
Laura menatap tajam robin smith dan juga Ansel yang sedari tadi terus membicarakan topik yang menurutnya sangat membosankan. Robim smith menatap keturunan nya lekat hingga manik mereka saling berpandangan.
" Apa yang kau lihat kakek? " picing Laura dingin membuat senyum Robin terpancar.
" Didepan ibumu kau sangat manis Laura, namun di depan ku kau menunjukkan sifat sesungguhnya. Aku bangga padamu, sosok Berlyn seperti bereinkarnasi pada mu Laura " ucap Robin tenang.
" Benarkah? itu artinya nenek buyut ku wanita hebat dimasa lalu, apakah aku benar? " ucap Laura dengan tenang dimana tangan mungil nya bersedekah layaknya seorang wanita dewasa.
" Kau mengagumkan sayang " jawab Robin cepat hingga senyum manis Laura terbit seketika " Kau mirip seperti ibu dan juga nenek buyut mu, indah namun mematikan " ucap Robin lagi membuat Ansel mengulum senyum menawan nya.
" Ckck.. ayolah kakek aku ingin menemui mommy " ucap Laura merengek dan kembali seperti anak kecil pada umum nya, membuat Ansel dan Robin saling pandang satu sama lain. " Kakek " rengek Laura kembali.
" Bagaimana dengan paman Ansel? " tanya Ansel menawarkan diri membuat Laura terdiam sesaat namun akhirnya sebuah anggukan membuat Ansel tersenyum kecil " Jadi nona smith kapan kita akan pergi ? " ucap Ansel lagi.
__ADS_1
" Besok! lebih cepat lebih baik paman.. Aku yakin jika mommy pasti sedang kesulitan " ucap Laura dengan perasaan sangat yakin. " aku mengetahuinya dari kabar dunia " ucap Laura saat mengetahui pandangan Ansel yang menuntut.
Ansel hanya mengangguk saja tak menjawab seolah membiarkan Laura berpikir demikian. Robin turut memperhatikan Laura yang sangat serius dengan pikiran nya.
" Baiklah, persiapkan diri mu untuk esok Laura " ucap Ansel lagi dan Laura hanya mengangguk mantap.
Di sisi lain keberadaan Fara.
Veronica sangat marah atas sikap dan perilaku Fara, hal itu memicu pertengkaran antara Antoni dan juga Veronica. Fara yang melihat itu semakin penasaran akan cerita masa lalu sang ayah.
" Kau menyalahkan ku ibu? " ucap Fara tak terima " Kenapa selalu aku yang harus disalahkan! " teriak Fara tak terima.
" Itu memang kau yang salah Fara! " ucap Veronica tegas menatap tajam putrinya. Antoni yang mendengar hal itu hanya bisa diam dengan meremas rambutnya kasar.
__ADS_1
" Aku tidak salah! Aku tidak salah! " ucap Fara lagi membuat Veronica menggeleng kepalanya pelan.
" lihat lah Antoni! Keputusan mu dimasa lalu membuat boomerang bagi kehidupan keluarga kita! " ucap Veronica tegas " tidak salah Eve bersikap demikian! Kau telah mengambil calon suaminya hingga kau ingin merebut apa yang dimilikinya! Kau benar-benar serakah seperti ibumu! " ucap Veronica lantang.
" Vero! " teriak Antoni membuat pandangan mereka bertemu satu sama lain. Fara yang yakin jika sang ayah menyembunyikan sesuatu semakin berani bertanya.
" Ada yang ingin kau jelaskan ayah? " ucap Fara namun Antoni terdiam dan memalingkan wajah nya pelan. " Siapa ibuku? " ucap Fara lagi " Ayah! " teriak Fara.
" kau putriku Fara! " ucap Antoni tegas " namun... Ibumu..
" Kau lahir karena perselingkuhan Fara! " ucap Veronica tiba-tiba membuat manik Antoni terbelalak lebar. " Kenapa toni? Dia sudah dewasa dan harus mengetahui semuanya! Sampai kapan kau akan merahasiakan semua ini darinya " ucap Veronica lagi membuat Fara terbelalak tak percaya.
Antoni terdiam dan menatap sendu kearah Fara yang mulai terisak, Antoni menyesal melakukan kesalahan dimasa lalu namun dirinya seorang ayah yang tidak mungkin menelantarkan anak nya sendiri.
__ADS_1
Everlyn dan Fara sama-sama putrinya namun bedanya Everlyn tumbuh dari keluarga yang sangat menyayangi hingga di limpahi materi berkecukupan, berbeda dengan Fara rasanya Antoni sangat bersalah.