The Misterius

The Misterius
* up sore


__ADS_3

" Mommy! " teriak Laura mengejutkan semua penghuni mansion yang ada. " Mommy! " teriak nya lagi berlari kecil seraya menatap para maid yang nampak terkejut akan kehadiran nya. " Apakah mommy ada " ucap Laura dengan senyum malunya membuat para Maid tersenyum kecil.


" Nyonya Anna..


" Hai sayang " ucap seseorang tiba-tiba keluar dengan jubah tidur nya berbahan sutra. Manik Laura terkejut saat mendapati keberadaan lelaki yang merupakan ayahnya.


" Tuan J " ucap para maid sopan seraya menundukkan kepalanya hormat. Jasper mengangguk dengan wajah datarnya.


" Daddy? Kau berada di sini? " tanya Laura heran dan Jasper mengangguk dengan senyuman lembutnya. Laura diam saja dengan manik yang memutari bangunan sekitar. " Mommy? " tanya Laura dengan pelan.


" Mommy sedang..


" Lancang! " ucap seseorang mengejutkan Laura dan juga Jasper, manik mereka saling bertatapan tajam satu sama lain. " Kenapa kau berada di sini? " ucap seseorang bertanya dengan dingin di hadapan Jasper seraya menarik lembut Laura tepat ke sisi nya.


Jasper menyipit dan terkejut saat kedatangan seseorang yang tak disangka nya, lelaki bertubuh tinggi dihadapan nya itu tak luput bertatap tajam pada Jasper.

__ADS_1


" Dimana Anna? " dingin lelaki itu lagi.


" Paman.. " cicit Laura menggenggam tangan besar Ansel membuat lelaki itu sontak terkejut dan menetralkan kembali raut wajahnya yang tak bersahabat. " Paman dia..


" Laura, naiklah keatas dan cari mommy mu " ucap Ansel terdengar memerintah hingga membuat Laura mengangguk patuh. Ansel melihat kepergian Laura yang sesekali menoleh kearah nya.


Jasper melirik kearah Laura dan tersenyum manis saat manik sang anak menatap kearah nya. Jasper melangkah dan duduk dengan tenang disebuah sofa yang tersedia.


" Kenapa kau berada di sini J ? " ucap Ansel terdengar dingin seperti tak menerima dengan kehadiran Jasper di mansion milik Anna.


" Jadi siapa kau sebenarnya? " ucap Jasper tak kalah menatap Ansel tajam. " Smith? Ansel Smith? " ucap Jasper dengan tawa kecil seperti mengejek. Ansel terdiam dan menatap Jasper tajam seperti musuhnya " sepertinya dunia memang sempit tuan Ansel " ucap Jasper lagi tersenyum mengejek.


" Jika aku tidak mau? " ucap Jasper dengan seringainya yang tipis membuat Ansel menggeram marah.


Brak!

__ADS_1


Ansel menggebrak meja dihadapan nya dengan secepat kilat dirinya menarik Jasper dengan menarik jubah tidur berbulu itu. Jasper menatap tajam Ansel seketika.


" Jangan melewati batasan mu J! Pergi dari sini atau aku sendiri yang akan menyeret mu! " ucap Ansel dengan nada rendah sehingga wajah mereka saling berdekatan.


Bugh!


" Paman! " pekik Laura terkejut saat melihat sang ayah memukul Ansel hingga tersungkur. Jasper menghembuskan nafasnya kasar saat Everlyn turut menyaksikan pertengkaran yang terjadi.


" sayang.. Apa yang kau lakukan? " ucap Everlyn berjalan dan membantu Ansel untuk berdiri dengan perasaan bingung. " Ansel bibir mu " ucap Everlyn terkejut saat melihat cairan kental keluar dari sudut bibir lelaki itu.


" Anna..


" Sweetie lepaskan tangan nya! " ucap Jasper lembut namun penuh penekanan.


" apa yang terjadi? " ucap Everlyn bingung. " Ansel jawab " pinta Everlyn.

__ADS_1


" Anna kami hanya bercanda " ucap Ansel dengan senyuman kecil di wajah nya membuat Everlyn bingung seketika. " Dia terlalu agresif Anna " ucap Ansel lagi namun Jasper segera menarik Everlyn dan merangkul erat pinggul nya.


Ansel yang melihat itu hanya bisa diam dan menghela nafas nya kasar, baginya Jasper seorang monster yang harus dijauhkan dari Everlyn, namun siall nya mereka sudah memiliki seorang putri dari hubungan yang tak disangka nya.


__ADS_2