The Misterius

The Misterius
* Peringatan kembali


__ADS_3

Everlyn tampak menunggu kehadiran seseorang seraya menyeruput kopi hangatnya karena cuaca mulai masuk ke musim dingin. Mantel hangatnya seolah menjadi pusat perhatian semua pengunjung.


" Maaf jika aku terlambat " ucap seseorang lagi hingga Everlyn menoleh kearah sumber suara. Kei wanita itu tersenyum kikuk saat melihat ekspresi yang dilayangkan oleh Everlyn.


" Kau terlambat satu detik! " ucap Everlyn lagi membuat tawa Kei terdengar di sana. Evelyn cemberut dan bersidekap dada seraya menatap Kei yang tertawa renyah. Namun pandangan nya teralih pada pipi Kei yang tampak memerah. " siapa yang menampar mu? " tanya Everlyn penasaran.


" Fara siapa lagi! Wanita itu benar-benar membuat ku muak " celetuk Kei membuat Everlyn terdiam dengan tersenyum kecil dibuatnya.


" Bagaimana dengan perusahaan mortar? Apa semuanya berjalan dengan baik? " ucap Everlyn seraya menyantap pizza kesukaan nya. Kei mengangguk dan mengangkat satu jempol nya sebagai tanda jawaban. " Bagus! Mari kita lihat badai selanjutnya Kei " ucap Everlyn dengan senyum misterius nya.


" Kau benar-benar membuat perusahaan itu bangkrut total! " kekeh Kei membuat Everlyn mengangguk kecil dibuatnya. " Namun itu keputusan mu Eve, aku selalu mendukung setiap langkah mu " ucap Kei lagi dengan tersenyum tulus.


" Terimakasih Kei, kau memang bisa di andalkan " ucap Everlyn dan Kei tersipu malu lalu menyomot cemilan yang tersedia dan melahap nya begitu saja. Everlyn tertawa kecil dibuatnya saat melihat Kei yang menurutnya sangat lucu.


" Oh nona Mortar disini rupanya " ucap seseorang yang tampak familiar di telinga Everlyn dan Kei sontak menoleh dan mendapati seorang lelaki yang dikenalnya sedang mengenakan pakaian kasual. " Bisa aku bergabung? " tanya lelaki itu lagi namun Everlyn menolak nya dengan tegas.


" Pergi dan jangan pernah menampakkan wajah mu dihadapan ku! " usir Everlyn tanpa perasaan dimana senyum lelaki yang tampak manis pudar begitu saja.

__ADS_1


Bryan! ya itu adalah Bryan tampaknya lelaki itu selalu mengusik Everlyn dalam setiap pertemuan tak di duganya. Kei terbelalak saat melihat sikap Bryan yang tampak berani dimana lelaki itu mengambil rambut panjang Everlyn dan menghirupnya dalam.


" Kau selalu wangi seperti biasa Eve! aku suka akan aroma mu yang membuat kepemilikan ku dibawah sana terbangun " ucap Bryan tersenyum tengil hingga.


PLAKKKK


" Jaga ucapan mu Bryan! kau sungguh lelaki bajingan yang tak tau sopan santun! " ucap Everlyn menampar dengan sekuat hati dan membuat beberapa pengunjung menoleh kearah mereka.


" Berani sekali kau menampar ku! " desis Bryan dimana ia merasakan pipi nya terasa panas dan kebas akibat tamparan yang di layangkan oleh mantan tunangan nya.


Grep!


" Oh " kejut Kei saat tangan Everlyn di cengkram kuat oleh Bryan hingga tatapan lelaki itu menajam. Kei panik saat melihat raut kesakitan di wajah Everlyn.


" Jangan macam-macam dengan ku Eve! Aku bisa saja membuat mu menerima balasan karena sudah berani menampar ku di tempat umum! " bisik Bryan yang tak kunjung melepaskan cengkraman tangannya.


Byurrr!

__ADS_1


Kei segera menarik Everlyn dari sisi Bryan karena lelaki itu sibuk dengan pakaian nya yang basah akibat di siram oleh Kei. Everlyn terpingkal saat melihat ekspresi Bryan yang tampak menggeram.


" Dasar wanita sialan! " desis Bryan hendak menampar Kei namun seketika.


BUGHHH


Seseorang menerjang Bryan dari arah belakang hingga lelaki itu terbentur meja dihadapan nya hingga jatuh berserakan dan mengundang perhatian orang. Everlyn terkejut saat melihat Jasper dengan gagah menerjang punggung Bryan begitu saja.


" Berani sekali kau mengusik wanitaku bajingan! " ucap Jasper seraya menarik baju Bryan hingga lelaki itu terkejut dengan wajah yang memerah. " Pergi selagi aku masih memberikan mu kesempatan namun jika aku melihat kau mengusik wanitaku akan ku pastikan itu menjadi hari terakhir mu tuan crop! " ucap Bryan mendesis layaknya seekor ular dengan nafas memburu.


Jasper melepaskan tubuh Bryan dengan kasar hingga terjatuh ke lantai membuat lelaki itu merasakan sakit yang luar biasa, tak beberapa lama datang dua orang lelaki yang langsung membawa Bryan dari tempat itu dengan cepat.


" Kau tidak apa-apa? " tanya Jasper menatap kearah Everlyn dan wanita itu menggeleng dengan tersenyum. Kei seketika canggung dibuatnya. " Syukurlah " ucap Jasper lagi dengan lega dimana pandangan nya beralih pada Kei.


" Selamat siang tuan J " ucap Kei sopan dan Jasper mengangguk kecil.


" Lebih baik kalian berbicara di tempat lain saja, atau di mansion? itu lebih baik " ucap Jasper seolah mengijinkan kediaman nya dimasuki oleh orang asing seperti Kei. Namun tampak nya Jasper tak keberatan selama itu menyangkut akan wanitanya.

__ADS_1


__ADS_2