
Prang!
" J-jasper " gugup Everlyn saat melihat Jasper mengamuk dan memecahkan barang didekatnya. Ansel menarik lembut Everlyn ke sisinya hanya untuk melindungi wanita itu. Everlyn menatap Jasper dengan manik yang sudah mengembun.
" Tidak kah ku memperingati mu Helena! " teriak Jasper lantang hingga Laura yang berada di lantai atas terkejut mendengarnya, diam-diam Laura mengintip dan menguping apa yang sedang terjadi di bawah sana dimana ibunya kini sedang menangis tersedu. " Kau benar-benar bermain dengan ku! " ucap Jasper lagi hingga jubah tidur berbahan bulu yang menempel apik ditubuhnya terlepas begitu saja hingga menampilkan sebuah tato berbentuk kepala ular di dada bidangnya.
" Sudah ku katakan berhati-hatilah dengan nya Jasper! " ucap Helena dingin membuat tawa Jenifer terdengar.
" Kau ingin merahasiakan nya? " ucap Jenifer lagi hingga pandangan Jasper beralih padanya.
" Pergi! " ucap Jasper mencoba bersikap tenang walaupun api amarah berkobar begitu saja dalam jiwanya.
" Pergi? Jangan gila! Aku jauh-jauh datang kesini hanya untuk menyeret mu pulang suami ku " ucap Jenifer dengan tawa tengil nya menatap Everlyn yang terdiam kaku seribu bahasa.
" Suamiku? " ulang Everlyn hingga Jasper menoleh pada wanitanya. " Kau sudah menikah Jasper? " tanya Everlyn sendu namun Jasper mengusap wajahnya kasar " Katakan padaku! " teriak Everlyn murka hingga air matanya menetes begitu saja.
" sayang sekali kau tertipu! Jasper adalah seorang lelaki bersuami! Akulah istrinya! Jenifer Bertallo! " ucap Jenifer tersenyum geli.
__ADS_1
" DIAM! " teriak Jasper marah seraya melangkah gusar kearah Jenifer. " Benar-benar gila! " teriak Lelaki itu lagi dengan menyeret kasar tangan Jenifer hingga wanita itu berontak tak karuan.
" Lepas! " pekik Jenifer berontak seraya menyerang Jasper namun Jasper dengan mudah mengunci gerakan Jenifer hingga wanita itu terdiam dengan nafas tersengal. " Kau bermain gila dengan ku Jasper! " bisik Jenifer dengan nafas memburu seraya menahan serangan Jasper yang menyakitkan.
" Kau lah yang bermain-main dengan ku Jeni! " bisik Jasper lagi " Aku tak segan untuk membunuh mu saat ini juga jika kau masih bertindak liar! Ingat namaku Jasper Philip " ucap nya dengan nada rendah.
" Bagaimana pun juga aku istrimu! " ucap Jenifer lagi hingga Jasper mencekik leher wanita itu " J-jas-per " ucapnya terbata.
" Kau hanya istri di atas kertas Jenifer! " ucap Jasper penuh penekanan " Pergilah dan katakan pada ayah sialan mu itu jika aku akan membunuh mu jika dia berani ikut campur akan masalah ini! Ingat aku ini siapa Jeni! " ucap Jasper membuat wanita itu mengangguk cepat tampa berpikir panjang hingga cekikan itu terlepas begitu saja.
Bugh!
" Jasper! " teriak Everlyn terkejut saat melihat Jenifer di terjang begitu saja hingga wanita itu mengeluarkan cairan merah dari mulut nya.
Jasper menghela nafas kasar nya setelah ini dirinya yakin jika masalah akan terus bertambah setelah Everlyn mengetahui siapa Jenifer.
" Apakah ini sifat asli mu? Kau kasar! " pekik Everlyn berteriak marah belum hilang rasa terkejutnya kini Everlyn harus merasakan kembali rasa sakit akibat pengkhianatan untuk yang kedua kalinya. " Kau sudah menikah? " tanya Everlyn lagi dengan sorot mata yang tajam. Jasper terdiam dan menatap nanar kearah wanita yang sudah melahirkan keturunan nya.
__ADS_1
" Ya " ucap Jasper tanpa ada keraguan sama sekali. Everlyn yang mendengarnya langsung dari bibir lelaki yang mulai dicintainya hanya bisa menangis terisak dengan perasaan kecewa " Tapi aku tak mencintai nya! " ucap jasper lagi dengan mendekat kearah wanitanya namun Everlyn dengan cepat mundur seolah menghindari kontak fisik dengan Jasper.
" Bodoh " desis Everlyn dengan mengusap air matanya kasar " Aku terlalu bodoh untuk mencintaimu Jasper! Aku bodoh " teriak Everlyn lantang " Pergi kau dari sini! " ucap Everlyn lagi " pergi dan bawa dua wanita ini dari rumah ku! Hubungan kita berakhir sampai disini " ucap Everlyn seraya melempar cincin berlian pemberian Jasper.
" Eve tunggu! " teriak Jasper namun Ansel menghadangnya seketika.
" Kau tak dengar apa yang di ucapkan Anna tuan J! Kau benar-benar bajingan kau tak lebih dari seorang pengecut bahkan Bryan lebih baik ketimbang kau! Pergi dan jangan kembali " ucap Ansel dingin membuat tubuh Jasper menegang dengan kilatan amarah.
Helena hanya bisa melihat kejadian ini dengan perasaan tak menentu disisi lain dirinya senang jika Jasper memiliki keturunan namun disisi lain dirinya takut posisinya terancam karena lahirnya seorang penerus dari keluarga Philip.
" Daddy! " teriak Laura namun tubuhnya di tangkap oleh Everlyn hingga Laura berontak begitu saja. Jasper menatap sendu putrinya yang menangis seolah Everlyn tak mengijinkan dirinya bertemu dengan sang anak.
" Pergilah! " ucap Ansel berlalu pergi meninggalkan Jasper yang terdiam dengan mengusap rambutnya kasar. Manik Jasper mendingin saat menatap Jenifer dan juga Helena.
Kedua wanita itu terdiam dan merasakan adanya bahaya datang yang akan diterimanya. Benar saja tak lama sebuah mobil mewah datang dan menunduk hormat pada Jasper.
" Tuan J " ucap keempat lelaki itu dengan sopan.
__ADS_1
" Bawa dua wanita iblis ini ke markas! " titah Jasper dengan tatapan bengisnya. Helena dan Jenifer terkejut saat tubuhnya ditarik paksa oleh anak buah Jasper.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...