
Ansel duduk dengan tenang saat manik nya bertatapan dengan manik Jasper. Laura tampak menggenggam tangan besar Ansel dimana ada rasa iri dalam diri sang ayah biologis dimana putrinya lebih dekat dengan lelaki yang menjadi musuhnya di dunia hitam.
" Jelaskan padaku ada apa? " tanya Everlyn menatap lelaku yang terlihat sudah terlibat pertengkaran di mansion nya, baik Jasper maupun Ansel hanya terdiam saling melirik tajam.
" Jadi siapa dia bagimu Anna ? " ucap Ansel tho the point
" Kekasihku! " ucap Anna polos dan tegas membuat Jasper tersenyum manis dibuatnya. " Maaf.. Aku belum mengatakan hal ini, namun sungguh Ansel mari kita mengesampingkan masalah ini lebih dulu. " ucap Everlyn menghela nafasnya perlahan. " ada masalah apa kau datang kemari? Bukankah kakek..
" Kakek tidak bisa aku harap kau mengerti! " ucap Ansel lagi dan Everlyn hanya mengangguk paham. " Masalah perusahaan mu yang sudah tersebar di media.. Bagaimana kau menyikapinya? Aku yakin saat ini kau sedang kalut bukan? " ucap Ansel lagi membuat Everlyn tertunduk diam. "
" Hancur! Perusahaan yang ibuku bangun kini hancur Ansel.. Ayah terlalu menyimpan banyak rahasia " ucap Everlyn lagi menghela nafas besarnya.
" Antoni Mortar " ucap Ansel terkekeh geli " ckck bibi Berlyn terlalu baik padanya Anna. " ucap Ansel tanpa sadar jika Laura berada di tengah mereka.
" Ucapan kita terlalu berat sweatheart! Tidak kah kau lihat jika putri kita yang cantik sedang ada disini! " ucap Jasper membuat manik Everlyn terbelalak bulat. Namun Laura yang memahami pembicaraan itu tak sedikit pun terusik.
" Aku bukan anak kecil lagi dad! " jawab Laura dengan manik yang terkunci pada Jasper. " Jadi mommy apakah kau butuh bantuan ku ? " ucap Laura lagi yang membuat Everlyn terdiam melihat putrinya yang jauh lebih berbeda. " Aku tau jika mommy saat ini sedang merencanakan sesuatu untuk membangun kembali perusahaan itu, benar bukan? " tanya Laura dengan senyum manisnya.
" Sayang nya, mommy akan membiarkan semua itu begitu saja Laura sayang " ucap Everlyn lagi membuat Laura dan Ansel saling berpandangan satu sama lain. " Jadi apakah kedatangan mu hanya untuk masalah ini? lalu bagaimana dengan sekolah mu Laura? " ucap Everlyn terdengar tegas di telinga.
" Kakek sudah mengurusnya Anna, kau jangan khawatir dengan sekolah Laura " ucap Ansel lagi membuat Laura tersenyum malu mendengarnya.
__ADS_1
" Jangan selalu mengandalkan kakek buyut mu Laura. " ucap Everlyn lagi membuat pandangan Laura tertunduk dan tertuju pada kedua kakinya.
" Kemarilah " ucap Jasper mengulurkan tangannya tepat dihadapan Laura, manik biru itu memandang lekat manik biru sang ayah. " Come on Laura " ucap Jasper lagi hingga tangan kecil itu tepat di telapak tangan Jasper.
" Dad " pekik Laura saat sang ayah menggendongnya erat. " Daddy No! " teriak Laura lagi namun Jasper terkekeh geli melihat kelakuan manis sang anak.
" Daddy mulai menyadari kau tak sepolos itu sayang " ucap Jasper membuat senyum Laura memudar seketika " kau sangat pintar untuk anak seusia mu sayang, namun demikian aku senang mendengarnya " ucap Jasper lagi
" Jasper jangan berbicara seperti itu Laura..
" JASPER!!! " teriak seseorang membuat Jasper terkejut begitupun dengan yang lain. Seorang wanita paruh baya ditemani wanita muda lainnya tampak menatap Jasper tajam.
Everlyn menatap kedua orang asing itu dengan tatapan bingung begitupun dengan Ansel. " Jadi kau disini? " tanya wanita itu lagi.
" Maaf nyonya. Mereka menerobos masuk dan membuat keributan dengan memukuli kami. " ucap salah satu orang yang bekerja dengan Everlyn.
" Jadi siapa mereka bagimu Jasper sayang? " ucap seorang wanita berpakaian modis mengabaikan keributan yang ada dan justru menatap Laura dengan pandangan yang tajam. Jasper menurunkan Laura secara perlahan dan memanggil salah satu maid untuk membawa Laura menuju lantai atas.
" Bermainlah diatas terlebih dahulu. Daddy berjanji akan mengajak mu untuk bersenang-senang. " ucap Jasper dan Laura mengangguk patuh.
" Jasper " ucap Everlyn namun Jasper tersenyum dan mengecup pipi wanitanya lembut membuat wanita asing itu menggeram bukan lain.
__ADS_1
Jasper menatap tamu tak diundangnya dengan tajam sedangkan Ansel yang baru menyadari sesuatu hanya tersenyum mengejek. Ansel berdiri tepat di samping Everlyn.
" Pergi! " suara rendah dan pelan itu membuat siapa saja yang mendengarnya meremang. Everlyn mengusap tengkuknya pelan seketika. " pergi dari sini Jenifer! " ucap Jasper lagi hingga Everlyn mengerutkan dahinya pelan saat Jasper mengetahui siapa wanita itu.
wanita yang dipanggil Jenifer itu tertawa seketika saat Jasper memanggil namanya. Jasper mengepalkan kedua tangan nya erat saat melihat kembali wajah wanita yang dihindarinya.
" Sebutlah nama ku dengan benar sayang " kekeh jenifer hingga tatapan nya beralih pada Everlyn yang berada di samping Ansel. " Jadi wanita ini yang telah melahirkan anak untuk mu? " ucap Jenifer lagi menatap Everlyn dari ujung dari atas hingga bawah. Jenifer mengakui jika aura Everlyn memang berbeda itu sebab nya Jasper memilih Everlyn ketimbang dirinya. " Cantik dan tidak ada cacat sedikit pun! Tapi sayang kau lelaki itu adalah suamiku! " tunjuk Jenifer pada Jasper.
" JENIFER! " teriak lantang Jasper hingga Ansel dan Everlyn terkejut bukan main. Nafas Jasper naik turun dibuatnya, tak salah lagi setelah kedatangan Helena cepat atau lambat Jenifer akan mengetahuinya, namun Jasper tak menyangka jika Jenifer akan mengetahui kediaman Everlyn secepat ini.
" Apa maksud nya ini? " ucap Everlyn mulai menyadari konflik masalah di kediaman nya. " Jasper siapa mereka? " ucap Everlyn dengan nada dingin.
" Sweety aku bisa menjelaskan nya " ucap Jasper dengan nada lembut.
" Wow manis sekali " ucap Jenifer hingga Jasper menatap tajam wanita itu.
" Pergi dari sini! " ucap Jasper dingin namun Jenifer terlihat enggan hingga membuat Jasper meradang seketika.
Bugh!
Jenifer memukul telak perut Jasper saat lelaki itu hendak menyeretnya. Helena tertegun dan menatap Jasper yang meringis akibat tendangan Jenifer.
__ADS_1
" Sialaan! Tak ku ijinkan kau menyentuhku! " ucap Jenifer lantang. Jasper menahan amarah nya dengan memejamkan kedua maniknya erat. " Kau lemah Jasper! " desis Jenifer hingga manik biru itu terbuka dengan nafas nya yang memburu.
" Jenifer hentikan! " ucap Helena namun wanita itu menatap tajam kearah Helena. " kendalikan amarah mu! Jika Jasper benar-benar menyeretmu aku tak segan mengulitimu " ancam Helena hingga membuat wanita itu terdiam begitupun dengan yang lain.