
Laura menatap kearah Gera yang terus memperhatikan nya. Wanita paruh baya yang berpenampilan modis itu tersenyum dan menangkup kedua pipi Laura seolah sedang memperhatikan setiap jengkal wajah Laura.
" Mau memang sama persis dengan J sayang " ucap Gera membuat kedua manik Laura berkedip lucu. Gera gemas dan mencubit pelan hidung Laura. " Kau lapar? " tanya Gera dan Laura mengangguk malu. " Ayo akan ku buatkan makanan enak untuk mu sayang " ucap Gera seraya menuntun tangan Laura erat.
Laura duduk dengan tenang di sebuah kursi tinggi seraya menatap Gera yang lihay membuat makanan sehat. Kedua manik biru itu menatap kearah sekitar seolah sedang menandai nya di dalam ingatan.
" bolehkah aku bertanya padamu? " tanya Gera seraya memotong sebuah wortel berukuran sedang. Laura mengangguk pelan menandakan jika dirinya tak keberatan jika Gera bertanya. " darimana ibumu berasal? " tanya Gera membuat Laura menatap wanita paruh baya itu tajam. Laura diam tak menjawab membuat Gera menatap kearah Laura " ada apa? " tanya Gera bingung.
" Aku tak bisa menjawab pertanyaan mu itu." ucap Laura dingin membuat Gera terkesiap mendengarnya. Gera terdiam dan memperhatikan tatapan Laura yang mendingin bagaikan sosok Jasper.
" maaf, jika aku lancang " ucap Gera tersenyum lembut membuat Laura mengalihkan tatapan nya kearah lain. " Sudah lah lupakan semua itu..
Brakkk.
Laura dan Gera terkejut saat mendengar suara pintu yang dibuka secara kasar, wanita paruh baya itu segera berlari dan melihat kearah jendela karena hunian sederhana itu memiliki dia pintu utama masuk.
" Laura tetap berada disisiku! " ucap Gera tegas membuat Laura mengangguk. Sekali lagi Gera melihat kearah celah tersembunyi seperti kamera pengintai dimana Laura baru menyadari dimana hunian sederhana ini merupakan sebuah tempat kamuflase. " ayo! " tarik Gera saat manik nya menangkap beberapa orang asing yang memasuki hunian nya.
" kita dalam bahaya? " tanya Laura saat melihat kearah Gera dimana wanita paruh baya itu menekan sebuah tombol hingga dinding yang berada di sisi kirinya tiba-tiba terbuka.
Brakkkk.
Aghhh
__ADS_1
Laura berteriak saat sebuah pintu lagi-lagi di dobrak secara kasar hingga gera segera menarik tangan putri Jasper itu.
DODODOR!!
klikk.
" Sial! kemana mereka pergi? " ucap seorang lelaki bertubuh tegap dan berkepala plontos. " Cari mereka di rumah ini sekarang juga! aku tak ingin pulang tanpa membawa tawanan! " ucap nya lagi dengan marah hingga para anak buah yang dibawa nya mengangguk dan mulai mencari seisi rumah. Lelaki bertubuh tegap itu melirik sebuah wortel segar yang baru saja teriris dengan rapi, senyum seringai nya muncul saat dirinya yakin jika mereka bersembunyi dan masih bersembunyi disini.
Sedangkan Laura terkejut saat Gera menarik tangannya hingga tersungkur, jantung putri Jasper itu berdetak tak karuan saat manik kecil nya menangkap berbagai senjata dengan jenis berbeda yang tersusun rapi disana. Gera dengan cepat berjalan dan menuntun Laura dengan panik.
" Gera kita..
" Kita harus segera pergi dari sini Laura. Mereka pasti akan menemukan kita " ucap Gera dengan membuka sebuah kotak yang tertempel di dinding dan memasukkan sebuah kode rahasia hingga sebuah garasi terbuka. " come on waktu kita tak banyak " ucap Geta dan Laura mengangguk dan segera memasuki sebuah mobil yang tersimpan disana.
BOOMMM
DODODODORRRR
trangg!!
" Kenakan sabuk pengaman mu! " ucap Gera saat Laura menoleh kearah belakang dimana mobil yang mereka tumpangi diberondong rentetan peluru.
" Kejar mereka! " teriak suara seseorang dengan lantang hingga Gera menekan sebuah tombol rahasia di dashboard mobil nya, seketika.
__ADS_1
DODODODODORRRR
AGHHHH
" Mereka mati? " lirih Laura saat mata nya dengan jelas melihat orang-orang yang mengejarnya tewas dengan peluru yang menembus tubuh mereka.
" Calm down. Hubungi ayah mu dengan ini" ucap Gera dan Laura dengan cepat mengangguk. Rupanya mobil mewah yang mereka tumpangi di lengkapi fitur canggih lainnya. Laura segera menghubungi ayahnya dengan jantung berdebar.
" Yes Gera? " ucap seseorang dari seberang sana. " Ada apa? aku sibuk sedang mengejar mereka..
" Daddy.. mereka..
" Jasper kami dalam bahaya! mereka menerobos dan mengejar kami! kau tau akun sudah tua dan tak mungkin mengendarai mobil dengan waktu yang lama. Lindungi kami dan hubungi anak buah mu! putrimu.. dia sepertinya sangat syok.. " ucap Gera dengan berteriak lantang karena panik.
" jangan main-main Gera nyawa putriku berada di tangan mu! " pekik Jasper marah saat mendengar kabar buruk terjadi lagi
" Jika begitu kirimkan bantuan, aku ini sudah tua sialan! " ucap Gera berteriak lantang.
" Tentu saja! Aku mohon lindungi putriku hingga anak buah ku datang!.
BRAKKKKK
AGHHH
__ADS_1