The Misterius

The Misterius
* Up malem


__ADS_3

Satu minggu berlalu, rumah sakit.


Jasper dengan telaten mengurus Laura dari hal kecil hingga urusan besar. Sosok ayah yang di idamkan oleh Laura benar-benar ia dapatkan dari sosok Jasper. Laura menatap kearah sang ayah yang sedang sibuk mengupas sebuah apel untuk dirinya.


" Dad. " panggil Laura hingga Jasper menoleh " Mommy, apakah mommy mengetahuinya? " tanya Laura dan Jasper tersenyum kecil.


" Apakah kau ingin membuat mommy mu khawatir? " tanya Jasper dan Laura menggeleng cepat dibuatnya. Dirinya tak mau membuat sang ibu khawatir apalagi kini sang ibu sedang mengerjakan sebuah proyek bagus. " Makanlah " ucap Jasper seraya memberikan apel yang sudah di kupas bersih. Laura mencomot nya dan makanannya dengan lahap. " Apakah dengan daddy disini tak membuat mu cukup? " tanya Jasper lagi dan Laura terdiam namun detik kemudian dirinya tersenyum manis.


" tidak dad. Aku senang kau berada disini menemaniku.. tapi bagaimana dengan kaki ku? apakah semuanya baik-baik saja " tanya Laura menatap salah satu kakinya yang sulit digerakkan.


" Semuanya akan baik-baik saja sayang. Daddy berjanji akan melakukan hal terbaik untuk mu " imbuh Jasper mengelus lembut surai sang putri dengan penuh kasih sayang.


semenjak kecelakaan itu salah satu kaki Laura terganggu hingga kehilangan fungsi motorik nya. Pada saat itu Jasper marah besar karena sang putri harus mengalami kelumpuhan sementara walaupun para dokter sudah melakukan sebaik mungkin untuk pengobatan Laura.


Brakkkk


Laura dan Jasper terkejut karena tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan kasar. Jasper menelan ludah saat melihat siluet seseorang yang dikenalnya. Laura tercengang saat melihat kedatangan sang ibu dengan wajah dingin nya.


" Apa yang terjadi? " ucap Everlyn tiba-tiba kepada Laura. Jasper mengusap tengkuk nya yang tiba meremang karena di tatap tajam oleh wanitanya. " Laura! " tekan Everlyn lagi.

__ADS_1


" Mom ini hanya.. kecelakaan kecil " ucap Laura polos.


" Kecil? hingga mobil yang kau tumpangi terbalik? kau mengatakan nya itu kecil " picing Everlyn hingga Laura gugup seketika.


" Mari kita bicara di luar sana " ucap tiba-tiba Jasper hingga tatapan Everlyn beralih pada ayah biologis sang putri.


" Kau! " ucap Everlyn terhenti kala melihat tatapan Jasper mendingin dengan mengkode sebuah jarinya untuk berbicara keluar. Everlyn menghembuskan nafasnya perlahan dan berjalan terlebih dahulu hingga Laura menatap sendu sang ibu.


" Daddy dan mommy akan berbicara terlebih dahulu sayang. Kau makan lah apel yang sudah daddy kupas setelah itu beristirahat lah agar kau semakin cepat untuk pulih " lembut Jasper dan Laura mengangguk kecil dibuatnya. Jasper pergi dengan meninggalkan sebuah kecupan sayang di pucuk kepala Laura.


Di luar ruang perawatan.


" Tuan! " ucap tiba-tiba seseorang hingga Jasper dan Everlyn menoleh secara bersamaan. Dahi Jasper mengeryit saat melihat salah satu anak buahnya datang dengan nafas tersengal. " Tuan.. Gera hilang! " ucap nya lagi hingga Jasper melebarkan pandangannya. " beberapa orang datang dan langsung menyusup... aku..


" Lacak mereka! " tekan Jasper lagi. " Gera memiliki sebuah chip pelacak di dalam tubuhnya! " ucap Jasper lagi dan anak buah Jasper mengangguk cepat. " Sial! berani sekali mereka bermain dengan ku! " ucap Jasper mengusap wajahnya kasar.


" Gera.. siapa dia? " tanya Everlyn dengan memicingkan maniknya sesaat.


" Kau mengetahuinya darimana? " tanya Jasper lagi hingga senyum Everlyn terbit seketika. " Eve..

__ADS_1


" Kau sengaja tak memberitahuku begitu? aku ibunya Jasper bagaimana bisa kau menempatkan Laura dalam bahaya? " tanya Everlyn lagi dengan sedikit meninggi. Everlyn mengetahuinya dari sang kakek namun sebisa mungkin dirinya menahan amarah karena melihat kondisi putrinya saat ini.


" maaf.. Aku tak bermaksud untuk menempatkan Laura dalam bahaya.. namun kau harus ingat Eve baik kau maupun aku kita sama-sama menempatkan Laura dalam bahaya. " ucap Jasper hingga Everlyn menajam seolah tak terima dengan perkataan ayah sang putri. " Aku tau jika mata-mata keluarga Smith berada di sekeliling Laura. " ucap Jasper lagi.


" Itu hal yang wajar jika kakek menempatkan mata-mata di sekitar Laura. Kita tak akan pernah tau kapan bahaya mengintai Laura. Terlebih aku mendapat kabar jika Bryan mengikuti sebuah kelompok mafia besar di Amerika. " ucap Everlyn dan Jasper mengeryit dalam diam.


" Bagaimana dengan Fara? " ucap tiba-tiba Jasper.


" ckck.. aku tak ingin membahas nya " ucap Everlyn mengerucutkan bibirnya pelan hingga Jasper tersenyum geli dibuatnya.


" Ayo kembali. Laura pasti menunggu mu sayang " ucap Jasper dan Everlyn mengangguk patuh dibuatnya.


...****************...


Hai-hai guys sepertinya jadwal NTM bakal delay entah sampai kapan. Owe ngejar target bulan ini tamat tapi sepertinya bakal molor jadwal nya karena owee yang bolong up nya. Tidak apa-apa yang penting owee selesain dulu novel ini ya guys..


jangan lupa dukung owee selalu dengan Like, komen, vote serta fav.


TNQ

__ADS_1


__ADS_2