
Mansion megah dan mewah itu tampak terasa hangat dengan suara tawa Laura yang sedang bercanda dengan seekor anjing berbulu tebal. Jasper dan Everlyn tampak memperhatikan putri mereka yang berlari lincah dengan Pubby sang anjing keluarga.
" Lihatlah sayang, putri kita sangat cantik bukan? Aku melihat wajah ayah ku dari sisi kanan Laura " ucap Jasper seraya menggenggam tangan Everlyn lembut.
" Benarkah? " ucap Everlyn yang baru mengetahui jika wajah Laura memiliki kemiripan dengan ayah Jasper. Sosok ayah Jasper memang tak pernah terlihat dan Everlyn pun tak berani untuk mempertanyakan keberadaan ayah dari Jasper.
" menurutku Laura memiliki kemiripan antara aku dan ayah ku sayang. Manik birunya sama dengan keluarga kami hanya saja Laura memiliki bibir dan senyum sama seperti mu " ucap Jasper lagi dengan mengecup pucuk kepala Everlyn lembut.
" Apa kau menyayangi nya? " tanya Everlyn terlontar begitu saja membuat Jasper menatap lekat wajah kekasihnya.
" Sangat! Aku sangat menyayanginya walau aku tak pernah menyangka akan menjadi seorang daddy saat ini. Namun saat Laura hadir aku merasa menjadi ayah yang buruk baginya sayang. " ucap Jasper membuat Everlyn memeluk tubuh Jasper erat.
__ADS_1
Wajah mereka saling berhadapan satu sama lain dengan manik yang saling mengunci, tangan besar Jasper bergerak mengelus lembut punggung wanita yang sedikit terbuka.
Everlyn memejamkan kedua maniknya saat hembusan nafas Jasper terasa hangat menyapu wajahnya.
" Apa kau merasakan jika jantung ini berdetak karena mu? " tanya Jasper dengan menatap wajah cantik Everlyn lekat " rasakan semuanya sayang " ucap Jasper lagi menuntun tangan Everlyn untuk menyentuh dadanya.
" Bagaimana dengan Jenifer? " tanya Everlyn ragu saat mengetahui status Jasper yang merupakan suami dari wanita lain. Jasper terdiam dan mengecup dahi Everlyn lembut.
" Berani sekali kalian! " ucap seseorang hingga tautan mereka terlepas dan kikuk seketika.
" Kakek! " teriak Laura berlari dan langsung meloncat kedalam pelukan Robin.
__ADS_1
" Halo sayang apa kabar? kau baik-baik saja? " tanya Robin dan Laura mengangguk seketika " Kakek ada hadiah untuk mu, di depan ada Jack dan bibi Elle " ucap Robin membuat Laura terpekik dan meminta untuk diturunkan segera. Robin menatap kepergian Laura dengan wajah bahagianya.
" Kakek, kau datang? " tanya Everlyn hingga Robin menetralkan kembali ekspresinya menjadi dingin.
" Berani sekali kau menyentuh cucuku bocah tengik! " ucap Robin lagi dengan nafas menderu " Punya apa kau hingga berani ingin meminang cucuku! " ucap Robin dengan wajah angkuh dan sombongnya.
" Aku seorang penguasa, uang ku banyak, bisnis yang ku geluti hampir tersebar di seluruh dataran eropa, dan satu lagi aku seseorang yang sangat berpengaruh di dunia bawah hitam! Bukankah itu cukup untuk membuat cucumu menjadi istriku tuan smith! " ucap Jasper tenang dimana sifat sombong nya keluar begitu saja.
" Namun dengan posisi mu ini kau membahayakan Everlyn dan juga Laura! " ucap Robin lagi dimana pandangan nya hanya tertuju pada Jasper seorang.
" Lalu bagaimana dengan mu tuan Smith? Posisi mu juga dapat membahayakan Everlyn dan juga Laura. Bahkan mansion cucumu baru saja diserang hingga melibatkan putriku yang hampir terenggut. " ucap Jasper tenang membuat Everlyn mengusap lengan lelaki itu lembut.
__ADS_1
" Pertemukan aku dengan Alan! Aku harus tau tentang mu dari mulut nya bukan dari mu! " ucap Robin lagi dan Jasper hanya tersenyum miring dibuatnya. Everlyn mengerutkan dahinya seketika apa mungkin jika Jasper dan kakek nya saling mengenal dimasa lalu?