Anna terdiam dan mengeryit kan dahinya pelan.


" Ansel? " ulang Anna lagi " Sejak kapan? " tanya Anna.


" Sejak tadi siang nona " ucap maid itu dan Anna mengangguk dan pergi begitu saja.


Anna melangkah dan menyusuri setiap ruangan yang ia lalui. Manik nya menyipit saat melihat kakek nya sedang asyik bercengkrama.


" Kakek.. " panggil Anna hingga kedua lelaki berbeda usia itu menoleh bersamaan.

__ADS_1


" oh Anna... Kau disini? Sejak kapan? Lalu dimana Laura? " ucap lelaki lanjut usia bertanya dengan dengan senyum lebar di wajah nya.


" Laura bersama dengan Jack kakek " ucap Anna tersenyum dan duduk di samping sang kakek dengan anggun.


Ansel lelaki itu terlihat senang akan kedatangan Anna ke mansion Smith, sudah hampir satu bulan dirinya tak bertemu dengan Anna terlebih Laura.


" Anna.. Apa kabar mu? " tanya Ansel lembut.


" Baik Ansel.. Lalu bagaimana dengan mu? ku dengar kini kau menguasai saham di hampir di seluruh Asia " kekeh Anna hingga membuat tawa mereka pecah seketika.


" itu semua karena kerja keras Anna.. Lalu bagaimana dengan mu? Aku dengar kau di juluki si wanita berbahaya karena setiap proyek selalu berhasil di tangan mu " ucap Ansel jenaka dan membuat Anna tertawa kecil dibuat nya.


" Maka jawaban nya sama Ansel. " ucap Anna lagi tersenyum. " Kakek.. .aku berencana akan kembali ke Rusia dalam waktu dekat " ucap Anna tiba-tiba hingga Ansel dan Robin Smith terdiam menatap Anna lekat.


" untuk apa? " dingin Robin mengalihkan pandangan nya.


" Kakek urusanku belum selesai dan sesuatu terjadi di sana " ucap Anna lagi dengan nada rendah nya.


" Lalu bagaimana dengan Laura? " tanya Ansel seolah tak setuju dengan keinginan Anna.


" Aku akan membawa nya " ucap Anna.


" Anna!! " pekik Robin tak setuju. " itu akan membahayakan keberadaan nya Anna " ucap Robin lagi dengan nafas tersengal " Aku tak ingin terjadi sesuatu dengan nya " ucap Robin lagi.

__ADS_1


" Kakek tidak perlu khawatir. Laura akan aman bersama ku " ucap Anna lagi. Robin dan Ansel hanya diam tak menjawab, dalam hatinya mereka berdua tak mengijinkan Anna dan Laura pergi ke Rusia.


__ADS_2