
" Keparat kau Jasper!! " teriak seorang lelaki paruh baya yang masih terlihat muda diusia senjanya. Jenifer yang kesakitan terlihat merangkak menuju Rein yang terluka karena ditembak oleh Jasper " Berani sekali kau menyentuh putriku! " teriak lelaki paruh baya itu tepat di hadapan Jasper yang hanya menatap nya dengan penuh ketenangan.
" Aku tak lupa dia siapa bagiku! Namun jika putrimu melewati batas kesabaran ku jangan salah kan aku jika aku membunuhnya tepat dihadapan mu! " bisik Jasper tepat ditelinga lelaki yang merupakan ayah dari Jenifer.
Lelaki itu menatap tajam Jasper dengan nafas yang memburu baginya ucapan Jasper tak main-main. Jenifer berjalan dan bergegas menuju sang ayah hingga tatapan mereka bertemu.
" Apa yang terjadi? " ucap lelaki paruh baya itu dengan tenang. Jasper tersenyum miring dan menatap Jenifer dengan tatapan miris hingga wanita itu merasa tercemooh oleh kelakuan lelali yang menjadi suaminya.
" Kendalikan putrimi untuk tidak menganggu hidupku! Kini aku memiliki kehidupan sendiri. " ucap Jasper penuh penekanan. " satu lagi kembalikan orang ku! " ucap Jasper menyorot jenifer tajam seolah tak perduli dengan luka yang dialami oleh wanita itu.
Lelaki paruh baya itu menatap Jasper tajam dalam hatinya sungguh ia tak Terima putrinya diperlakukan seperti ini oleh Jasper.
" siapa yang kau maksud? " tanya Jenifer lagi. Namun Jasper tersenyum geli dan melangkahkan kakinya perlahan ke arah Jenifer hingga wanita itu mengeratkan tanganya ke jas sang ayah.
" Katakan dimana? " ucap Jasper penuh penekanan.
" Aku tidak ada hubungan nya dengan orang yang kau maksud! " ucap Jenifer tajam.
" Katakan atau, kau ingin melihat mansion peninggalan ibumu hancur ditangan ku? " ucap Jasper merendah membuat lelaki paruh baya yang tak lain adalah Can Bertello selaku ayah dari Jenifer.
__ADS_1
kau keterlaluan Jasper! kau tidak menghargai aku sebagai ayah mertua mu! bahkan kau berani melukai putriku! " teriak Can menggebu. Jasper terdiam dan menatap kilas Jenifer dan Can bersamaan.
" Baiklah.. " ucap Jasper seolah mengabaikan kedua orang di dekat nya.
DUARRRR
DUARRRR
" JASPERRRR!! " teriak Jenifer lantang karena suara ledakan terasa dekat di telinganya. Jenifer berlari ke arah kiri dimana sebuah pintu terbuka lebar dan langsung menyajikan bangunan megah peninggalan sang ibu. Tangis Jenifer luruh saat sebuah taman bunga kesukaan nya hancur karena ledakan. " Keparat kau Jasper! " raung Jenifer menatap Jasper tajam. Can selalu sang ayah hanya terdiam saat melihat ancaman Jasper tak main-main.
CEKLEK
BUGH!
" Ayah! "
" Paman! "
" Kau lengah dan tak pantas menjadi mafia tuan Can! Gerakan mu lambat dan terlalu banyak berpikir saat ingin membidik musuh mu! " geram Jasper dimana amarah nya sudah tak terbendung pada keluarga Bertello. " Sekali lagi dimana kau sembunyikan Gera! " u can Jasper melirik tajam seraya pandangan terkunci pads sosok Jenifet seorang.
__ADS_1
Rein terpaku dan terdiam saat melihat keberadaan sang paman seolah tak membuat Jasper diam. Can terdiam dan berdiri dengan gigi bergemelatuk menahan amarah.
" Keparat kau Jasper!! " teriak Can lantang.
Dorrrr
sebuah peluru mengenai bahu Jasper saat kelaki beetubuh gagah itu hendak mendekat kearah Jenifer. Sarah segar mengalir dan mengotori kemeja berwarna putihnya.
Duakkk
" Ayah! " teriak Jenifer saat tiba-tiba Jasper berbalik dan menghajar than Can dengan kaki nya hingga ayah dari Jenifer itu terjengkang kebelakang.
" Jangan main-main dengan ku! Jika aku tak memgingat kakek ku mana mungkin aku sudi melihat kalian berada disekitarku! " tajam Jasper hingg Rein menderu dengan nafas memberu karena tak terima dengan perhatian Jasper yang terkesan meremehkan keluarganya. " Kau hanya Punjab waktu satu menit! katakan atau aku hancurkan! " ucap Jasper mengeringai kecil menatap dengan sinis.
" Kau gila! aku tak mengerti..
Duarrrr
" No! " teriak Jenifer lagi saat guncangan itu terasa dekat ditelinganya.
__ADS_1
" Katakan! " pinta Jasper namun Jenifer menolak dan menggelengkan kepala nya tanda tak tahu. " Jenifer aku tak main-main! " teriak Jasper lantang mengangkat kedua tangannya seperti melakukan sebuah tanda, dan benar saja beberapa bagian dari hunian mewah itu meledak dan hancur berkeping-keping. Jenifer dan Rein terkejut karena tak menyangka jika Jasper mampu melakukan hal itu didepan Can Bortella.